Bitcoin Forum
April 02, 2026, 06:12:29 PM *
News: Latest Bitcoin Core release: 30.2 [Torrent]
 
   Home   Help Search Login Register More  
Pages: [1] 2 3 4 5 »  All
  Print  
Author Topic: Sisi Positif dan Negatif Ponsel Untuk Anak di Bawah Usia Dewasa  (Read 1581 times)
pusaka (OP)
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1750
Merit: 717


View Profile
November 30, 2024, 04:50:57 PM
 #1

Saya rasa sudah menjadi rahasia umum ketika anak anak sekarang sudah memiliki ponsel. Bahkan ketika anak yang masih di bawah umur 5 tahun pun salah satu cara untuk membuat mereka berhenti menangis adalah dengan cara memberikan ponsel. Saya tidak mengatakan bahwa ini sudah menjadi budaya, akan tetapi dengan apa yang saya lihat sekarang ini nampaknya hal tersebut juga sudah bisa dikatakan sebagai budaya.  Sejujurnya saya mengkhawatirkan hal seperti ini, karena ini bisa menimbulkan ketergantungan yang itu bisa saja menjadi hal yang negatif untuk perkembangan anak.
Saya tidak memungkiri bahwa ponsel memiliki banyak sekali sisi positif, akan tetapi jika disalahgunakan maka ini juga menimbulkan banyak hal negatif pada anak anak. Salah satu contohnya adalah mereka tahu sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui di usia mereka.
Bisa kita lihat juga anak anak di usia sekolah aktif dengan ponsel masing masing. Pertanyaan saya adalah apakah mereka bisa fokus pada pelajaran? Menurut saya tidak. Padahal saya juga tahu bahwa sekolah juga menerapkan larangan untuk tidak membawa ponsel. Akan tetapi mereka tidak mendengarkannya dan mereka mengakalinya untuk tetap bisa membawa ponselnya.
Hari ini saya membaca sebuah berita bahwa Australia resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki sosmed, menurut saya hal ini juga bisa menjadi salah satu cara pencegahan agar anak anak tidak ketergantungan pada ponsel. Pasalnya salah satu hal yang membuat mereka selalu membawa ponsel adalah media sosial.
https://www.detik.com/sumut/berita/d-7662495/anak-di-bawah-16-tahun-di-australia-resmi-dilarang-main-medsos
Anda bisa membaca lebih lengkap di atas.

Memang pastinya ini adalah hal yang akan sulit untuk diterapkan, pasalnya memang ada sisi positif juga yang harus dipertimbangkan. Namun pemerintah bisa menimbang dengan membandingkan mana yang lebih besar antara sisi negatif dan sisi positif.
Bagaimana menurut anda?
RopPoroP
Member
**
Offline Offline

Activity: 103
Merit: 52


View Profile WWW
December 02, 2024, 03:55:07 AM
 #2

Saya rasa sudah menjadi rahasia umum ketika anak anak sekarang sudah memiliki ponsel. Bahkan ketika anak yang masih di bawah umur 5 tahun pun salah satu cara untuk membuat mereka berhenti menangis adalah dengan cara memberikan ponsel. Saya tidak mengatakan bahwa ini sudah menjadi budaya, akan tetapi dengan apa yang saya lihat sekarang ini nampaknya hal tersebut juga sudah bisa dikatakan sebagai budaya.  Sejujurnya saya mengkhawatirkan hal seperti ini, karena ini bisa menimbulkan ketergantungan yang itu bisa saja menjadi hal yang negatif untuk perkembangan anak.
Saya tidak memungkiri bahwa ponsel memiliki banyak sekali sisi positif, akan tetapi jika disalahgunakan maka ini juga menimbulkan banyak hal negatif pada anak anak. Salah satu contohnya adalah mereka tahu sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui di usia mereka.
Bisa kita lihat juga anak anak di usia sekolah aktif dengan ponsel masing masing. Pertanyaan saya adalah apakah mereka bisa fokus pada pelajaran? Menurut saya tidak. Padahal saya juga tahu bahwa sekolah juga menerapkan larangan untuk tidak membawa ponsel. Akan tetapi mereka tidak mendengarkannya dan mereka mengakalinya untuk tetap bisa membawa ponselnya.
Hari ini saya membaca sebuah berita bahwa Australia resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki sosmed, menurut saya hal ini juga bisa menjadi salah satu cara pencegahan agar anak anak tidak ketergantungan pada ponsel. Pasalnya salah satu hal yang membuat mereka selalu membawa ponsel adalah media sosial.
https://www.detik.com/sumut/berita/d-7662495/anak-di-bawah-16-tahun-di-australia-resmi-dilarang-main-medsos
Anda bisa membaca lebih lengkap di atas.

Memang pastinya ini adalah hal yang akan sulit untuk diterapkan, pasalnya memang ada sisi positif juga yang harus dipertimbangkan. Namun pemerintah bisa menimbang dengan membandingkan mana yang lebih besar antara sisi negatif dan sisi positif.
Bagaimana menurut anda?

Kalau menurut saya pribadi, kasus seperti ini kembali lagi ke didikan orang tua atau keluarga, jika anak2 di bawah umur tidak di kasih hp atau di belikan hp maka mereka tidak akan kecanduan hp. Tapi kebanyakan orang tua sekarang tidak mau ambil pusing untuk merawat anak, anak tidak mau makan di kasih hp biar mau makan, anak minta main keluar rumah malah di kasih hp biar tidak main keluar rumah. Mungkin orang tua sekarang mikir kalau anak mereka main keluar rumah takut bahaya dll, tapi tidak memikirkan dampak buruknya jika anak kecanduan hp.

jadi semua itu kembali lagi ke didikan orang tua dan keluarga, karna orang tua atau keluarga lah yang bertanggung jawab atas perkembangan anak.
nara1892
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 2268
Merit: 799



View Profile
December 02, 2024, 05:06:04 PM
 #3

Ya ini sudah menjadi rahasia umum, hampir 80% dari masyarakat menjadikan ponsel sebagai salah satu cara untuk menenangkan anak - anak mereka yang sedang rewel dan itu memang terbukti ampuh, pada dasarnya selalu ada sisi positif dan negatif dalam segala sesuatu dan saya rasa kita mengakui bahwa internet merupakan sesuatu yang benar - benar membantu lebih memudahkan hidup dari berbagai sisi.

Sederhananya segala sesuatu pasti akan selalu memiliki sisi negatifnya tersendiri dan karena itulah kehati - hatian dan pola pikir yang bijak harus selalu di pertahankan, banyak sekali hal - hal negatif dalam dunia digital tetapi sebenarnya kalau misalnya kita bisa menggunakan dan memanfaatkannya dengan benar maka seharusnya kita bisa terhindar dari berbagai kemungkinan yang tidak di inginkan itu, khususnya untuk para orang tua seharusnya mereka memiliki kekhawatiran tentang sisi negatif dari dunia internet terhadap anak - anak mereka, pornografi dan perjudian merupakan sesuatu yang sudah sangat mudah untuk di temukan, jadi menurut saya para orang tua harus bisa lebih membatasi aksesibilitas anak - anak dalam menjangkau media internet.

silpersurfer
Full Member
***
Offline Offline

Activity: 840
Merit: 181



View Profile
December 02, 2024, 06:06:45 PM
 #4

Tidak ada yang salah dengan ponsel, dan memang ponsel dapat mempermudah segala hal. Namun dengan catatan ponsel digunakan dengan bijak. Dengan ponsel, anak-anak dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Meskipun memang tidak dapat dipungkiri bahwa di balik semua itu, ada banyak hal yang dapat berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Paparan media sosial, aplikasi ataupun beberapa halaman situs, banyak menapilkan sesuatu yang tidak sepatutnya untuk dilihat oleh anak-anak dibawah umur, dan ini bisa saja menjadi pribadi dan memiliki karakter yang buruk.

Namun lagi-lagi menjadi hal yang cukup sulit untuk bisa memisahkan anak-anak dari ponsel, karena untuk saat ini ponsel sudah melekat dalam kehidupannya. Yang karena itu, solusi yang saya tawarkan mungkin diperlukannya sebuah inovasi mengenai ponsel yang dkhususkan untuk anak-anak, sebuah ponsel yang diperuntukan hanya untuk media belajar dan beberapa permainan yang dapat mengsah kinerja otak anak. dan disamping itu, untuk mempkuat hal ini maka pemeritah harus mengeluarkan sebuah kebijakan mengenai larangan penggunaan ponsel bagi anak-anak dibawah umur (usia dibawah 17 tahun), terkecuali itu adalah ponsel khusus anak.

Chikito
Copper Member
Legendary
*
Offline Offline

Activity: 3066
Merit: 2315


♻️ Automatic Exchange


View Profile WWW
December 03, 2024, 01:34:29 AM
 #5

Sejujurnya saya mengkhawatirkan hal seperti ini, karena ini bisa menimbulkan ketergantungan yang itu bisa saja menjadi hal yang negatif untuk perkembangan anak.
Sebaiknya dikontrol dan diarahkan mereka untuk menggunakan ponsel dengan bijak. Jika sampeyan punya akses ke anak tersebut, nasehati dia dan bimbing dia untuk membatasi main ponsel, dan pilih tontonan, game dll yang sesuai dengan umurnya.

Saya punya anak, Ponselnya saya pakaikan fitur kontrol orang tua, sehingga ketika mau download game, aplikasi atau nonton video terbatas pada umur anaknya. Tidak bisa buka atau donwload aplikasi kayak tiktok atau sosmednya orang dewasa.

░░░░▄▄████████████▄
▄████████████████▀
▄████████████████▀▄█▄
▄██████▀▀░░▄███▀▄████▄
▄██████▀░░░▄███▀▀██████▄
██████▀░░▄████▄░░░▀██████
██████░░▀▀▀▀▄▄▄▄░░██████
██████▄░░░▀████▀░░▄██████
▀██████▄▄███▀░░░▄██████▀
▀████▀▄████░░▄▄███████▀
▀█▀▄████████████████▀
▄████████████████▀
▀████████████▀▀░░░░
 
 CCECASH 
mu_enrico
Copper Member
Legendary
*
Offline Offline

Activity: 3010
Merit: 2368


Slots Enthusiast & Expert


View Profile WWW
December 03, 2024, 11:09:29 AM
 #6

Betul pada usia tertentu tidak baik kalau pakai komputer (termasuk ponsel, tablet, dsb) karena berpengaruh buruk terhadap kesehatan mata, motorik, dsb.
Betul kalau pada usia tertentu tidak baik kalau ber-sosmed karena ada potensi mengakses konten terlarang.

Salah kalau pemerintah, ormas, dsb mau mengatur yang kek gini karena bukan urusan mereka. Urusan anak ya urusan orang tua masing-masing.

BK8? 
.....OFFICIAL SPONSORSHIP.....
 
Burnley Football Club
BK8 Gresini Racing MotoGP
███████████████████████████
███████████████████████████
███████████████████████████
█████████▀▀██▀██▀▀█████████
█████████████▄█████████████
███████████████████████
████████████████████████
████████████▄█▄█████████
████████▀▀███████████
██████████████████
▀███████████████████▀
▀███████████████▀
█████████████████████████
▄███████████████████████████▄
█████████████████████████████
█████▀▀▄▄▄▄▄▄▄█▄▄▄▄▄▄▄█████
█████▄██▄▄▄██▄▄▄▄▄▄███▄▄████
████▄▄▄▄▄▄▄▄▄████████▄▄▄█████

██████▀██████████████████████
████▀▄█▄███▀▀▀▀█████████▀▀▄▄▄
██▀▄█▀▀░▄▄▄████▄▄▀▀▀▀▀▀▄██▀▀░
▄██████▄▄█████████████▀▀░░░░
░▀▀▀██████████████████▀░░▄▄▄▄
▄█▀▀██▄▀████████████▄██▄███▀▀
▀▄███▄▀█░████████████████████
█████████████████████████
.
..PLAY NOW..
xvacator
Member
**
Offline Offline

Activity: 402
Merit: 10


View Profile
December 03, 2024, 03:41:42 PM
 #7

Semuanya pasti ada sisi positif dan negatifnya dan ini akan menjadi tugas dari orang tua untuk bisa membimbing anak-anaknya dalam menggunakan ponselnya. Selama orang tua mampu memberikan penjelasan tentang menggunakan ponsel dengan baik, saya rasa anak-anaknya tidak akan menggunakannya untuk hal-hal negatif. Bimbingan orang tua adalah hal yang utama untuk anak-anaknya apalagi untuk mereka yang sedang berada di usia remaja. Usia remaja adalah usia yang rentan dengan semua hal yang bisa membuat mereka menjadi penasaran untuk mencari tahu dan dengan ponselnya, mereka bisa menemukannya dengan mudah.

Tapi ini juga akan kembali kepada perilaku orang tuanya ketika mereka sedang menggunakan ponselnya terlebih di depan anak-anaknya. Anak-anak hanya mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya tanpa tahu apakah itu benar atau salah. Jika orang tuanya tidak bisa memberikan pengertian dengan baik, ada kecenderungan anak-anak akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
BigBos
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 2422
Merit: 521


View Profile
December 04, 2024, 04:21:36 AM
 #8

Betul pada usia tertentu tidak baik kalau pakai komputer (termasuk ponsel, tablet, dsb) karena berpengaruh buruk terhadap kesehatan mata, motorik, dsb.
Betul kalau pada usia tertentu tidak baik kalau ber-sosmed karena ada potensi mengakses konten terlarang.

Salah kalau pemerintah, ormas, dsb mau mengatur yang kek gini karena bukan urusan mereka. Urusan anak ya urusan orang tua masing-masing.
Maka dari itulah sebaiknya untuk orang tua bisa memberikan batasan pada anaknya dalam penggunaan gadget saat ini, saya sering menemukan orang tua yang mengasuh anaknya dan ketika anaknya ini menangis orang tua memberikannya ponsel untuk membuat anak itu tidak lagi menangis, hal ini menurut saya memang cukup efektif untuk membuat anak berhenti menangis tapi sisi negatifnya anak tersebut bisa jadi bergantung pada gadget seperti saat ini yang memang banyak sekali anak yang masih dibawah umur tapi sudah pintar mengelola gadget ini dikarenakan mereka sudah tidak asing dengan gadget dan yang ada didalamnya.
Selain itu sangat jarang menurut saya ada orang tua yang menekankan batasan penggunaan gadget pada anaknya, seperti tetangga saya yang memberikan akses hanya dua jam perhari bagi anaknya memainkan gadget ini dilakukan dengan konsisten oleh orang tuanya, dan saya rasa ia memiliki tujuan jelas dengan melakukan ini pada anaknya.
Joeltguar
Newbie
*
Offline Offline

Activity: 40
Merit: 0


View Profile
December 04, 2024, 03:22:54 PM
 #9

Saya rasa sudah menjadi rahasia umum ketika anak anak sekarang sudah memiliki ponsel. Bahkan ketika anak yang masih di bawah umur 5 tahun pun salah satu cara untuk membuat mereka berhenti menangis adalah dengan cara memberikan ponsel. Saya tidak mengatakan bahwa ini sudah menjadi budaya, akan tetapi dengan apa yang saya lihat sekarang ini nampaknya hal tersebut juga sudah bisa dikatakan sebagai budaya.  Sejujurnya saya mengkhawatirkan hal seperti ini, karena ini bisa menimbulkan ketergantungan yang itu bisa saja menjadi hal yang negatif untuk perkembangan anak.
Saya tidak memungkiri bahwa ponsel memiliki banyak sekali sisi positif, akan tetapi jika disalahgunakan maka ini juga menimbulkan banyak hal negatif pada anak anak. Salah satu contohnya adalah mereka tahu sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui di usia mereka.
Bisa kita lihat juga anak anak di usia sekolah aktif dengan ponsel masing masing. Pertanyaan saya adalah apakah mereka bisa fokus pada pelajaran? Menurut saya tidak. Padahal saya juga tahu bahwa sekolah juga menerapkan larangan untuk tidak membawa ponsel. Akan tetapi mereka tidak mendengarkannya dan mereka mengakalinya untuk tetap bisa membawa ponselnya.
Hari ini saya membaca sebuah berita bahwa Australia resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki sosmed, menurut saya hal ini juga bisa menjadi salah satu cara pencegahan agar anak anak tidak ketergantungan pada ponsel. Pasalnya salah satu hal yang membuat mereka selalu membawa ponsel adalah media sosial.
https://www.detik.com/sumut/berita/d-7662495/anak-di-bawah-16-tahun-di-australia-resmi-dilarang-main-medsos
Anda bisa membaca lebih lengkap di atas.

Memang pastinya ini adalah hal yang akan sulit untuk diterapkan, pasalnya memang ada sisi positif juga yang harus dipertimbangkan. Namun pemerintah bisa menimbang dengan membandingkan mana yang lebih besar antara sisi negatif dan sisi positif.
Bagaimana menurut anda?

Kalau menurut saya pribadi, kasus seperti ini kembali lagi ke didikan orang tua atau keluarga, jika anak2 di bawah umur tidak di kasih hp atau di belikan hp maka mereka tidak akan kecanduan hp. Tapi kebanyakan orang tua sekarang tidak mau ambil pusing untuk merawat anak, anak tidak mau makan di kasih hp biar mau makan, anak minta main keluar rumah malah di kasih hp biar tidak main keluar rumah. Mungkin orang tua sekarang mikir kalau anak mereka main keluar rumah takut bahaya dll, tapi tidak memikirkan dampak buruknya jika anak kecanduan hp.

jadi semua itu kembali lagi ke didikan orang tua dan keluarga, karna orang tua atau keluarga lah yang bertanggung jawab atas perkembangan anak.

Ane setuju dengan agan bahwa peran orang tua memang penting banget. Kalau dari kecil udah dibiasain main hp terus, ya jadinya kecanduan. Harusnya orang tua lebih kreatif cari cara biar anak tetap aktif tapi aman, tanpa ngandelin hp terus. Semoga makin banyak yang sadar soal ini.
Chikito
Copper Member
Legendary
*
Offline Offline

Activity: 3066
Merit: 2315


♻️ Automatic Exchange


View Profile WWW
December 05, 2024, 04:18:33 AM
 #10

Penggunaan gadget pada anak tidak masalah sepanjang dalam pengawasan full orang tua.

Zaman semakin canggih, anak-anak kita ke depannya pasti akan butuh gadget dalam menunjang kreatifitas mereka. Terpenting itu dididik dan dibina bagaimana cara memperlakukan gadget dengan benar, misal mendownload aplikasi untuk menunjang kreatifitas seperti menggambar, simulasi berhitung, edit foto, AI, dsb.

Hindari mereka untuk kenal sosmed, video short, atau hal-hal yang cenderung mereka malas berpikir kayak tiktok, snack, dan sosmed2 sampah lainnya.

░░░░▄▄████████████▄
▄████████████████▀
▄████████████████▀▄█▄
▄██████▀▀░░▄███▀▄████▄
▄██████▀░░░▄███▀▀██████▄
██████▀░░▄████▄░░░▀██████
██████░░▀▀▀▀▄▄▄▄░░██████
██████▄░░░▀████▀░░▄██████
▀██████▄▄███▀░░░▄██████▀
▀████▀▄████░░▄▄███████▀
▀█▀▄████████████████▀
▄████████████████▀
▀████████████▀▀░░░░
 
 CCECASH 
moneystery
Sr. Member
****
Offline Offline

Activity: 1372
Merit: 318


⭐ Razed.com ⭐ LM Management ✅


View Profile WWW
December 06, 2024, 03:18:05 AM
 #11

seharusnya itu tidak menjadi masalah serius untuk memberikan ponsel kepada anak-anak, namun yg harusnya dipikirkan adalah bagaimana sebagai orang tua bisa meregulasi penggunaan ponsel pada anak mereka karena pada banyak kasus orang tua merasa abai memberikan ponsel ke anak mereka dan tidak membatasi mereka, jadinya si anak bermain ponsel dari pagi sampai malam dan mengakses aplikasi-aplikasi yg tidak seharusnya mereka akses.

orang tua harus lebih bertanggung jawab jika ingin memberikan ponsel ke anak mereka. pembatasan waktu penggunaan dan aplikasi mana saja yg bisa mereka akses, itu jadi hal penting yg harus dilakukan oleh orang tua. jangan sampai si anak mengakses ponsel terlalu lama dan menyebabkan gangguan kognitif di otak mereka.

RAZED | 100%  
WELCOME
BONUS
█████████████████████
█████████████████████████
████████████▀░░░░▀███████
██████████▀░░▄▀▀▄░░▀█████
██████████▄▄██▄▄██▄░▀████
█████▀░░░░░░░▀██░░█░░████
████░░████▀▀█░░██▀░░▄████
████░░████▄▄█░░█░░▄██████
████░░█▀▀████░░██████████
████░░█▄▄███▀░░██████████
█████▄░░░░░░░▄███████████
█████████████████████████
█████████████████████
█████████████████████
█████████████████████████
██████████▀▀░░░░░▀▀██████
████████▀░░▄▄█░░▀▄░░█████
██████▀░░▄█████▄░░▀░░████
█████░░▄████▄▀░░█▄▄░░████
████░░▄███▄▀░░▄▀██▀░░████
████░░▀▀██░░▄▀███▀░░█████
████░░▄░░▀█████▀░░▄██████
█████░░▀▄░░█▀▀░░▄████████
██████▄▄░░░░░▄▄██████████
█████████████████████████
█████████████████████
|
NO
KYC
██████████████████
 RAZE THE LIMITS   PLAY NOW
██████████████████
Jevanit
Newbie
*
Offline Offline

Activity: 48
Merit: 0


View Profile
December 06, 2024, 10:04:50 AM
 #12

Ponsel bisa memberikan manfaat positif untuk anak-anak, seperti akses pendidikan, komunikasi yang lebih mudah dengan keluarga, dan memperkenalkan mereka pada teknologi sejak dini. Namun, ada sisi negatifnya, seperti paparan konten yang tidak pantas, kecanduan layar, serta gangguan pada perkembangan sosial dan emosional anak. Pengawasan orang tua sangat penting agar anak dapat menggunakan ponsel secara bijak dan mendapatkan manfaat tanpa terpapar risiko negatif.
bitLeap
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1876
Merit: 615


The Most Rewarding Casino and Sportsbook


View Profile
December 06, 2024, 11:10:26 AM
 #13

Ponsel hanya alat dan alat tergantung si pemiliknya. Kalau berbicara soal anak maka sekarang akses melalui internet sangat mudah dilakukan. Sangat jarang melihat orang tua memantau apa yang anaknya tonton, beberapa dari mereka justru sengaja membelikan ponsel agar bisa anteng dari pada ngeganggu pas orang tua lagi istirahat.

Sebetulnya tidak perlu bersikap berlebihan sekarang eranya memang serba harus pake ponsel, jadi kalau anak tidak dibelikan takutnya di bully sama teman teman sebaya dan kita sebagai orang tua juga suka kasihan kalau liatin anak nimbrung temennya yang lagi pake hp.

Ketika berbicara sisi negatif dan sisi positif dari penggunaan ponsel kepada anak maka kembali lagi pada lingkungannya, dengan siapa bergaul dan ketika di rumah maka orang tua harus bisa menyempatkan waktu untuk menjadi tempa curhatnya, sehingga kita tahu lebih dekat dan tahu kondisi anak tanpa harus dengan cara paksaan.

 
 RAZED  
| 
 100% 
WELCOME
BONUS
█████████████████████
█████████████████████████
████████████▀░░░░▀███████
██████████▀░░▄▀▀▄░░▀█████
██████████▄▄██▄▄██▄░▀████
█████▀░░░░░░░▀██░░█░░████
████░░████▀▀█░░██▀░░▄████
████░░████▄▄█░░█░░▄██████
████░░█▀▀████░░██████████
████░░█▄▄███▀░░██████████
█████▄░░░░░░░▄███████████
█████████████████████████
█████████████████████
█████████████████████
█████████████████████████
██████████▀▀░░░░░▀▀██████
████████▀░░▄▄█░░▀▄░░█████
██████▀░░▄█████▄░░▀░░████
█████░░▄████▄▀░░█▄▄░░████
████░░▄███▄▀░░▄▀██▀░░████
████░░▀▀██░░▄▀███▀░░█████
████░░▄░░▀█████▀░░▄██████
█████░░▀▄░░█▀▀░░▄████████
██████▄▄░░░░░▄▄██████████
█████████████████████████
█████████████████████
| 
 NO 
KYC
| 
  RAZE THE LIMITS    PLAY NOW     
Raflesia
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 2968
Merit: 734


View Profile WWW
December 07, 2024, 09:24:31 PM
 #14


Memang pastinya ini adalah hal yang akan sulit untuk diterapkan, pasalnya memang ada sisi positif juga yang harus dipertimbangkan. Namun pemerintah bisa menimbang dengan membandingkan mana yang lebih besar antara sisi negatif dan sisi positif.
Bagaimana menurut anda?

Sekarang sebenarnya cukup sulit untuk menghentikan hal itu terlebih ketika berbicara tentang media sosial saat ini sebenarnya beberapa platform besar hanya melakukan verifikasi dengan mencantumkan tanggal lahir saja sebagai bukti untuk kejelasan usia pengguna dan ini jelas akan sangat mudah untuk dikelabui. Tetapi memang jika pada akhirnya menginginkan sebuah situasi yang lebih kompleks untuk beberapa aturan maka memang hal ini masih bisa dilakukan tetapi butuh kerja keras mengenai hal ini.

Saya pribadi jika pada akhirnya ada sebuah batasan untuk media sosial anak, saya karena jujur saja untuk beberapa anak yang memang masih belum cukup umur yang bisa mengakses media sosial terkadang lebih banyak sisi negatif yang akan dicari dibanding dengan sisi positifnya, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa kita tidak bisa menyamaratakan hal itu tetapi faktanya kaum gen milenial dan gen Z saat ini adalah salah satu pengguna aktif di media sosial yang terkadang kontennya terkesan menjadi sampah (tidak ingin berkata kasar tetapi memang faktanya seperti itu).
bangjoe
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 2128
Merit: 867


Bitcoin $1 Million


View Profile WWW
December 08, 2024, 01:15:19 PM
 #15


Memang pastinya ini adalah hal yang akan sulit untuk diterapkan, pasalnya memang ada sisi positif juga yang harus dipertimbangkan. Namun pemerintah bisa menimbang dengan membandingkan mana yang lebih besar antara sisi negatif dan sisi positif.
Bagaimana menurut anda?

Sekarang sebenarnya cukup sulit untuk menghentikan hal itu terlebih ketika berbicara tentang media sosial saat ini sebenarnya beberapa platform besar hanya melakukan verifikasi dengan mencantumkan tanggal lahir saja sebagai bukti untuk kejelasan usia pengguna dan ini jelas akan sangat mudah untuk dikelabui. Tetapi memang jika pada akhirnya menginginkan sebuah situasi yang lebih kompleks untuk beberapa aturan maka memang hal ini masih bisa dilakukan tetapi butuh kerja keras mengenai hal ini.

Saya pribadi jika pada akhirnya ada sebuah batasan untuk media sosial anak, saya karena jujur saja untuk beberapa anak yang memang masih belum cukup umur yang bisa mengakses media sosial terkadang lebih banyak sisi negatif yang akan dicari dibanding dengan sisi positifnya, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa kita tidak bisa menyamaratakan hal itu tetapi faktanya kaum gen milenial dan gen Z saat ini adalah salah satu pengguna aktif di media sosial yang terkadang kontennya terkesan menjadi sampah (tidak ingin berkata kasar tetapi memang faktanya seperti itu).
Sepenuhnya untuk saat ini kembali kepada orang tua si anak, karena mereka yang memiliki akses secara langsung membatasi penggunaan handphone, dan ane sangat setuju dengan apa yangg di katakan bitleap bahwa dampak positif dan negatifnya itu tergantung penggunaannya, sama seperti barang lainnya akan jauh lebih bermanfaat tergantung bagaimana memanfaatkannya dengan baik.

Di media sosial saat ini memang banyak sekali konten yang tidak jelas dan unfaedah, tetapi tidak sedikit pula konten yang bermanfaat untuk kita, banyak sekali edukasi yang bisa kita akses untuk menambah pengetahuan, namun jika fyp agan selalu berdatangan konten yang tidak jelas itu menunjukan seberapa lama pada waktu sebelumnya agan menonton konten yang sama.

Juse14
Sr. Member
****
Offline Offline

Activity: 1568
Merit: 489

Bitcoin


View Profile
December 08, 2024, 03:33:47 PM
 #16

Sulit untuk memisahkan anak-anak dari ponsel mereka. Ponsel telah menjadi bagian dari keseharian mereka, bahkan saat ini saya cukup jarang meilgat anak-anak bermain permainan tradisonal, karena mereka lebih memilih bermain game online.Begitupun dengan anak-anak permpuan yang lebih gemar bermain di dunia maya dibandingkan dunia nyata.

Dsisi lain memang dengan hadirnya handphone dapat membantu mereka dalam hal belajar dan menyesaikan tugas, tetapi sangat disaynkan dibalik nilai-nilai positif tersebut, banyak nilai-nilai negatif tersimpan didalmnya. Dengan adanya handphone dan internet, ini bisa saja menyebabkan kinerja otak anak menjadi berkurang, dan menyebabkan ketergantungan terhadap terhadap internet. Dan jelas ini sanat berbahaya bagi masa depan anak, karena mereka tidak akan mampu berfikir kritis, dan menyelesaikan masalah dengan baik. Yang oleh karena itu, penggunaan handpone ini harus diawasi dan dibatasi dengan bijak. Jangan sampai dengan adanya handphone menjadi faktor peghambat tumbuh kemabng mereka, dan menjadikan mereka menjadi pribadi yang malas, terutama dalam hal berpikir.

Raflesia
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 2968
Merit: 734


View Profile WWW
December 08, 2024, 07:54:49 PM
 #17

Sekarang sebenarnya cukup sulit untuk menghentikan hal itu terlebih ketika berbicara tentang media sosial saat ini sebenarnya beberapa platform besar hanya melakukan verifikasi dengan mencantumkan tanggal lahir saja sebagai bukti untuk kejelasan usia pengguna dan ini jelas akan sangat mudah untuk dikelabui. Tetapi memang jika pada akhirnya menginginkan sebuah situasi yang lebih kompleks untuk beberapa aturan maka memang hal ini masih bisa dilakukan tetapi butuh kerja keras mengenai hal ini.

Saya pribadi jika pada akhirnya ada sebuah batasan untuk media sosial anak, saya karena jujur saja untuk beberapa anak yang memang masih belum cukup umur yang bisa mengakses media sosial terkadang lebih banyak sisi negatif yang akan dicari dibanding dengan sisi positifnya, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa kita tidak bisa menyamaratakan hal itu tetapi faktanya kaum gen milenial dan gen Z saat ini adalah salah satu pengguna aktif di media sosial yang terkadang kontennya terkesan menjadi sampah (tidak ingin berkata kasar tetapi memang faktanya seperti itu).
Sepenuhnya untuk saat ini kembali kepada orang tua si anak, karena mereka yang memiliki akses secara langsung membatasi penggunaan handphone, dan ane sangat setuju dengan apa yangg di katakan bitleap bahwa dampak positif dan negatifnya itu tergantung penggunaannya, sama seperti barang lainnya akan jauh lebih bermanfaat tergantung bagaimana memanfaatkannya dengan baik.

Di media sosial saat ini memang banyak sekali konten yang tidak jelas dan unfaedah, tetapi tidak sedikit pula konten yang bermanfaat untuk kita, banyak sekali edukasi yang bisa kita akses untuk menambah pengetahuan, namun jika fyp agan selalu berdatangan konten yang tidak jelas itu menunjukan seberapa lama pada waktu sebelumnya agan menonton konten yang sama.
Pola asuh memang penting tetapi pada akhirnya kita juga perlu menyadari bahwa ada faktor lingkungan yang pada akhirnya bisa membuat situasi tidak terkontrol meskipun pola asuh orang tua itu sangat bagus. Saat ini berbicara tentang pola asuh juga kita tidak bisa terlalu mengekang dan membebaskan karena bagaimanapun juga pola asuh yang terlalu ketat juga itu akan membuat anak stress dan terlalu di longgarkan juga pada akhirnya akan ngelunjak sehingga sebenarnya sedikit bingung dengan pola asuh yang diterapkan sekarang karena semua memiliki porsi yang pada akhirnya akan ada akibat yang ditimbulkan.

Sebagai contoh dalam hal ini ada orang tua yang menerapkan pola asuh yang baik dimana mereka memberikan pemahaman yang hak dan batil, serta mendidik dengan baik tetapi pada akhirnya ketika anak dilepas diluaran dengan lingkungan yang tidak sehat maka hal itu juga akan sedikit banyak terdampak dan hal seperti ini saya rasakan sendiri untuk anak saya sekarang. Dirumah saya tidak pernah memberikan pelajaran tentang bahasa kasar atau sebagainya bahkan untuk media sosial saat ini saya masih mencoba untuk memberikan pemahaman tentang beberapa konten guna untuk memfilter anak tetapi pada akhirnya ketika anak dilepas diluar dengan lingkung yang tidak terlalu sehat pada akhirnya selalu saja ada perubahan yang terjadi dan yang kentara adalah bahasa dan konten yang dilihat dari media sosial dan itu jelas terjadi untuk sebagian besar anak yang ada di Indonesia saat ini.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pada akhirnya ini tergantung kepada algoritma dan bukan berarti dalam hal ini setiap orang selalu membuat konten yang tidak berguna karena banyak sekali yang berguna tetapi pada akhirnya ketika perbandingan konten yang faedah dan unfaedah akan terlihat jelas perbandingan yang mencolok sebenanrya apalagi untuk Gen Milenial atau Gen Z bahkan mungkin Gen Alpha.
Ryu_Ar1
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1470
Merit: 879



View Profile WWW
December 09, 2024, 08:40:36 PM
 #18

Adanya gawai atau gadget di lingkungan pola asuh anak memang sebenarnya cenderung menghawatirkan dan hal ini saya bisa sadari sendiri apalagi ketika saat ini saya sudah memiliki anak dan memang gadget selalu menjadi salah satu opsi yang saya lakukan dalam pola asuh yang saya tekankan saat ini.

Meskipun memang ini cenderung cukup berbahaya tetapi pada akhirnya semua kembali tergantung kepada orang tua karena memang ini akan berbahaya ketika kita terlalu membebaskan anak untuk menggunakan gadget tanpa aturan, tetapi ketika kita tahu porsi yang harus dilakukan pada akhirnya akan ada dampak positif sebenarnya dimana perkembangan teknologi ini ditekankan sejak kecil.

Meskipun memang pasti ada dampak positif dan negatif tetapi pada akhirnya ketika memang ingin menerapkan pola asuh dengan teknologi seperti gadget dimulai dari hp, pc, laptop dan lain sebagainya maka sebenarnya sebelum memberikan ke anak, kita sebagai orang tua harus lebih tahu mengenai hal ini dimulai dari bagaimana cara pengerjaan nya dan apa dampaknya sehingga kita bisa mengajari anak lebih positif dan lebih bisa mengetahui porsi yang cocok untuk anak. Masalahnya sekarang sebenarnya untuk di Indonesia terbalik dimana pada akhirnya orang tua yang tidak siap dengan teknologi justru memberikan pola asuh menggunakan hal ini sehingga sudah pasti mereka tidak bisa mengontrol aktivitas anak dengan gadget yang mereka lakukan.

joniboini
Legendary
*
Offline Offline

Activity: 2884
Merit: 1893


🧙‍♂️ #kycfree


View Profile WWW
December 11, 2024, 05:55:39 AM
 #19

Kalau ga salah ini pernah dibahas ama salah satu penghuni grup Discord yang ane ikuti. Dia tinggal dan besar di Australia dan konteksnya ini bukan sekedar anak kecil lihat orang kaya pamer, tapi sampe ke masalah jaringan narkoba dkk. Bayangin aja di SMP udah ada yang jadi kurir. Jadi beda banget konteksnya sama masyarakat Indo, setidaknya saat ini. Ane ga tahu sih sevalid apa cerita orang itu, apalagi dia udah lama lulus dan sekarang udah kerja, tapi dia ga kaget kalau kondisinya jauh lebih buruk sekarang karena penetrasi teknologi jauh lebih tinggi.

pusaka (OP)
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1750
Merit: 717


View Profile
December 11, 2024, 04:40:54 PM
 #20

Sepenuhnya untuk saat ini kembali kepada orang tua si anak, karena mereka yang memiliki akses secara langsung membatasi penggunaan handphone, dan ane sangat setuju dengan apa yangg di katakan bitleap bahwa dampak positif dan negatifnya itu tergantung penggunaannya, sama seperti barang lainnya akan jauh lebih bermanfaat tergantung bagaimana memanfaatkannya dengan baik.

Di media sosial saat ini memang banyak sekali konten yang tidak jelas dan unfaedah, tetapi tidak sedikit pula konten yang bermanfaat untuk kita, banyak sekali edukasi yang bisa kita akses untuk menambah pengetahuan, namun jika fyp agan selalu berdatangan konten yang tidak jelas itu menunjukan seberapa lama pada waktu sebelumnya agan menonton konten yang sama.
Pola asuh memang penting tetapi pada akhirnya kita juga perlu menyadari bahwa ada faktor lingkungan yang pada akhirnya bisa membuat situasi tidak terkontrol meskipun pola asuh orang tua itu sangat bagus. Saat ini berbicara tentang pola asuh juga kita tidak bisa terlalu mengekang dan membebaskan karena bagaimanapun juga pola asuh yang terlalu ketat juga itu akan membuat anak stress dan terlalu di longgarkan juga pada akhirnya akan ngelunjak sehingga sebenarnya sedikit bingung dengan pola asuh yang diterapkan sekarang karena semua memiliki porsi yang pada akhirnya akan ada akibat yang ditimbulkan.

Sebagai contoh dalam hal ini ada orang tua yang menerapkan pola asuh yang baik dimana mereka memberikan pemahaman yang hak dan batil, serta mendidik dengan baik tetapi pada akhirnya ketika anak dilepas diluaran dengan lingkungan yang tidak sehat maka hal itu juga akan sedikit banyak terdampak dan hal seperti ini saya rasakan sendiri untuk anak saya sekarang. Dirumah saya tidak pernah memberikan pelajaran tentang bahasa kasar atau sebagainya bahkan untuk media sosial saat ini saya masih mencoba untuk memberikan pemahaman tentang beberapa konten guna untuk memfilter anak tetapi pada akhirnya ketika anak dilepas diluar dengan lingkung yang tidak terlalu sehat pada akhirnya selalu saja ada perubahan yang terjadi dan yang kentara adalah bahasa dan konten yang dilihat dari media sosial dan itu jelas terjadi untuk sebagian besar anak yang ada di Indonesia saat ini.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pada akhirnya ini tergantung kepada algoritma dan bukan berarti dalam hal ini setiap orang selalu membuat konten yang tidak berguna karena banyak sekali yang berguna tetapi pada akhirnya ketika perbandingan konten yang faedah dan unfaedah akan terlihat jelas perbandingan yang mencolok sebenanrya apalagi untuk Gen Milenial atau Gen Z bahkan mungkin Gen Alpha.

Saya pikir kita semua disini akan sepakat ketika membicarakan pola asuh, sebab itu pondasi dasar bagi seorang anak dan memang rumah atau lingkungan keluarga menjadi sekolah pertama bagi mereka. Namun ada banyak faktor yang pada akhirnya itu akan menjadi sebuah kontradiktif, maksudnya ketika di rumah di ajarkan tentang sesuatu yang baik namun kita juga tidak bisa mengontrol ketika mereka berada di lingkungan luar, termasuk juga di lingkungan sekolah. Saya tidak bermaksud untuk mengatakan lingkungan sekolah buruk, akan tetapi di negara kita sepertinya sekolah juga bisa menjadi salah satu lingkungan yang bisa membawa pengaruh buruk, seperti misalnya tawuran juga berasal dari sekolah.
Ya saya juga setuju bahwa ini ada sisi positif dan ada sisi negatif tergantung penggunanya, namun  saya sedikit tidak setuju pada poin ketika kita memberikan mereka ponsel karena takut atau tidak tega ketika melihat teman sebayanya banyak yang membawa ponsel, sebab menurut saya ada beberapa titik sebagai orang tua harus menghapuskan rasa kasihannya. Ya ini pasti akan ada pro kontra, akan tetapi ini baik agar kita sebagai orang tua bisa lebih peduli lagi terhadap anak.

Mengenai algoritma, anak anak memiliki rasa penasaran yang tinggi, memang mungkin algoritma konten yang mereka tonton akan menyesuaikan, namun ketika mereka mulai mendengar dari temannya tentang sebuah konten pastinya mereka tidak ingin ketinggalan dan pada akhirnya mereka mencari dan mengubah dari algoritma sebelumnya.
Ini saya lihat dari algoritma ponsel keponakan saya, sebelumnya saya melihatnya masih baik baik saja, akan tetapi setelah viralnya konten tauran yang terjadi beberapa waktu lalu seperti misalnya Katak, Bokir (kalau saya tidak salah), itu mengubah algoritma konten yang keponakan saya tonton, dan setelah saya cari tahu itu karena mereka mencari konten tersebut yang mereka dengar dari teman temannya.

Kalau ga salah ini pernah dibahas ama salah satu penghuni grup Discord yang ane ikuti. Dia tinggal dan besar di Australia dan konteksnya ini bukan sekedar anak kecil lihat orang kaya pamer, tapi sampe ke masalah jaringan narkoba dkk. Bayangin aja di SMP udah ada yang jadi kurir. Jadi beda banget konteksnya sama masyarakat Indo, setidaknya saat ini. Ane ga tahu sih sevalid apa cerita orang itu, apalagi dia udah lama lulus dan sekarang udah kerja, tapi dia ga kaget kalau kondisinya jauh lebih buruk sekarang karena penetrasi teknologi jauh lebih tinggi.
Wah ternyata lebih mengerikan dari apa yang saya pikirkan, untuk cerita tersebut saya sebenarnya belum pernah mendengar hal ini terjadi di Indonesia, saya tidak bisa membayangkan jika itu terjadi di Indonesia.
Saya rasa itu menjadi salah satu alasan terkuat kenapa pemerintah disana mengeluarkan kebijakan seperti itu,  terlebih ketika dalam cerita tersebut anak anak sudah ada yang jadi kurir atau pengedar.
Namun untuk kasusnya sendiri di Indonesia juga banyak kasus seorang pelajar menggunakan narkoba dari salah satu sumber yang saya baca.
https://www.rri.co.id/internasional/780910/hani-2024-narkoba-ancam-generasi-muda-indonesia
Pages: [1] 2 3 4 5 »  All
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.19 | SMF © 2006-2009, Simple Machines Valid XHTML 1.0! Valid CSS!