|
MArsland
|
 |
April 13, 2025, 06:05:50 AM |
|
... Jangan terlalu bergantung pada bansos pemerintah yang cairnya tidak jelas, jtidak heran alokasinya kadang hanya ke orang orang terdekat saja dan yang seharusnya layak malah tidak mendapatkan apap apa. Ketergantungan semacam inilah yang membuat masyarakat tidak mau berkembang dengan pergolakan ekonomi.
rejeki dan privilege setiap orang berbeda beda gan, ini yang menyebabkan masih banyaknya orang2 yang mengharapkan mendapatkan bansos dari pemerintah, tetangga saya banyak yang msih mengharapkan dapat bansos dari pemerintah namun malas berusaha untuk dapat penghasilan lebih. Akan tetapi disini lain karena masyarakat yang beragam kita tidak bisa menekankan mereka bekerja keras jika lapangan pekerjaan sulit, pabrik pabrik banyak mengutamakan wanita ketimbang laki laki dan itupun tidak gratis karena pungli ada di dalamnya.
wah, saya sudah lihat sendiri pabrik sekarang ini lebih mengutamakan pekerja wanita ketimbang pria, bukan hanya untuk mengurangi tingkat pengangguran gender wanita namun untuk menekan tingkat kedisplinan pabrik (mereka bilang karyawan wanita lebih mudah di atur, loyal, ulet, rajin ketimbang karyawan pria) Maaf kalau baru ngebales lagi soalnya ketumpuk, tapi saya harus merespon ini mengingat kalau dari segi kinerja ane rasa soal kedisiplinan, rajin dan bisa diatur tergantung masing masing individunya sebab banyak di luar sana wanita yang bekerja dan suaminya nganggur jadi status yang sering kali direndahkan. Kayak film Dunia terbalik dan katanya alasan Emansipasi, wanita karir dan tuntutan ekonomi, itu semua kembali ke masing masing kalau sudah urusan ekonomi kita tidak berhak ikut campur. Intinya fenomena ini harus tetap jadi tantangan, khususnya untuk pria agar lebih kompeten, mau berkembang dan harus memperjuangan apa yang selayaknya diperjuangkan demi menafkahi keluarga. Makanya kalau bisa berkarya, kerja serabutan, buruh, tani pokoknya jauh lebih baik daripada terus terusan bergantung pada program/bantuan pemerintah.
|
|
|
|
|
nara1892
|
 |
April 13, 2025, 03:18:02 PM |
|
Ada banyak bantuan langsung yang diberikan oleh pemerintah saat ini baik dalam bentuk uang tunai maupun sembako. Program pemerintah bukan memberikan jalan untuk masyarakat mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan memberikan bantuan justru akan membuat mindset orang semakin malas untuk bekerja. Belum lagi bicara gonjang-ganjing karena si A mendapatkan bantuan sedangkan si B yang lebih layak tidak mendapatkannya, ini yang terjadi di dalam masyarakat kita karena saya melihat terkadang bantuan tersebut juga tidak tepat sasaran.
Program yang dilakukan oleh pemerintah memang bagus karena mereka mencoba membantu masyarakat akan tetapi seharusnya program yang diberikan berupa pengembangan sumberdaya manusia sehingga kedepan mereka bisa hidup mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan dalam bentuk uang tunai maupun sembako.
Ada kata-kata bijak yang mengatakan "Berilah Kail, Jangan Ikannya" kata bijak ini sangat tepat untuk menanggapi isu Bansos ini, dimana orang yang butuh bantuan itu harus diberikan kemandirian, bukan ketergantungan. Karena Bansos ini sudah seperti zat adiktif kepada masyarakat kelas bawah—mereka ketergantungan pada bantuan pemerintah sampai membuat mereka tidak bisa mandiri. Bisa dilihat anggaran Bansos itu tidak berkurang dari tahun ke tahun, malah justru semakin meningkat, pada tahun ini saja anggaran Bansos itu sekitar 79 triliun. Jelas ini ada yang salah dalam mekanismenya, karena jika program Bansos ini efektif, maka seharusnya jumlah penerimanya itu semakin berkurang—jika itu semakin bertambah, artinya ada suatu yang salah. Pemerintah harusnya bisa melihat hal tersebut, dan mengatasi akar masalahnya, bukan malah memberikan bantuan terus-menerus kepada kalangan bawah ini, jika terus seperti itu artinya pemerintah tidak jauh berbeda dengan orang yang memberikan duit ke para pengemis. Saya suka dengan kata2 anda gan bahwa seharusnya masyarakat di berikan kemandirian dan bukan ketergantungan, disisi lain tindakan yang di lakukan pemerintah ini memang sangat membantu tetapi kalau di lakukan secara terus2an maka tentu akan menimbulkan ketergantungan karena masyarakat nantinya hanya akan menunggu di beri dan bukan berinisiatif mengusahakan untuk memperbaiki situasi ekonomi mereka. Tetapi dari sudut pandang lain saya curiga bahwa ada sesuatu yang membuat pemerintah terus mempertahankan program bansos seperti ini, intinya sepertinya ada pihak2 tertentu yang memanfaatkan situasi, istilahnya menyelam sambil minum air dalam program ini karena melihat adanya dana anggaran yang sangat besar. 
|
|
|
|
|
Raflesia
|
 |
April 14, 2025, 10:31:57 PM |
|
Saya suka dengan kata2 anda gan bahwa seharusnya masyarakat di berikan kemandirian dan bukan ketergantungan, disisi lain tindakan yang di lakukan pemerintah ini memang sangat membantu tetapi kalau di lakukan secara terus2an maka tentu akan menimbulkan ketergantungan karena masyarakat nantinya hanya akan menunggu di beri dan bukan berinisiatif mengusahakan untuk memperbaiki situasi ekonomi mereka. Tetapi dari sudut pandang lain saya curiga bahwa ada sesuatu yang membuat pemerintah terus mempertahankan program bansos seperti ini, intinya sepertinya ada pihak2 tertentu yang memanfaatkan situasi, istilahnya menyelam sambil minum air dalam program ini karena melihat adanya dana anggaran yang sangat besar.  Masalahnya untuk saat ini kita harus sadar bahwa kita sudah ketergantungan terhadap hal tersebut bahkan kita akan menganggap bahwa pemerintah tidak memperdulikan rakyat kecil ketika bantuan itu dihentikan  Ini sudah menjadi fakta yang tidak bisa disangkal sekarang karena pada akhirnya kita memang sudah sangat sulit untuk menghindari situasi ini karena karakteristik untuk sebagian besar wagra negara kita ini memang lebih suka diberikan bantuan daripada diberikan kesempatan. Pemerintah telah mencoba untuk melakukan beberapa seperti contoh untuk prakerja dimana tidak sedikit orang diberikan pelatihan tetapi pada akhinrya hal seperti ini hanya sebagai formalitas saja karena yang di incar hanyalah uang nya saja tidak peduli tentang pelatihan dan pengaplikasian nantinya untuk kehidupan lebih baik yang artinya dalam hal ini kita sudah melihat bahwa mental di sebagian besar masyarakat kita ini hanya peduli tentang hal-hal yang berbau keuntungan sesaat tanpa peduli untuk masa depan. Selama pemerintah menyediakan hal tersebut maka pada akhirnya mereka akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya termasuk untuk uang prakerja yang secara tidak langsung tujuan pemerintah yang baik untuk memberikan fasilitas pelatihan dan modal itu hanya akan diambil uang nya saja adapun untuk pelatihan dan modal awal sebagai langkah awal untuk membuat hidup mereka lebih terarah seperti tujuan awal pemerintah itu tidak akan dipedulikan.
|
|
|
|
|
CcnoutChopper19
Jr. Member
Offline
Activity: 30
Merit: 11
|
 |
April 15, 2025, 01:39:50 PM |
|
wah, saya sudah lihat sendiri pabrik sekarang ini lebih mengutamakan pekerja wanita ketimbang pria, bukan hanya untuk mengurangi tingkat pengangguran gender wanita namun untuk menekan tingkat kedisplinan pabrik (mereka bilang karyawan wanita lebih mudah di atur, loyal, ulet, rajin ketimbang karyawan pria)
Maaf kalau baru ngebales lagi soalnya ketumpuk, tapi saya harus merespon ini mengingat kalau dari segi kinerja ane rasa soal kedisiplinan, rajin dan bisa diatur tergantung masing masing individunya sebab banyak di luar sana wanita yang bekerja dan suaminya nganggur jadi status yang sering kali direndahkan. Kayak film Dunia terbalik dan katanya alasan Emansipasi, wanita karir dan tuntutan ekonomi, itu semua kembali ke masing masing kalau sudah urusan ekonomi kita tidak berhak ikut campur. Intinya fenomena ini harus tetap jadi tantangan, khususnya untuk pria agar lebih kompeten, mau berkembang dan harus memperjuangan apa yang selayaknya diperjuangkan demi menafkahi keluarga. Makanya kalau bisa berkarya, kerja serabutan, buruh, tani pokoknya jauh lebih baik daripada terus terusan bergantung pada program/bantuan pemerintah. Yah betul, sebenarnya pemerintah negara kita ini mengutamakan bansos namun mempersulit peluang pekerjaan untuk laki laki dan kebanyakan di setiap perusahaan di daerah di penuhi oleh karyawan wanita. Termasuk di daerah saya wanita lebih mudah mendapatkan pekerjaan di banding pria yang sangat sulit karena setiap perusahaan atau PT di daerah saya itu mengutamakan wanita. Maka dampaknya tingkat pengganguran di negara kita itu sangat tinggi dan sebetulnya ini mempengaruhi beberapa faktor faktor, salah satu contohnya yaitu perceraiaan rumah tangga karena istri merasa penghasilan lebih tinggi dari pada suaminya. Menurut saya pemerintah harus lebih mempertimbangkan itu dan jangan mengutamakan bansos atau bantuan sosial sehingga membiarkan penggangguran tidak mendapatkan peluang bekerja. Dan jika ada peluang untuk pria bekerja di negara kita sangat meperumit syarat syarat untuk bisa masuk di perusahaan itu sehingga kebanyakan anak muda sangat muak terhadap hal itu dan mereka lebih memilih bekerja di luar negara.
|
|
|
|
|
|
Tamaperdana
|
 |
April 18, 2025, 12:05:59 PM |
|
wah, saya sudah lihat sendiri pabrik sekarang ini lebih mengutamakan pekerja wanita ketimbang pria, bukan hanya untuk mengurangi tingkat pengangguran gender wanita namun untuk menekan tingkat kedisplinan pabrik (mereka bilang karyawan wanita lebih mudah di atur, loyal, ulet, rajin ketimbang karyawan pria)
Maaf kalau baru ngebales lagi soalnya ketumpuk, tapi saya harus merespon ini mengingat kalau dari segi kinerja ane rasa soal kedisiplinan, rajin dan bisa diatur tergantung masing masing individunya sebab banyak di luar sana wanita yang bekerja dan suaminya nganggur jadi status yang sering kali direndahkan. Kayak film Dunia terbalik dan katanya alasan Emansipasi, wanita karir dan tuntutan ekonomi, itu semua kembali ke masing masing kalau sudah urusan ekonomi kita tidak berhak ikut campur. Intinya fenomena ini harus tetap jadi tantangan, khususnya untuk pria agar lebih kompeten, mau berkembang dan harus memperjuangan apa yang selayaknya diperjuangkan demi menafkahi keluarga. Makanya kalau bisa berkarya, kerja serabutan, buruh, tani pokoknya jauh lebih baik daripada terus terusan bergantung pada program/bantuan pemerintah. Yah betul, sebenarnya pemerintah negara kita ini mengutamakan bansos namun mempersulit peluang pekerjaan untuk laki laki dan kebanyakan di setiap perusahaan di daerah di penuhi oleh karyawan wanita. Termasuk di daerah saya wanita lebih mudah mendapatkan pekerjaan di banding pria yang sangat sulit karena setiap perusahaan atau PT di daerah saya itu mengutamakan wanita. Maka dampaknya tingkat pengganguran di negara kita itu sangat tinggi dan sebetulnya ini mempengaruhi beberapa faktor faktor, salah satu contohnya yaitu perceraiaan rumah tangga karena istri merasa penghasilan lebih tinggi dari pada suaminya. Menurut saya pemerintah harus lebih mempertimbangkan itu dan jangan mengutamakan bansos atau bantuan sosial sehingga membiarkan penggangguran tidak mendapatkan peluang bekerja. Dan jika ada peluang untuk pria bekerja di negara kita sangat meperumit syarat syarat untuk bisa masuk di perusahaan itu sehingga kebanyakan anak muda sangat muak terhadap hal itu dan mereka lebih memilih bekerja di luar negara. Fenomena semacam ini bagi saya lumayan cukup menyedihkan, karena di tempat saya tinggal pun hampir semua pabrik di semua bidang lebih mengutamakan wanita daripada pria. Alasannya juga sama karena wanita di anggap lebih gampang di atur dalam pekerjaan nya. Tapi saya rasa hal seperti ini benar-benar sebuah aspek yang sangat keliru. Karena pada dasarnya laki-laki adalah penanggung jawab di dalam sebuah keluarga, jadi seharusnya pihak perusahaan mengerti akan hal tersebut. Karena jika alasannya karena wanita lebih mudah di atur, saya rasa hal tersebut adalah alasan yang benar-benar kurang adil dan terlalu memihak. Karena pada dasarnya tidak semua laki-laki itu sulit di atur dan tidak semua wanita juga bisa di atur dengan baik. Jadi di sinilah seharusnya pihak pemerintah melakukan tindakan. Seperti membuat peraturan bahwa laki-laki harus di jadikan prioritas untuk mendapatkan pekerjaan di semua perusahaan yang ada di Indonesia. Karena jika terus menerus seperti ini, laki-laki pasti akan terus terpojokan. Jadi pemerintah harus mulai membenahi hal ini, supaya semuanya berjalan sesuai semestinya.
|
|
|
|
edy_58
Member

Offline
Activity: 514
Merit: 80
|
 |
April 21, 2025, 04:17:53 PM |
|
Ada kata-kata bijak yang mengatakan "Berilah Kail, Jangan Ikannya" kata bijak ini sangat tepat untuk menanggapi isu Bansos ini, dimana orang yang butuh bantuan itu harus diberikan kemandirian, bukan ketergantungan. Karena Bansos ini sudah seperti zat adiktif kepada masyarakat kelas bawah—mereka ketergantungan pada bantuan pemerintah sampai membuat mereka tidak bisa mandiri. Bisa dilihat anggaran Bansos itu tidak berkurang dari tahun ke tahun, malah justru semakin meningkat, pada tahun ini saja anggaran Bansos itu sekitar 79 triliun. Jelas ini ada yang salah dalam mekanismenya, karena jika program Bansos ini efektif, maka seharusnya jumlah penerimanya itu semakin berkurang—jika itu semakin bertambah, artinya ada suatu yang salah. Pemerintah harusnya bisa melihat hal tersebut, dan mengatasi akar masalahnya, bukan malah memberikan bantuan terus-menerus kepada kalangan bawah ini, jika terus seperti itu artinya pemerintah tidak jauh berbeda dengan orang yang memberikan duit ke para pengemis.
Saya suka dengan kata2 anda gan bahwa seharusnya masyarakat di berikan kemandirian dan bukan ketergantungan, disisi lain tindakan yang di lakukan pemerintah ini memang sangat membantu tetapi kalau di lakukan secara terus2an maka tentu akan menimbulkan ketergantungan karena masyarakat nantinya hanya akan menunggu di beri dan bukan berinisiatif mengusahakan untuk memperbaiki situasi ekonomi mereka. Tetapi dari sudut pandang lain saya curiga bahwa ada sesuatu yang membuat pemerintah terus mempertahankan program bansos seperti ini, intinya sepertinya ada pihak2 tertentu yang memanfaatkan situasi, istilahnya menyelam sambil minum air dalam program ini karena melihat adanya dana anggaran yang sangat besar.  Masyarakat yang diberikan kemandirian tentu saja akan terus mengembangkan diri mereka untuk menjadi lebih baik darisebelumnya tentunya hal tersebut akan sangat membantu perkembangan perekonomian yang ada namun jika masyarakat memiliki ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah tentu saja mereka akan malas dalam berusaha untuk mengembangkan diri mereka dan hal tersebut tentu saja akan sulit untuk memperbaiki kehidupan mereka menjadi lebih baik lagi. Jika memang dibalik program bansos ada oknum dari pemerintah yang memanfaatkan kondisi tersebut maka pemerintah perlu mengkaji kembali program tersebut karena jika memang hal tersebut benar adanya tentu saja masyarakat akan sangat dirugikan dengan sedikit bantuan yang mereka terima akan membuat malas dalam mengembangkan diri menjadi lebih baik dari kemarin dan para oknum tersebut terus menambah kekayaan mereka tentu saja hal ini akan sangat merugikan banyak orang.
|
|
|
|
|
Raflesia
|
 |
April 21, 2025, 06:41:06 PM |
|
Menurut saya pemerintah harus lebih mempertimbangkan itu dan jangan mengutamakan bansos atau bantuan sosial sehingga membiarkan penggangguran tidak mendapatkan peluang bekerja. Dan jika ada peluang untuk pria bekerja di negara kita sangat meperumit syarat syarat untuk bisa masuk di perusahaan itu sehingga kebanyakan anak muda sangat muak terhadap hal itu dan mereka lebih memilih bekerja di luar negara.
Saya membahas ini diatas dengan contoh prakerja dimana yang melakukan atau pernah mendaftar prakerja pasti merasakan ketika banyak sekali peluang atau edukasi tentang pekerjaan atau keterampilan yang bisa diasah dan itu sebenarnya sebagai salah satu bentuk pemerintah dalam mencoba untuk menanggulangi pengangguran dengan memberikan basic skill agar bisa dimanfaatkan dengan baik tetapi pada faktanya tidak jarang hal seperti ini hanya dianggap sebagai sebuah formalitas karena yang dituju adalah uangnya saja bukan pelatihan untuk mendapatkan softskill yang bisa diterapkan sebagai salah satu modal untuk kita pengembangan diri. Itu menjadi bukti bahwa sekalipun pada akhirnya ada sebagian orang yang mengharapkan pemerintah untuk melakukan beberapa pengembangan termasuk untuk masalah pekerjaan tetapi pada akhirnya dengan mental masyarakat di negara kita yang ketika diberikan uang selalu saja merasa diri mereka paling pantas dan selama bisa didapatkan dengan gratis (dari pemerintah) untuk apa melakukan pekerjaan capek, maka situasi ini tidak akan berubah karena memang pola pikir mayoritas masyarakat kitalah yang memang saat ini bermasalah. Bukan berarti saya membela pemerintah dalam hal ini tetapi permasalahannya adalah sebelum kita mencoba menekan pemerintah sedemikian rupa maka kita juga harus melihat kualitas masyarakat yang ada saat ini dan jujur saja saya rasa dari segi hal memang sumber daya kita juga masih sangat kurang sehingga akan sangat sulit bagi pemerintah untuk melakukan beberapa hal untuk peningkatan karena memang kita tidak bisa mencerna tujuan pemerintah dengan baik karena memang hanya berfikir sesaat dimana dengan mendapatkan uang maka kita masih bisa terus hidup. Jika hal seperti ini terus terjadi bantuan apapun dari pemerintah terlepas dari sifatnya tentang pengembangan dalam pekerjaan maupun dalam bentuk uang maka pada akhirnya situasinya akan tetap sama.
|
|
|
|
|
|
Xcode7
|
 |
April 22, 2025, 08:40:13 AM |
|
Saya suka dengan kata2 anda gan bahwa seharusnya masyarakat di berikan kemandirian dan bukan ketergantungan, disisi lain tindakan yang di lakukan pemerintah ini memang sangat membantu tetapi kalau di lakukan secara terus2an maka tentu akan menimbulkan ketergantungan karena masyarakat nantinya hanya akan menunggu di beri dan bukan berinisiatif mengusahakan untuk memperbaiki situasi ekonomi mereka. Tetapi dari sudut pandang lain saya curiga bahwa ada sesuatu yang membuat pemerintah terus mempertahankan program bansos seperti ini, intinya sepertinya ada pihak2 tertentu yang memanfaatkan situasi, istilahnya menyelam sambil minum air dalam program ini karena melihat adanya dana anggaran yang sangat besar.  Terlepas dari ada appa dibalik program ini namun saya pikir dari sebagian orang yang mendapatkan bantuan tesebut memang benar benar sangat membutuhkan dan saya menganggapnya itu tepat sasaran contohnya seperti bansos yang diberikan untuk lansia yang tidak memungkikan lagi untuk bekerja sehingga bantuan pemerintah adalah satu satunya yang bisa menyelamatkan mereka untuk terus melanjutkan hidup. Dan memang ada banyak juga yang tidak tepat sasaran yang membuat kata kata ketergantungan hinga menyebabkan malas untuk mberusaha ataupun tidak mandiri juga bisa di benarkan, nama nya juga di indonesia gan, banyak ordal nya sehingga banyak juga bantuan yang tidak tepat sasarn dan hanya diberikan untuk orang sekeliling penguasa baik itu di tingkat besar maupun kecil saya melihatnya sama saja. Tapi secara keseluruhan menurut saya bantuan pemerintah banyak dampak positifnya juga untuk masyarakat dan itu harus di akui.
|
|
|
|
|
|
Dickiy
|
 |
April 22, 2025, 11:32:32 AM |
|
Saya termasuk orang yang tidak berharap pada bantuan dari pemerintah pada dasarnya saya berdiri dengan kaki saya sendiri jadi saya harus bisa memenuhi apa yang saya inginkan dan saya butuhkan dengan kerja saya sendiri, dan ya memang saya suka melihat banyak video bantuan dari pemerintah atau secara langsung tapi jujur saya tidak pernah mengambilnya karena saya merasa saya masih bisa memenuhinya jadi saya memberikannya kepada orang lain. Bagi orang yang berpikirnya buruk bisa jadi memang mereka akan menjadi malas untuk bergerak atau bekerja ketika mereka hanya di suapi oleh pemerintah tapi kenyataannya pemerintah pun memberikan bantuan tidak secara konsisten bukan? hanya sesekali saja dan itu pun bentuk atau jumlahnya pun tidak seberapa.
|
|
|
|
|
|
MarjorieZimmermanGinger
|
 |
April 24, 2025, 04:35:53 AM |
|
Masyarakat yang diberikan kemandirian tentu saja akan terus mengembangkan diri mereka untuk menjadi lebih baik darisebelumnya tentunya hal tersebut akan sangat membantu perkembangan perekonomian yang ada namun jika masyarakat memiliki ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah tentu saja mereka akan malas dalam berusaha untuk mengembangkan diri mereka dan hal tersebut tentu saja akan sulit untuk memperbaiki kehidupan mereka menjadi lebih baik lagi.
Pemerintah harus memberikan akses kepada masyarakat kita sehingga mereka bisa mencapai kehidupan yang lebih baik dengan cara memastikan lapangan pekerjaan yang memadai dan di fasilitas oleh negara. Bantuan bansos efektif di jangka pendek akan tetapi tidak memberikan dampak untuk jangka panjang terhadap proses kemajuan masyarakat itu sendiri. Indonesia merupakan negara besar yang memiliki jumlah penduduk yang sangat padat dan mungkin perlu adanya langkah besar untuk mendidik generasi untuk mencapai tahap kehidupan yang lebih baik. Penerima bansos bisa di arahkan untuk mengembangkan produk melalui UMKM atau bantuan uang langsung bisa dijadikan sebagai modal untuk menciptakan produk yang berbasis kebutuhan dasar seperti makanan atau lain sebagainya. Pemerintah desa bisa membuat kebijakan tentang pengelolaan meskipun jika diperhatikan sulit karena ini harus di mulai dan dipastikan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
|
| ..Stake.com.. | | | ▄████████████████████████████████████▄ ██ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██ ▄████▄ ██ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██████████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██ ██████ ██ ██████████ ██ ██ ██████████ ██ ▀██▀ ██ ██ ██ ██████ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██████ ██ █████ ███ ██████ ██ ████▄ ██ ██ █████ ███ ████ ████ █████ ███ ████████ ██ ████ ████ ██████████ ████ ████ ████▀ ██ ██████████ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██████████ ██ ██ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██ ▀█████████▀ ▄████████████▄ ▀█████████▀ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄███ ██ ██ ███▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██████████████████████████████████████████ | | | | | | ▄▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▄ █ ▄▀▄ █▀▀█▀▄▄ █ █▀█ █ ▐ ▐▌ █ ▄██▄ █ ▌ █ █ ▄██████▄ █ ▌ ▐▌ █ ██████████ █ ▐ █ █ ▐██████████▌ █ ▐ ▐▌ █ ▀▀██████▀▀ █ ▌ █ █ ▄▄▄██▄▄▄ █ ▌▐▌ █ █▐ █ █ █▐▐▌ █ █▐█ ▀▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▀█ | | | | | | ▄▄█████████▄▄ ▄██▀▀▀▀█████▀▀▀▀██▄ ▄█▀ ▐█▌ ▀█▄ ██ ▐█▌ ██ ████▄ ▄█████▄ ▄████ ████████▄███████████▄████████ ███▀ █████████████ ▀███ ██ ███████████ ██ ▀█▄ █████████ ▄█▀ ▀█▄ ▄██▀▀▀▀▀▀▀██▄ ▄▄▄█▀ ▀███████ ███████▀ ▀█████▄ ▄█████▀ ▀▀▀███▄▄▄███▀▀▀ | | | ..PLAY NOW.. |
|
|
|
|