|
pusaka
|
 |
June 11, 2025, 02:52:13 PM |
|
Tidak ada ormas yang didirikan dengan tujuan ga bener, semua pasti akan mengatakan mereka mendirikan ormas untuk tujuan baik. Dan memang secara formal mereka memiliki tujuan baik dan bahkan mereka juga memiliki AD ART, yang kita tahu mereka juga berbadan hukum juga ketika mendirikan sebuah ormas.
Jika kita mengatakan mereka adalah oknum, tapi oknum juga jika disatukan itu bisa membentuk ormas baru. Para petinggi mereka juga mengatakan akan menindak anggotanya jika berbuat tidak sesuai atau melanggar hukum. Namun menurut saya itu adalah kata kata basi yang sudah sangat sering kita dengar.
Bayangkan saja bagaimana kita mau respect atau percaya pada mereka, sedangkan ketika ada pembangunan di daerah tertentu mereka selalu meminta "jatah".
Bukan itu saja, ormas juga sekarang bisa dijadikan sebagai salah satu kendaraan politik, mungkin kita tidak asing salah satu tokoh ormas mencalonkan diri dalam pemilihan politik atau pejabat datang kepada mereka untuk mendapatkan dukungan, secara ormas memiliki masa yang bisa memberikan suara banyak.
|
|
|
|
|
Juse14
Sr. Member
  
Offline
Activity: 1568
Merit: 489
Bitcoin
|
 |
June 12, 2025, 04:56:46 PM Merited by BABY SHOES (1) |
|
Tidak ada ormas yang didirikan dengan tujuan ga bener, semua pasti akan mengatakan mereka mendirikan ormas untuk tujuan baik. Dan memang secara formal mereka memiliki tujuan baik dan bahkan mereka juga memiliki AD ART, yang kita tahu mereka juga berbadan hukum juga ketika mendirikan sebuah ormas.
Jika kita mengatakan mereka adalah oknum, tapi oknum juga jika disatukan itu bisa membentuk ormas baru. Para petinggi mereka juga mengatakan akan menindak anggotanya jika berbuat tidak sesuai atau melanggar hukum. Namun menurut saya itu adalah kata kata basi yang sudah sangat sering kita dengar.
Bayangkan saja bagaimana kita mau respect atau percaya pada mereka, sedangkan ketika ada pembangunan di daerah tertentu mereka selalu meminta "jatah".
Bukan itu saja, ormas juga sekarang bisa dijadikan sebagai salah satu kendaraan politik, mungkin kita tidak asing salah satu tokoh ormas mencalonkan diri dalam pemilihan politik atau pejabat datang kepada mereka untuk mendapatkan dukungan, secara ormas memiliki masa yang bisa memberikan suara banyak.
Siapa bilang semua ormas itu dibentuk dengan tujuan yang benar dan mulia? Kenyataannya, banyak sekali ormas yang tujuannya menyimpang dan bahkan keluar dari asas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dan tidak sedikit bahwa ada ormas yang berpaham radikal, ekstrimis dan premanisme. Dan memang ormas itu memiliki AD dan ART, tetapi yang namanya AD dan ART itu bisa dibuat dengan meng-copy paste dari oragnasi lain, yang terpenting mereka bisa memilikinya untuk memenuhi persyaratan agar memiliki legalitas organisasi. Saya cukup ragu jika mereka benar-benar merumuskan AD dan ART tersebut dan menjalankannya sesuai amanah organisasi. Dan yang membuat saya tidak mengerti mengapa mereka bisa dengan mudahnya mendapatkan legalitas tersebut, terlebih lagi jika musim kampanye, banyak sekali ormas baru yang bermunculan. Mereka sangat mudah sekali membentuk sebuah ormas yang bahkan memiliki tujuan yang tidak jelas.
|
|
|
|
|
reagansimms
|
 |
June 15, 2025, 08:05:53 AM |
|
Berdasarkan judul dari 6 artikel yang terlampir dalam topik, semakin kesini Ormas semakin tergelincir dari tujuannya. Pembentukan ormas dilegalkan dan ini sudah dituang dalam perpu pembentukan ormas, tapi semakin lama tingkah mereka semakin meresahkan masyarakat, mereka bertindak seolah-olah seperti aparatur negara yang memiliki wewenang penuh atas satu peristiwa.
Sekarang mereka lebih mementingkan kepentingan individu atau kelompok daripada memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan masyarakat, jadi tidak heran mereka dianggap sebagai kelompok preman yang hanya menciptakan suasana keruh ditengah-tengah masyarakat. Mengenai Grib Jaya, lihat saja siapa pemimpinnya, jadi tidak heran kenapa perkembangbiakan mereka sangat cepat. Saya pikir perlu penataan ulang terhadap Ormas agar masyarakat tidak semakin tertekan dengan kehadiran mereka.
|
|
|
|
|
|
Xcode7
|
 |
June 15, 2025, 02:32:10 PM |
|
Berdasarkan judul dari 6 artikel yang terlampir dalam topik, semakin kesini Ormas semakin tergelincir dari tujuannya. Pembentukan ormas dilegalkan dan ini sudah dituang dalam perpu pembentukan ormas, tapi semakin lama tingkah mereka semakin meresahkan masyarakat, mereka bertindak seolah-olah seperti aparatur negara yang memiliki wewenang penuh atas satu peristiwa.
Sekarang mereka lebih mementingkan kepentingan individu atau kelompok daripada memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan masyarakat, jadi tidak heran mereka dianggap sebagai kelompok preman yang hanya menciptakan suasana keruh ditengah-tengah masyarakat. Mengenai Grib Jaya, lihat saja siapa pemimpinnya, jadi tidak heran kenapa perkembangbiakan mereka sangat cepat. Saya pikir perlu penataan ulang terhadap Ormas agar masyarakat tidak semakin tertekan dengan kehadiran mereka.
Awalnya hanya oknumnya saja namun makin kesini saya melihat memang tujuan utama ormas ini sudah sangat melenceng dan bahkan mereka memanfaatkan lembaga ini untuk keperluan pribadi ataupun kelompok yang merugikan masyarakat dan bahkan banyak juga yang anarkis sehingga mereka tidak jauh beda dengan premanisme hanya saja mereka sudah dibawah ormas ataupun kelompok tersendiri yang di anggap legal. Yang terbaru ormas baru yaitu Grib, jelas ketua umumnya adalah seorang preman yang terkenal di Indonesia jadi kita bisa melihat kalau tingkah laku mereka tidak jauh berbeda dengan preman dan untuk menata ulang ini saya pikir bukan hal yang mudah karena rata rata kelompok ini memiliki bekingan yang kuat di pemerintahan sehingga mereka bisa semen-mena.
|
|
|
|
|
|
khiholangkang
|
 |
June 15, 2025, 03:11:41 PM |
|
Berdasarkan judul dari 6 artikel yang terlampir dalam topik, semakin kesini Ormas semakin tergelincir dari tujuannya. Pembentukan ormas dilegalkan dan ini sudah dituang dalam perpu pembentukan ormas, tapi semakin lama tingkah mereka semakin meresahkan masyarakat, mereka bertindak seolah-olah seperti aparatur negara yang memiliki wewenang penuh atas satu peristiwa.
Sekarang mereka lebih mementingkan kepentingan individu atau kelompok daripada memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan masyarakat, jadi tidak heran mereka dianggap sebagai kelompok preman yang hanya menciptakan suasana keruh ditengah-tengah masyarakat. Mengenai Grib Jaya, lihat saja siapa pemimpinnya, jadi tidak heran kenapa perkembangbiakan mereka sangat cepat. Saya pikir perlu penataan ulang terhadap Ormas agar masyarakat tidak semakin tertekan dengan kehadiran mereka.
Nampaknya baik ormas maupun preman tidak ada bedanya, hanya saja premanisme yang dilakukan oleh ormas lebih terstruktur. Di satu sisi dengan terbentuknya ormas ini seharusnya akan lebih mudah bagi pemerintah dan juga aparat penegak hukum untuk dapat melakukan pengawasan secara langsung terhadap eks masyarakat yang nakal, namun di sisi lain dengan terhimpunnya mereka menjadi suatu kelompok tertentu, hal ini membuat mereka semakin kuat hingga membuat mereka bertindak semena-mena dan mengancam ketertiban masyarakat secara keseluruhan, serta menjadi faktor penghambat kemajuan negara. dan yang membuat saya tidak cukup mengerti bahwa tidak sedikit Ormas dan OKP yang rusuh tersebut merupakan sayap dari partai tertentu, yang dengan kata lain kerusuhan tersebut terkadang sengaja diciptakan atas perintah petinggi partainya. Dan jika di daerah, dinas yang menagani perihal tersebut adalah KESBANGPOL (Kesatuan Bangsa dan Politik), dan lagu lama yang sering mereka nyanyikan ketika ada ormas tertentu yang tidak tertib, nye nye nye "Jumlah kami terlalu sedikit, sehingga sulit bagi kami untuk bisa melakukan pengawasan langsung terhadap ormas yang jumlahnya begitu banyak" Dan sepertinya benar apa yang anda smapaikan bahwa pemerintah harus kembali menijau ulang mengenau undang-undang pembentukan ormas, karena selain cukup banyak ormas yang mal administrasi tetapi cukup banyak pula ormas yang yang tujuannya keluar dari nilai-nilai budaya, pancasial dan undang-undang.
|
.Winna.com.. | │ | ░░░░░░░▄▀▀▀ ░░█ █ █▒█ ▐▌▒▐▌ ▄▄▄█▒▒▒█▄▄▄ █████████████ █████████████ ▀███▀▒▀███▀
▄▄▄▄▄▄▄▄
| | ██████████████ █████████████▄ █████▄████████ ███▄███▄█████▌ ███▀▀█▀▀██████ ████▀▀▀█████▌█ ██████████████ ███████████▌██ █████▀▀▀██████
▄▄▄▄▄▄▄▄
| | | THE ULTIMATE CRYPTO ...CASINO & SPORTSBOOK... ───── ♠ ♥ ♣ ♦ ───── | | | ▄▄██▄▄ ▄▄████████▄▄ ▄██████████████▄ ████████████████ ████████████████ ████████████████ ▀██████████████▀ ▀██████████▀ ▀████▀
▄▄▄▄▄▄▄▄
| | ▄▄▀███▀▄▄ ▄███████████▄ ███████████████ ███▄▄█▄███▄█▄▄███ █████▀█████▀█████ █████████████████ ███████████████ ▀███████████▀ ▀▀█████▀▀
▄▄▄▄▄▄▄▄
| │ | ►
► | .....INSTANT..... WITHDRAWALS ...UP TO 30%... LOSSBACK | │ |
| │ |
PLAY NOW |
|
|
|
|
Ryu_Ar1
|
 |
June 16, 2025, 09:41:25 PM |
|
Nampaknya baik ormas maupun preman tidak ada bedanya, hanya saja premanisme yang dilakukan oleh ormas lebih terstruktur. Di satu sisi dengan terbentuknya ormas ini seharusnya akan lebih mudah bagi pemerintah dan juga aparat penegak hukum untuk dapat melakukan pengawasan secara langsung terhadap eks masyarakat yang nakal, namun di sisi lain dengan terhimpunnya mereka menjadi suatu kelompok tertentu, hal ini membuat mereka semakin kuat hingga membuat mereka bertindak semena-mena dan mengancam ketertiban masyarakat secara keseluruhan, serta menjadi faktor penghambat kemajuan negara. dan yang membuat saya tidak cukup mengerti bahwa tidak sedikit Ormas dan OKP yang rusuh tersebut merupakan sayap dari partai tertentu, yang dengan kata lain kerusuhan tersebut terkadang sengaja diciptakan atas perintah petinggi partainya.
Sekarang ini memang sepertinya kebanyakan yang ada dalam ormas hanya sebagai kedok untuk melakukan aksi premanisme karena melihat dari beberapa yang terjadi dan yang kita rasakan meskipun tidak semua ormas melakukan hal tersebut tetapi memang kebanyakan (yang dikatakan sebagai oknum) selalu saja melakukan hal sesuka mereka dengan dalih ormas yang dilandasi payung hukum. Kita bisa mengambil contoh dimana ketika ramadhan beberapa waktu lalu dimana banyak sekali ormas yang terkesan memaksa untuk meminta THR yang justru itu sedikit meresahkan berbeda dengan tujuan dibentuknya mereka sebagai ormas. Selain itu, ada beberapa daerah atau tempat wisata (termasuk di daerah saya) dimana ormas merah hitam yang memegang kendali yang justru itu membuat tempat wisata yang asalnya rame menjadi sepi karena banyak sekali hal-hal yang berbau pungli dengan dalih uang keamanan, kebersihan dan bla bla bla. Sebenarnya tujuan dan UU tentang ormas itu sudah sangat bagus tetapi memang pada akhirnya pengaplikasiannya saja yang kurang terlalu berjalan sesuai dengan rencana, saya juga tidak sepenuhnya tidak menyukai ormas jika pada akhinrya ormas yang terbentuk itu sesuai dengan tujuan yang seharusnya tetapi memang untuk saat ini khusus untuk daerah saya karena saya tidak tahu daerah yang lain ormasnya seperti apa, ormas yang ada di daerah saya benar-benar hanya seperti kumpulan orang-orang yang memang ingin melakukan aksi premanisme dengan payung hukum dari pemerintah.
|
|
|
|
|
retreat
|
 |
June 18, 2025, 08:45:42 AM |
|
Tidak ada ormas yang didirikan dengan tujuan ga bener, semua pasti akan mengatakan mereka mendirikan ormas untuk tujuan baik. Dan memang secara formal mereka memiliki tujuan baik dan bahkan mereka juga memiliki AD ART, yang kita tahu mereka juga berbadan hukum juga ketika mendirikan sebuah ormas.
Secara "formal" memang ormas-ormas ini mempunyai visi dan misi yang begitu baiknya, namun fakta dilapangan itu bisa berbeda 180 derajat - bahkan bisa dikatakan kalau mayoritas dari anggotanya itu tidak memahami visi dan misi dari organisasi tersebut, yang terpenting mereka masuk, apakah karena ajakan teman atau biar terlihat keren, dan kemudian mereka bertindak arogan karena mengenakan simbol-simbol ormas tersebut, apalagi jika mereka berada di basis wilayah ormas tersebut. Jadi dalam prakteknya kebanyakan ormas ini tidak jelas fungsinya apa, katanya untuk menjaga keamanan dan sebagai wadah solidaritas, namun faktanya banyak masyarakat menganggap kalau ormas ini hanya menganggu ketertiban dan kenyaman masyakat dan tidak ada fungsinya sama sekali.
|
|
|
|
|
|
| R |
▀▀▀▀▀▀▀██████▄▄ ████████████████ ▀▀▀▀█████▀▀▀█████ ████████▌███▐████ ▄▄▄▄█████▄▄▄█████ ████████████████ ▄▄▄▄▄▄▄██████▀▀ | LLBIT | | | 4,000+ GAMES███████████████████ ██████████▀▄▀▀▀████ ████████▀▄▀██░░░███ ██████▀▄███▄▀█▄▄▄██ ███▀▀▀▀▀▀█▀▀▀▀▀▀███ ██░░░░░░░░█░░░░░░██ ██▄░░░░░░░█░░░░░▄██ ███▄░░░░▄█▄▄▄▄▄████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ | █████████ ▀████████ ░░▀██████ ░░░░▀████ ░░░░░░███ ▄░░░░░███ ▀█▄▄▄████ ░░▀▀█████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀ | █████████ ░░░▀▀████ ██▄▄▀░███ █░░█▄░░██ ░████▀▀██ █░░█▀░░██ ██▀▀▄░███ ░░░▄▄████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀ |
| | | | | | .
| | | ▄▄████▄▄ ▀█▀▄▀▀▄▀█▀ ▄▄░░▄█░██░█▄░░▄▄ ▄▄█░▄▀█░▀█▄▄█▀░█▀▄░█▄▄ ▀▄█░███▄█▄▄█▄███░█▄▀ ▀▀█░░░▄▄▄▄░░░█▀▀ █░░██████░░█ █░░░░▀▀░░░░█ █▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄█ ▄░█████▀▀█████░▄ ▄███████░██░███████▄ ▀▀██████▄▄██████▀▀ ▀▀████████▀▀ | . ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ░▀▄░▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄░▄▀ ███▀▄▀█████████████████▀▄▀ █████▀▄░▄▄▄▄▄███░▄▄▄▄▄▄▀ ███████▀▄▀██████░█▄▄▄▄▄▄▄▄ █████████▀▄▄░███▄▄▄▄▄▄░▄▀ ████████████░███████▀▄▀ ████████████░██▀▄▄▄▄▀ ████████████░▀▄▀ ████████████▄▀ ███████████▀ | ▄▄███████▄▄ ▄████▀▀▀▀▀▀▀████▄ ▄███▀▄▄███████▄▄▀███▄ ▄██▀▄█▀▀▀█████▀▀▀█▄▀██▄ ▄██▀▄███░░░▀████░███▄▀██▄ ███░████░░░░░▀██░████░███ ███░████░█▄░░░░▀░████░███ ███░████░███▄░░░░████░███ ▀██▄▀███░█████▄░░███▀▄██▀ ▀██▄▀█▄▄▄██████▄██▀▄██▀ ▀███▄▀▀███████▀▀▄███▀ ▀████▄▄▄▄▄▄▄████▀ ▀▀███████▀▀ | | OFFICIAL PARTNERSHIP SOUTHAMPTON FC FAZE CLAN SSC NAPOLI |
|
|
|
|
maydna
|
 |
June 20, 2025, 09:02:57 AM |
|
Jika ormas-ormas itu bisa membantu kerja pemerintah dalam melayani masyarakat, mereka tidak akan dicap buruk oleh masyarakat. Tapi yang terjadi adalah banyak dari ormas-ormas ini yang kemudian merasa memiliki kekuasaan "kecil" sehingga mereka kemudian mulai mengganggu masyarakat. Tidak jarang pula mereka memiliki imbalan atau kasarnya "jatah" kepada bisnis yang ada di jalan.
Dan sepertinya para penguasa juga belum mengambil "tindakan tegas" kepada ormas yang melewati batasnya. Masyarakat juga takut untuk bertindak karena kalah "massa" dan pemalakan itu terjadi di banyak tempat.
|
|
|
|
|
Raflesia
|
 |
June 20, 2025, 07:08:34 PM |
|
Dan sepertinya para penguasa juga belum mengambil "tindakan tegas" kepada ormas yang melewati batasnya. Masyarakat juga takut untuk bertindak karena kalah "massa" dan pemalakan itu terjadi di banyak tempat.
Mereka tidak akan mengambil tindakan itu karena pada akhirnya dengan adanya ormas ini bisa membantu menaikan elektabilitas meereka karena jangan lupakan bahwa fungsi ormas saat ini bahkan lebih mengarah kepada hal-hal yang berbau politik agar bisa merealisasikan apa yang mereka harapkan karena kita tahu bahwa untuk sekarang basis ormas bisa memiliki peranan penting dalam penggandaan suara, selain itu banyak dari penguasa juga berada dalam ormas tersebut yang membuat mereka tidak akan mengganggu ormas karena mereka para penguasa juga bisa menjadikan ini sebagai pion untuk kelancaran tujuan mereka. Jangankan untuk yang terbesar karena di ruang lingkup terkecil saja (seperti desa) pada akhirnya ini menjadi sebuah peranan yang cukup vital karena saya ingin membahas tentang apa yang terjadi di daerah atau desa saya saat ini dimana hampir semua dikuasai oleh ormas (di lingkungan saya menyebutnya ormas hajat) bahkan untuk sekarang ada hal yang cukup nyeleneh dimana pemilihan kades yang akan digelar beberapa tahun lagi pun sudah ada calon dimana dia adalah salah satu petinggi ormas itu di kecamatan saya sehingga tidak sedikit orang atau calon yang sekarang ingin menjadi pesaing justru takut terkena masalah duluan.
|
|
|
|
|
|
bangjoe
|
 |
June 21, 2025, 04:27:31 PM |
|
Jika ormas-ormas itu bisa membantu kerja pemerintah dalam melayani masyarakat, mereka tidak akan dicap buruk oleh masyarakat. Tapi yang terjadi adalah banyak dari ormas-ormas ini yang kemudian merasa memiliki kekuasaan "kecil" sehingga mereka kemudian mulai mengganggu masyarakat. Tidak jarang pula mereka memiliki imbalan atau kasarnya "jatah" kepada bisnis yang ada di jalan.
Dan sepertinya para penguasa juga belum mengambil "tindakan tegas" kepada ormas yang melewati batasnya. Masyarakat juga takut untuk bertindak karena kalah "massa" dan pemalakan itu terjadi di banyak tempat.
Hal seperti ini memang menyedihkan, seolah mereka memiliki kekuatan untuk melakukan segala hal karena mereka memiliki masa dalam badan mereka, saya cukup yakin bahwa dalam setiap ormas itu memiliki visi misi dan juga AD/ART dalam diri mereka (yang tidak memiliki tujuan itu), sayangnya yang menjadi masalah ada banyak orang yang masuk kedalam ormas itu untuk mendapatkan uang/mencari penghasilan (tidak wajar) atau di sisi lain ada desakan operasional ormas sehingga membutuhkan dana (wajar). Sejujurnya kita memiliki dana pemberdayaan masyarakat dan itu bisa di terima oleh ormas tetapi mereka tidak cukup, karena ada yang menggantungkan perut mereka terhadap organisasi oleh karenanya banyak sekali yang membawa seragam mereka terhadap masyarakat untuk meminta-minta. Semua ormas yang seperti itu mereka memiliki landasan pemikiran organisasi non profit, biasanya di dansi oleh pemerintah dengan mengajukan proposal untuk meminta anggaran untuk pemeliharaan/seperti kegiatan-kegiatan yang ingin di lakukan, hanya saja jika anggotanya kebanyakan premanisme di dalamnya, jadi mereka menggunakan pemalakan atau cara lama tetapi berlindung dengan nama organisasi masyarakat, ane juga membenci itu Dan sepertinya para penguasa juga belum mengambil "tindakan tegas" kepada ormas yang melewati batasnya. Masyarakat juga takut untuk bertindak karena kalah "massa" dan pemalakan itu terjadi di banyak tempat.
Mereka tidak akan mengambil tindakan itu karena pada akhirnya dengan adanya ormas ini bisa membantu menaikan elektabilitas meereka karena jangan lupakan bahwa fungsi ormas saat ini bahkan lebih mengarah kepada hal-hal yang berbau politik agar bisa merealisasikan apa yang mereka harapkan karena kita tahu bahwa untuk sekarang basis ormas bisa memiliki peranan penting dalam penggandaan suara, selain itu banyak dari penguasa juga berada dalam ormas tersebut yang membuat mereka tidak akan mengganggu ormas karena mereka para penguasa juga bisa menjadikan ini sebagai pion untuk kelancaran tujuan mereka. Jangankan untuk yang terbesar karena di ruang lingkup terkecil saja (seperti desa) pada akhirnya ini menjadi sebuah peranan yang cukup vital karena saya ingin membahas tentang apa yang terjadi di daerah atau desa saya saat ini dimana hampir semua dikuasai oleh ormas (di lingkungan saya menyebutnya ormas hajat) bahkan untuk sekarang ada hal yang cukup nyeleneh dimana pemilihan kades yang akan digelar beberapa tahun lagi pun sudah ada calon dimana dia adalah salah satu petinggi ormas itu di kecamatan saya sehingga tidak sedikit orang atau calon yang sekarang ingin menjadi pesaing justru takut terkena masalah duluan. Para penguasa/pimpinan politik memelihara mereka untuk di jadikan alat, karena terbukti berhasil jika memiliki orang-orang seperti ini, cukup di beri makan maka mereka akan nurut dengan para kandidat, hal ini memang sangat mengecewakan tetapi seperti itulah faktanya, hanya dengan memiliki aturan yang jelas, mungkin akan jauh lebih baik.
|
|
|
|
Chikito
Copper Member
Legendary
Offline
Activity: 3052
Merit: 2314
♻️ Automatic Exchange
|
 |
June 23, 2025, 01:26:14 AM |
|
Dan sepertinya para penguasa juga belum mengambil "tindakan tegas" kepada ormas yang melewati batasnya. Masyarakat juga takut untuk bertindak karena kalah "massa" dan pemalakan itu terjadi di banyak tempat.
Karena pemerintah sendiri sudah tersandera oleh kepentingan ormas. Kalau kita lihat, petinggi-petinggi ormas (yang oknumnya sering bikin resah) adalah pendukung utama pemerintah. Mereka menjadi corong pemerintah, dan menjadi pembela utama jika diserang. Jadi, ya akan sangat sulit untuk diambil tindakan tegas, karena sudah "dibekingi" oleh petinggi itu sendiri, sebagai contoh bang Bambang Soesatyo (bamsoet) yang menjabat wakil ketua umum PP. Belum yang lain [1], kalau saya baca, ada sekitar 48 anggota DPR yang menjadi anggota PP. Dari 1 ormas saja sudah terlihat bagaimana susahnya menindak anak buah mereka, belum lagi ormas-ormas yang lain. Ya soalnya ikut ormas sama jadi pejabat itu kedua hal yang saling menguntungkan, di satu sisi mereka akan sangat gampang untuk menginterpensi segala bentuk masalah dari keduanya, sehingga hidup mereka aman dan nyaman di keduanya. Dr. H. Bambang Soesatyo, SE, MBA – Dapil Jawa Tengah 7 H. Arif Rahman, SH – Banten 1 Robertho Rouw – Papua Pegunungan Roberth J. Kardinal – Papua Barat Daya Jamaluddin Idham SH ΜΗ – Aceh H. Musa Rajekshah – Sumut Andar Amin Harahap – Sumut Trinovi Khairani, BA – Sumut Dr. Sugiat Santoso, MSP – Sumut 3 Drs. H. Cek Endra – Jambi Drs. Hasan Basri Agus, MM – Jambi Syarif Fasha – Jambi Edi Purwanto – Jambi Rocky Chandra – Jambi Elpisina, S.Sos, M.Sr – Jambi Ha Bakri HM – Jambi H. Fauzi H. Amro M.Si, – Sumsel 1 Drs Hsn Prana Putra Sohe MM – Sumsel 1 Dra. Hj. Siti Aisyah, SH – Riau 2 H Rycko Menoza SZP – Lampung Haprozi Alam – Lampung Dr. H. Hidayat Nur Wahid, MA – DKI 2 H Daniel Muttaqin Syafiuddin ST – Jabar 8 Hade Ginanjar SSos – Jabar 11 Asep Romy Romay – Jabar 2 Dr Hi Cellica Nurachadiana – Jabar 7 H Dewi Asmara SH MH – Jabar 4 H. Sudiatμικο – Jabar Nabil Husein Said Amin Al Rasyidi – Kaltim Drsh Suhardi Duka MM – Sulbar Elnino Husein Mohi – Gorontalo Muhammad Syauqie – Kalteng Rizki Faisal – Kepri Maman Abdurrahman – Kalbar Yuliansyah SE – Kalbar Boyman Harun – Kalbar Dr Nilam Sari Lawira SP MP – Sulteng Hj. Fatmawati Rusdi, SE, MM – Sumsel 1 Muslim Ayub – Aceh 1 Wahyudin Noor Aly (Goyud) – Jateng 9 Hj. Novita Wijayanti SE – Jateng 8 Andi Muzakkir Aqil – Sumsel 2 Eva Stevany Rataba, SH – Sumsel 3 Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, M.Si – Sumsel 2 H. Charles Meikyansyah, S.Sos., M.I. Kom – Jatim 4 Bambang Patijaya, S.E., M.M – Kepulauan Babel H. Hasnuryadi Sulaiman, M.Α.Β – Kalsel M. Rifqinizamy Karsayuda – Kalsel [1]. https://pemudapancasila.net/48-anggota-dpr-ri-dan-14-dpd-ri-terpilih-kader-pemuda-pancasila/
|
░░░░▄▄████████████▄ ░▄████████████████▀ ▄████████████████▀▄█▄ ▄███████▀▀░░▄███▀▄████▄ ▄██████▀░░░▄███▀░▀██████▄ ██████▀░░▄████▄░░░▀██████ ██████░░▀▀▀▀░▄▄▄▄░░██████ ██████▄░░░▀████▀░░▄██████ ▀██████▄░▄███▀░░░▄██████▀ ▀████▀▄████░░▄▄███████▀ ▀█▀▄████████████████▀ ▄████████████████▀░ ▀████████████▀▀░░░░ | | CCECASH | | | | |
|
|
|
|
maydna
|
 |
June 27, 2025, 12:41:07 PM |
|
Dan sepertinya para penguasa juga belum mengambil "tindakan tegas" kepada ormas yang melewati batasnya. Masyarakat juga takut untuk bertindak karena kalah "massa" dan pemalakan itu terjadi di banyak tempat.
Mereka tidak akan mengambil tindakan itu karena pada akhirnya dengan adanya ormas ini bisa membantu menaikan elektabilitas meereka karena jangan lupakan bahwa fungsi ormas saat ini bahkan lebih mengarah kepada hal-hal yang berbau politik agar bisa merealisasikan apa yang mereka harapkan karena kita tahu bahwa untuk sekarang basis ormas bisa memiliki peranan penting dalam penggandaan suara, selain itu banyak dari penguasa juga berada dalam ormas tersebut yang membuat mereka tidak akan mengganggu ormas karena mereka para penguasa juga bisa menjadikan ini sebagai pion untuk kelancaran tujuan mereka. Jangankan untuk yang terbesar karena di ruang lingkup terkecil saja (seperti desa) pada akhirnya ini menjadi sebuah peranan yang cukup vital karena saya ingin membahas tentang apa yang terjadi di daerah atau desa saya saat ini dimana hampir semua dikuasai oleh ormas (di lingkungan saya menyebutnya ormas hajat) bahkan untuk sekarang ada hal yang cukup nyeleneh dimana pemilihan kades yang akan digelar beberapa tahun lagi pun sudah ada calon dimana dia adalah salah satu petinggi ormas itu di kecamatan saya sehingga tidak sedikit orang atau calon yang sekarang ingin menjadi pesaing justru takut terkena masalah duluan. Itu dia masalahnya Mas. Mereka yang dijagokan oleh ormas ini akhirnya terpilih dan kemudian mereka bisa melancarkan rencananya dengan berusaha menguasai banyak bidang. Penguasa yang terpilihpun pada akhirnya hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh ormas tapi mereka mainnya "cantik" alias berdalih tidak "memfasilitasi" apa yang dilakukan oleh ormasnya sehingga kita banyak melihat hal-hal yang mengganggu masyarakat ataupun para pedagang. Kalau untuk di daerah, sepertinya mereka masih bisa bermain dan memperkaya diri dan golongannya. Pemerintah pusat mungkin akan kesulitan untuk memeriksa kejanggalan yang terjadi apalagi di daerah yang agak dalam. Pemerintah pusat yang berkunjung pun akan diberikan fasilitas super yang membuat orang-orang dari pemerintah pusat itu menutup mata dengan kejadian di sekitarnya. ~snip~
Hal seperti ini memang menyedihkan, seolah mereka memiliki kekuatan untuk melakukan segala hal karena mereka memiliki masa dalam badan mereka, saya cukup yakin bahwa dalam setiap ormas itu memiliki visi misi dan juga AD/ART dalam diri mereka (yang tidak memiliki tujuan itu), sayangnya yang menjadi masalah ada banyak orang yang masuk kedalam ormas itu untuk mendapatkan uang/mencari penghasilan (tidak wajar) atau di sisi lain ada desakan operasional ormas sehingga membutuhkan dana (wajar). Sejujurnya kita memiliki dana pemberdayaan masyarakat dan itu bisa di terima oleh ormas tetapi mereka tidak cukup, karena ada yang menggantungkan perut mereka terhadap organisasi oleh karenanya banyak sekali yang membawa seragam mereka terhadap masyarakat untuk meminta-minta. Semua ormas yang seperti itu mereka memiliki landasan pemikiran organisasi non profit, biasanya di dansi oleh pemerintah dengan mengajukan proposal untuk meminta anggaran untuk pemeliharaan/seperti kegiatan-kegiatan yang ingin di lakukan, hanya saja jika anggotanya kebanyakan premanisme di dalamnya, jadi mereka menggunakan pemalakan atau cara lama tetapi berlindung dengan nama organisasi masyarakat, ane juga membenci itu Dengan terpilihnya wakil yang mereka ajukan, mereka sudah memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk menjalankan rencananya. Inilah yang membuat mereka berada di atas angin dan merasa bahwa "hukum" itu adalah mereka sendiri. Visi dan misi dan AD/ART itu hanyalah sekedar tulisan dan pajangan tapi kenyataan di lapangan berbeda. Di dalam ormas itu sendiri juga ada banyak preman-preman yang memang diajak untuk bergabung. Mereka ini yang nantinya akan menjadi eksekutor di lapangan. Mau gimana lagi Mas, memang sangat sulit untuk memberantasnya walaupun ada Undang-undangnya karena mereka yang membuat Undang-undang itu juga memiliki kepentingan masing-masing. Dan sepertinya para penguasa juga belum mengambil "tindakan tegas" kepada ormas yang melewati batasnya. Masyarakat juga takut untuk bertindak karena kalah "massa" dan pemalakan itu terjadi di banyak tempat.
Karena pemerintah sendiri sudah tersandera oleh kepentingan ormas. Kalau kita lihat, petinggi-petinggi ormas (yang oknumnya sering bikin resah) adalah pendukung utama pemerintah. Mereka menjadi corong pemerintah, dan menjadi pembela utama jika diserang. Jadi, ya akan sangat sulit untuk diambil tindakan tegas, karena sudah "dibekingi" oleh petinggi itu sendiri, sebagai contoh bang Bambang Soesatyo (bamsoet) yang menjabat wakil ketua umum PP. Belum yang lain [1], kalau saya baca, ada sekitar 48 anggota DPR yang menjadi anggota PP. Dari 1 ormas saja sudah terlihat bagaimana susahnya menindak anak buah mereka, belum lagi ormas-ormas yang lain. Ya soalnya ikut ormas sama jadi pejabat itu kedua hal yang saling menguntungkan, di satu sisi mereka akan sangat gampang untuk menginterpensi segala bentuk masalah dari keduanya, sehingga hidup mereka aman dan nyaman di keduanya. ~snip~ Itu benar Mas. Sepertinya daftar itu akan semakin panjang jika dicari lagi ya Mas. Terpilihnya mereka di pemerintahan membuka jalan untuk ormas-ormas itu menjadi semakin kuat dan bisa berdalih bahwa mereka hanya menjalankan prosedur. Tapi kenyataan yang terjadi adalah banyak pihak yang dirugikan dan masyarakat hanya bisa menerima kenyataan itu. Ketika mereka merencanakan sesuatu, mereka akan mengobrak abrik Undang-undang untuk menemukan celah yang bisa mereka dan ormasnya gunakan untuk kepentingannya. Ini yang menjadi polemik karena dengan adanya kekuasaan di tangan mereka, mereka bisa membuat sesuatu yang berguna untuk kepentingannya sendiri dan juga ormasnya.
|
|
|
|
|
bangjoe
|
 |
June 27, 2025, 03:34:09 PM |
|
~snip~
Hal seperti ini memang menyedihkan, seolah mereka memiliki kekuatan untuk melakukan segala hal karena mereka memiliki masa dalam badan mereka, saya cukup yakin bahwa dalam setiap ormas itu memiliki visi misi dan juga AD/ART dalam diri mereka (yang tidak memiliki tujuan itu), sayangnya yang menjadi masalah ada banyak orang yang masuk kedalam ormas itu untuk mendapatkan uang/mencari penghasilan (tidak wajar) atau di sisi lain ada desakan operasional ormas sehingga membutuhkan dana (wajar). Sejujurnya kita memiliki dana pemberdayaan masyarakat dan itu bisa di terima oleh ormas tetapi mereka tidak cukup, karena ada yang menggantungkan perut mereka terhadap organisasi oleh karenanya banyak sekali yang membawa seragam mereka terhadap masyarakat untuk meminta-minta. Semua ormas yang seperti itu mereka memiliki landasan pemikiran organisasi non profit, biasanya di dansi oleh pemerintah dengan mengajukan proposal untuk meminta anggaran untuk pemeliharaan/seperti kegiatan-kegiatan yang ingin di lakukan, hanya saja jika anggotanya kebanyakan premanisme di dalamnya, jadi mereka menggunakan pemalakan atau cara lama tetapi berlindung dengan nama organisasi masyarakat, ane juga membenci itu Dengan terpilihnya wakil yang mereka ajukan, mereka sudah memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk menjalankan rencananya. Inilah yang membuat mereka berada di atas angin dan merasa bahwa "hukum" itu adalah mereka sendiri. Visi dan misi dan AD/ART itu hanyalah sekedar tulisan dan pajangan tapi kenyataan di lapangan berbeda. Di dalam ormas itu sendiri juga ada banyak preman-preman yang memang diajak untuk bergabung. Mereka ini yang nantinya akan menjadi eksekutor di lapangan. Mau gimana lagi Mas, memang sangat sulit untuk memberantasnya walaupun ada Undang-undangnya karena mereka yang membuat Undang-undang itu juga memiliki kepentingan masing-masing. Kebanyakan administrasi yang ada di setiap organisasi seperti ini memang hanya sebuah formalitas semata, hanya untuk persyaratan mendapatkan SK untuk mendapatkan dana Hibah, dan itu yang mereka kejar, dulu ane juga main di dunia itu dan itu adalah jalan untuk memalak uang ke instansi, mencari proyek suara ketika masa kampanye tiba dan mengambil proyek-proyek daerah baik kecamatan, kota maupun provinsi. INi masalah ketertiban saja, jika Ormas di atur lebih spesifik dan aturan dapat di ketatkan, ane rasa bakala ada perubahan, setidaknya mengurangi premanisme berdasi seperti ini, walaupun bukan hal yang mudah, ane rasa cukup bisa masuk akal jika pemerintah benar-benar bisa mengatur pengaruh yang bisa di lakukan Ormas-ormas itu.
|
|
|
|
|
Hanadawa
|
 |
June 30, 2025, 05:22:26 AM |
|
Dan memang ormas itu memiliki AD dan ART, tetapi yang namanya AD dan ART itu bisa dibuat dengan meng-copy paste dari oragnasi lain, yang terpenting mereka bisa memilikinya untuk memenuhi persyaratan agar memiliki legalitas organisasi. Saya cukup ragu jika mereka benar-benar merumuskan AD dan ART tersebut dan menjalankannya sesuai amanah organisasi.
Nah ini dia yang memang real terjadi di lapangan. Karena saya sendiri pernah menemukan petinggi sebuah ormas yang bahkan tidak tahu apa itu AD ART. Bahkan visi dan misi dari AD ART Ormas dia sendiri aja tidak tahu. Padahal dia adalah petinggi di tingkat kecamatan di daerah saya. Yang dia tahu bahwa Ormas dia adalah perkumpulan orang-orang dengan tujuan yang sama sesuai dengan nama ormasnya (maaf saya tidak bisa menyebutkan dengan detail di sini). Dan kontribusi mereka yang paling terlihat yang melakukan tindakan berbau premanisme. Seperti uang keamanan karena kita berjualan di wilayah mereka. Mereka selalu membanggakan status sebagai Akamsi alias orang dalam sehingga jika tidak diberikan uang keamanan maka usaha kita dikhawatirkan akan diganggu oleh Akamsi yang lain.
|
|
|
|
Chikito
Copper Member
Legendary
Offline
Activity: 3052
Merit: 2314
♻️ Automatic Exchange
|
 |
July 07, 2025, 01:04:02 AM |
|
Dan memang ormas itu memiliki AD dan ART, tetapi yang namanya AD dan ART itu bisa dibuat dengan meng-copy paste dari oragnasi lain, yang terpenting mereka bisa memilikinya untuk memenuhi persyaratan agar memiliki legalitas organisasi. Saya cukup ragu jika mereka benar-benar merumuskan AD dan ART tersebut dan menjalankannya sesuai amanah organisasi.
Nah ini dia yang memang real terjadi di lapangan. Karena saya sendiri pernah menemukan petinggi sebuah ormas yang bahkan tidak tahu apa itu AD ART. Bahkan visi dan misi dari AD ART Ormas dia sendiri aja tidak tahu. Padahal dia adalah petinggi di tingkat kecamatan di daerah saya. Yang dia tahu bahwa Ormas dia adalah perkumpulan orang-orang dengan tujuan yang sama sesuai dengan nama ormasnya (maaf saya tidak bisa menyebutkan dengan detail di sini). Dan kontribusi mereka yang paling terlihat yang melakukan tindakan berbau premanisme. Seperti uang keamanan karena kita berjualan di wilayah mereka. Mereka selalu membanggakan status sebagai Akamsi alias orang dalam sehingga jika tidak diberikan uang keamanan maka usaha kita dikhawatirkan akan diganggu oleh Akamsi yang lain. Ya kalau melihat teman-teman saya yang ikut ormas, hampir rata-rata mereka ini tidak bersekolah tinggi, ada yang putus di SMA, dan banyak yang cuma lulus SMP. Jadi wajar kalau SDM mereka rendah, dan gak tau apa itu AD/ART. Jadi kalau menjadi ketua ormas itu sangat gampang nyari duit, dengan mengiming-imingi mereka uang dengan "memalak" sana sini lalu menyetor kepada dia. Ormas-ormas ini akan sangat berfungsi sekali ada kegiatan pemilu, pemilihan kades, ketua rw/rt. Mereka akan difungsikan untuk kampanye, bahkan ada yang ditugaskan untuk mengintimidasi rakyat supaya memilih pemimpin yang sudah kasih uang ke ketua ormas. Sampingan lainnya yaitu debt collector, dan ini sudah jadi rahasia umum kalau ketuanya juga menjadi manajer di perusahaan2 lesing.
|
░░░░▄▄████████████▄ ░▄████████████████▀ ▄████████████████▀▄█▄ ▄███████▀▀░░▄███▀▄████▄ ▄██████▀░░░▄███▀░▀██████▄ ██████▀░░▄████▄░░░▀██████ ██████░░▀▀▀▀░▄▄▄▄░░██████ ██████▄░░░▀████▀░░▄██████ ▀██████▄░▄███▀░░░▄██████▀ ▀████▀▄████░░▄▄███████▀ ▀█▀▄████████████████▀ ▄████████████████▀░ ▀████████████▀▀░░░░ | | CCECASH | | | | |
|
|
|
|
Hanadawa
|
 |
July 07, 2025, 03:16:01 PM |
|
Ormas-ormas ini akan sangat berfungsi sekali ada kegiatan pemilu, pemilihan kades, ketua rw/rt. Mereka akan difungsikan untuk kampanye, bahkan ada yang ditugaskan untuk mengintimidasi rakyat supaya memilih pemimpin yang sudah kasih uang ke ketua ormas.
Dan ini real seperti yang terjadi di daerah saya Om. Sepertinya permasalahan ini ada di seluruh Indonesia. Ketika sedang musim kampanye alih-alih mencoba merancang visi misi dan mempersiapkan materi dalam debat paslon mereka lebih sibuk mencari dan melobi ormas-ormas dengan basis anggota yang besar agar mendukung paslon tersebut dalam kampanye. Sang Paslon akan menjanjikan proyek atau jabatan jika ketua ormas tersebut bersedia menjadi pendukung dalam kampanye. Dan di lapangan anak buah mereka disuruh berkoar-koar mengenai calon tersebut bahwa calon tersebut adalah pilihan terbaik untuk rakyat. Mirisnya kebanyakan pemilih di daerah saya tidak mempunyai literasi yang bagus sehingga mereka memilih hanya karena disuruh atau karena sudah dikasih amplop. Saya kira ini salah satu kelemahan besar dari sistem demokrasi di negara kita karena banyak pemilih yang memilih bukan karena tahu seluk beluk paslon, tetapi karena ikut-ikutan.
|
|
|
|
Juse14
Sr. Member
  
Offline
Activity: 1568
Merit: 489
Bitcoin
|
 |
July 07, 2025, 06:32:55 PM |
|
Ya kalau melihat teman-teman saya yang ikut ormas, hampir rata-rata mereka ini tidak bersekolah tinggi, ada yang putus di SMA, dan banyak yang cuma lulus SMP. Jadi wajar kalau SDM mereka rendah, dan gak tau apa itu AD/ART. Jadi kalau menjadi ketua ormas itu sangat gampang nyari duit, dengan mengiming-imingi mereka uang dengan "memalak" sana sini lalu menyetor kepada dia.
Ormas-ormas ini akan sangat berfungsi sekali ada kegiatan pemilu, pemilihan kades, ketua rw/rt. Mereka akan difungsikan untuk kampanye, bahkan ada yang ditugaskan untuk mengintimidasi rakyat supaya memilih pemimpin yang sudah kasih uang ke ketua ormas.
......................
Kalau saya sendiri melihat itu bukan faktor karena mereka putus sekolah, tetapi ini lebih kepada faktor lingkungan. Karena bagi saya sekolah bukanlah jaminan bahwa seseorang itu berpikir. karena toh pada kenyataanya cukup banyak juga orangorang yang berada di sekolah tinggi yang tergabung dengan ormas. dan justru orang-orang SDM rendah itu hanya menjadi korban dari keganasan ormas. dan berbicara keterkaitan Ormas dengan pemilu, Ormas dengan partai, Ormas dengan pemerintah, Ormas dengan legislatif, ini adalah hal yang tidak bisa dipungkiri karena memang simbiosis ini sudah terbangun cukup lama.
|
|
|
|
|