Saya setuju bahwa program ini sangat bagus dan layak di lakukan, karena dari banyaknya orang indonesia di kelas menengah ke bawah masih kekurangan gizi terutama anak-anak yang berada di sekolah, mereka membutuhkan asupan untuk mendukung tumbuh kembangnya generasi bangsa.
Masalahnya apa iya program ini memang bertujuan untuk memberantas kekurangan gizi. Kalau saya lihat dari implementasinya di lapangan, makanan MBG rata-rata hanya mampu sekedar memenuhi standar makanan biasa. Bahkan seringkali makanan MBG tidak seperti layaknya makanan sehat yang mereka gembar-gemborkan. Mungkin kalau dikatakan untuk membuat kenyang masuk akal, tapi kalau untuk pemenuhan gizi saya kira masih jauh dari harapan. Malah cukup banyak kasus keracunan dari program ini. Alih-alih anak bisa terpenuhi gizinya, ini malah adanya keracunan masal.
Permasalahannya memang di pelaksana programnya yang harus terus di evaluasi untuk perbaikan yang lebih baik, ini memang memerlukan waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan solusi terbaik, karena setahu saya bahwa sebuah program itu tidak serta merta sekali tembak langsung bagus, akan ada banyak kesalahan yang harus di perbaiki secara terus menerus agar sesuai harapan.
Memang sudah ada evaluasi real? Saya lihat di lapangan tidak ada evaluasi real. Beberapa kesalahan terus dilakukan berulang. Mulai dari makanan basi, hingga menajemen keuangan SPPG yang berantakan. Belum lagi, program ini seperti jadi parasit untuk bidang lainnya yang harusnya jadi prioritas juga karena program MBG ini memotong anggaran untuk bidang lain seperti pendidikan dan kesehatan.