Mungkin disini ada yang pernah mendengar tentang internet rakyat yang saat ini cukup ramai di beberapa tl media sosial yang berani banting harga untuk kecepatan internet di negara kita dengan 100mbps hanya 100k yang kita tahu untuk provider besar yang ada di negara kita saat ini karena mereka hanya memberikan kecepatan 50mbps dengan harga 200-300k bahkan lebih.
Sudah menjadi rahasia umum untuk sekarang bahwa internet di negara kita itu menjadi salah satu yang biayayanya termahal di dunia tetapi ada pemain baru yang berani untuk membanting harga pasar internet di negara kita bahkan 1/3 dari provider besar yang ada saat ini dengan kecepatan 2 kali lipatnya.
Mereka adalah Surge dengan disokong oleh Grup Arsari yang mana pemiliknya adalah Hashim Djojohadikusumo (yang belum tahu beliau adalah adik dari presiden kita saat ini). Cara kerjanya simple. Mereka sudah
mendraft ini cukup lama karena mereka tidak mungkin untuk adu kabel sehingga mereka berafiliasi dengan PT KAI dan memanfaatkan rel kereta sebagai sarana untuk penanaman fiber optik. Ini secara kondisi adalah cara yang cukup cerdas karena ketika mereka melakukan kerjasama dengan PT KAI secara tidak langsung mereka bisa meminimalisir gangguan akibat kabel fiber optik terkendala sekaligus menghapus beberapa jasa pungli ketika kabelnya masuk desa atau wilayah (urusan perizinan dan jasa tanam ke preman / pihak setempat) , selain itu dengan pemanfaatan rel kereta sebagai media kabel mereka juga jadi lebih bisa diminimalisir karena desain rel yang lurus membuat mereka tidak perlu mengeluarkan kabel tambahan berbeda dengan jalan raya.
Cara kerja untuk Internet rakyat mereka saat ini akan menggunakan teknologi FWA (Fixed Wireless access untuk hal ini mereka akan memancarkan langsung ke tower yang di pasang di pemukiman warga dan dari sana mereka akan langsung menembakan ke modem langsung penggunanya menggunakan FWA itu sehingga mereka tidak perlu repot-repot pasang kabel seperti provider lain.
Tapi apakah memang pada akhirnya ini menjadi sebuah keuntungan tanpa ada resiko?
Jawabannya tentu tidak, ketika menjadikan ini sebagai nirkabel (berbeda dengan fiber optik murni) maka sudah pasti ada beberapa kendala seperti ketika masalah cuaca yang bisa saja ini menjadi sebuah kondisi yang tidak terlalu baik karena nirkabel seperti ini secara tidak langsung bergantung kepada cuaca, kekuatan sinyal juga tergantung kepada lingkungan dimana ketika lingkungan padat itu berpotensi kepada penurunan kecepatan internet selain itu, ketika semua pengguna memakai di jaringan pemancar atau tower yang sama maka ini juga akan menjadikan traffic terlalu besar yang bisa saja melemahkan kecepatan internet itu sendiri pada akhirnya.
Sehingga dalam hal ini mungkin kita bisa melihat pada akhirnya tidak ada yang benar-benar murah karena ada harga yang harus dibayar.
Ketika mungkin pemakaian kita hanya biasa dan tidak terganggu sekalipun kecepatannya menurun maka mungkin ini bisa menjadi solusi, tetapi ketika kita yang selalu ingin sinyal stabil apalagi mereka untuk para trader atau seperti saya yang memang masih selalu bermain game ini juga berbahaya jika memaksakan untuk internet rakyat ini.
Lantas apakah bisa kita mengatakan ini sebagai solusi atau jebakan jika memang ingin mencoba menggunakan internet rakyat ini?
Tambahan. Internet rakyat ini sudah dalam tahap pre register dan instalasi jaringan untuk saat ini dan untuk komersil dan distribusi katanya dari awal tahun ini sampai juni 2026 untuk mereka yang sudah mendaftar.
Internet rakyatTeknologi Internet Rakyat, Apa yang Membuatnya Bisa Murah dan Ngebut?SURGE and FiberHome Forge Strategic Partnership to Launch World’s First Commercial 5G FWA Network on 1.4 GHz Spectrum in IndonesiaHashim Cs Tambah Kepemilikan 750 Juta Saham Surge (WIFI)WIFI Tetapkan Empat Fokus Strategi Pengembangan Bisnis ke DepanInternet Rakyat atau Internet Rumahan? Ini Kelebihan dan Kekurangannya