Penawaran pasang belum tentu di tindak jauh mas karena di wilayah saya juga gitu sebelumnya bahkan dari Januari sudah ada yang nawarin dan seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya saya bahkan beberapa kali mulai komunikasi via chat dengan sales nya tapi semakin sini semakin sepi wkwkk. Padahal peminatnya cukup banyak sebelumnya tetapi sekarang setelah ada sales IRA jadi ada banyak provider yang ikutan nawarin terlebih program desa digital juga sekarang sudah ada di tempat saya jadi kemungkinan sekarang IRA tidak akan ada karena provider lain terutama yang sudah kerjasama dengan desa mulai operasi dalam beberapa bulan terakhir ini.
Emang makin banyak sales yang nawarin sekarang, terutama MyRepublic malah makin gencar dan psang tiang sana sini meskipu tanah orang di pasangin juga tanpa ijin.
Dan Soal Program Desa Digital itu udah alasan lama, itu bahkan cuman akal-akalan salesnya aja Internet Desa dll, Nyatanya biar banyak yang pasang aja.
Kalo emang internet dari Desa ya seharusnya Gratis, Sales biasanya ngerayu Kadesnya untuk pasang internet gartis + Ijin bawa-bawa Program Internet Desa Digital.
Haha di tempat saya juga sama untuk provider republik itu tetapi saya
trust issue setelah merasakan beberapa bulan berlangganan sebelumnya, banyak bener
trouble nya untuk provider yang ini mungkin bisa saja 11 12 nantinya sama yang IRA. di wilayah tetangga yang deket sama stasiun IRA sudah mulai operasi tetapi sepertinya
speednya tidak sesuai dengan harapan.
Untuk Desa digital di daearah saya cukup membantu si mas terlepas dari ada maen antara sales dan aparatur desanya kita sama-sama tahulah bagaimana tetapi dengan adanya Desa digital yang dikelola Bumdes ini justru membuka beberapa provider yang masuk sekarang termasuk yang republik itu karena sebelumnya yang masuk di wilayah saya hanyalah telkom itupun sinyalnya bener-bener.
Selain itu sejak awal desa digital memang tidak sepenuhnya gratis dan itu sudah menjadi pemberitahuan awal tetapi ya kita tahu desa digital ini sama dengan IRA dimana ini adalah program pemerintah dan kita pasti sadar bahwa skema nya sama mengedepankan harga minim sebagai branding tetapi selalu ada jebakan di dalamnya.
Karena yang menginisiasi Kementerian Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital), ini harusnya program pemerintah. Cuman memang yang rilis programnya WIFI milik Hashim Djojohadikusumo (adik presiden). Entah ini namanya program pemerintah yang dijalankan swasta atau kerjasama dengan swasta, saya kurang paham. Atau bisa saja proyek swasta dengan brandingan program pemerintah.

Betul, yang penting real nya gimana. Gak peduli itu dari pemerintah atau dari swasta, pilih mana yang cocok dengan kebutuhan kita. IMO gak ada provider yang perfect, adanya provider yang lebih baik.
Intinya bagi-bagi kue mas biar kebagian semua terlepas dari apapun sebutanya semuanya terlihat sama. Jabatan, peluang bisnis dan keuntungan semuanya harus bermuara dari jalan yang sama dimana kedekatan menjadi akses untuk mendapatkan itu
