Saya tempo hari ikut war juga, malah ketika BI mengumumkan antrian penukaran uang dibuka online, saya ikut pantengin itu website (BI pinter), namun ketika jam dibuka, malah sudah close, alias sudah penuh, sangat aneh sekali, masak sampe segitunya provinsi tempat saya berada langsung ditutup karena uang barunya sudah habis. Kayak ada permainan gitu. Dan saya lihat di sosmed-sosmed, banyak yang "jual" uang baru dengan admin gak ngotak, nuker 1 juta biaya admin bisa 250 ribu, gila banget dah.
Ngeri banget biaya adminnya gan, di tempat ane di facebook juga banyak calo-calo yang memanfaatkan momen ini, kemarin saya tanya rata-rata adminnya 100rb tiap 1jt yang di pinggir jalan pun sama. Waktu coba war juga sulit untuk masuk ke websitenya menunggu 6 menit untuk masuk tapi 30 menit kemudian masih belum masuk juga hingga akhirnya di kota saya sudah penuh. Ketika saya tanya teman saya dia bisa akses malahan dapet untuk 4 NIK. Saya takutnya ketika menukar uang lewat orang malahan ada yang diselipin uang palsu jadi agak males kalau mau mengecek satu-satu keasliannya.
Mungkin yang di maksud BI itu untuk para perusahaan atau bos bos yang memiliki pegawai kalau mau ngasih THR nya lewat QRIS lebih aman dan praktis mungkin begitu.

Karena pegawai sudah menerima THR mereka bisa menukar uang nya ke bank atau ke BI (perlu daftar dulu) untuk pecahanan puluhan (1000 - 20000) itu pun di jatah kadang slot nya pun cepet habis.
Ya mungkin untuk ngurangin uang kertas, namun ya gak masuk logika banget lah, karena kita nukernya uang kecil-kecil yang hanya dinikmati anak-anak. Kalau untuk uang 5--100 ribu kan bisa kita ambil di ATM, jadi agak aneh banget nuker uang baru di tahun ini penuh manipulasi, dan misteri.
Kepinginnya sih juga bagi THR lewat QRIS tapi banyak tetangga yang belum mengerti cara setting QRIS untuk anak mereka sendiri jadi di tempat saya masih menggunakan budaya cash untuk bagi bagi THR anak kecil.
Btw di tempat saya sendiri untuk UMKM yang menggunakan QRIS bisa di rasakan hanya 50% padahal kalau saya mau beli lebih suka menggunakan QRIS biar kembaliannya nggak dikasih permen. Apakah kurang sosialisasi ke UMKM ya...