-snip-
Pelajaran yang bisa diambil dari kasus Marlon Ferro ini, janganlah suka mengumbar kepemilikan aset, kalau para pelaku kejahatan gagal dalam rekayasa sosial mereka di tingkat digital, mungkin mereka akan mengutus Marlon Marlon yang lain.
Lebih baik silent saja kalo punya portofolio banyak, Tapi kalo influencer biasanya mereka melakukan flexing dan sudah tahu gimana resikonya.
Tapi kebanyakan Influencer crypto mereka anonim dan hanya menggunakan nama samaran, jadi cukup aman meskipun mereka flexing.
Kalo yang udah doxxing tentu mereka punya pengamanan sendiri.
Kalau di Konoha, korupsi yang merugikan negara ratusan triliun saja sempat mau hanya divonis 6 bulan karena merupakan pribadi dan suami yang baik dan bertanggung jawab.
Asalkan bukan pencuri ayam ya, kalau pencuri ayam di Konoha bisa bertahun-tahun, tetapi kalau korupsi, bisa bebas ke mana saja, hanya ada papan nama di selnya, sedangkan orangnya entah ke mana.
Asal berkelakuan baik bisa dapat remisi atau pengurangan masa kurungan, enak banget sih kalo di konoha.
Meskipun Korupsinya triliunan remisi tetap dapet dan bahkan bisa lebih cepet lagi masa tahanannya, tiba-tiba bebas aja gitu.
beda laki kalo rakyat jelata yang kenak kasus maling ayam, maling kayu, bisa belasan hingga puluhan tahun dan tanpa remisi juga.
Emang beda dari yang lain.
Sekarang itu kejahatan2 crypto udah gak melulu online ya. Phising, pig butchering scam, ponzi, dll, semua itu biasa dilakukan online. Di Bali sekarang udah tahap culik-menculik, sekap, bunuh, mutiliasi. Kebanyakan dari warga Russia-Ukraina. Kayak yg kasus mutilasi Februari lalu. Bahkan influencer Sergei Domogatskii (@mr.terimakasih) pun pernah mengalaminya.
Mangkannya sekarang sudah cukup ngeri maslaah penyekapan seperti ini, orang-orang tau soal Portofolio kita maka akan jadi incaran.
Apalagi punya banyak aset crypto atau yang lainnya, bis atambah brutal.
Pentingnya untuk punya bodycard bagi mereka yang punya jutaan dolar di portofolio mereka.
Saya membayangkan putusan yang dibuat oleh kehakiman atau kejaksaan tidak berbeda dengan kehakiman dan kejaksaan di kita. Jangan-jangan ada sodoran kue brownies juga disana untuk bisa dibantu dibelakang.
Kalo soal sodor menyodorkan, mungkin gak separah di konoha tapi mungkin saja ada peluang kesitu.
Atau melihat bagaimana tersangka yang tidak bekerja sendirian dan ada dalang utamanya yang belum tertangkap.
Tapi 6.5 tahun cukup ringan untuk kasus yang merugikan banyak orang dan bahkan melakukan tindakan ektrim dan semacamnya.