Siapa yang tidak tahu Cloudflare, pasti setiap webmaster sudah familiar atau bahkan selalu menggunakan Cloudflare untuk DDOS protection. Jadi tentu saja opini CEO dari layanan anti DDOS terbesar ini menarik untuk disimak.
Selama ini website/internet hidup dari iklan dan langganan, namun semenjak maraknya AI, user tidak lagi menuju ke laman website secara langsung, namun hanya menyuruh AI untuk memberikan kontennya. Akibatnya, user tidak lagi melihat iklan, klik iklan, bahkan berlangganan konten. Alhasil penghasilan kreator menjadi hancur dan dalam jangka panjang berpotensi menghancurkan model bisnis internet. Tentu kreator menjadi semakin langka karena tidak ada penghasilan untuk membayar server, bandwidth, dan tenaga kerja bikin konten.
Nah, disinilah "kripto" menjadi solusi micropayment. Idenya, AI agent harus membayar sejumlah kecil (beberapa sen) untuk mengambil konten dari website. Jadi user tetap bisa menggunakan AI untuk mengambil konten, namun kreator juga mendapatkan penghasilan dari micropayment AI. Proses ini terjadi di belakang layar dalam jumlah yang masif.
Kenapa harus kripto? Karena skala transaksi bisa sangat besar sampai jutaan tps, bahkan bisa jauh lebih besar dari itu.
Mendengar ini, ane jadi ingat posting lama Satoshi:
Berbicara banyak mengenai micropayment, bahkan bisa membayar beberapa sen ke website semudah memasukkan koin ke vending machine
Sumur:
https://satoshi.nakamotoinstitute.org/emails/cryptography/17/Tapi dia bilang Bitcoin tidak practical juga untuk "very small micropayment" (mengenai dust attack)
Sumur:
https://satoshi.nakamotoinstitute.org/posts/bitcointalk/317/Bagaimana menurut agan, apakah Kripto yang dimaksud CEO Cloudflare adalah Bitcoin atau stablecoin, atau lebih cocok koin yang lain? Apakah model ini akan menjadi kenyataan?
Bonus: apakah CEO Clouflare ini Satoshi yang menyamar?

Versi lengkap diskusi:
Cloudflare CEO: The Internet Needs Crypto to Survive AI