Pertama - Ledger paling banyak kebocoran data lebih dari 300,000.
Kedua - Trezor sudah 170,000 lebih kebocoran data dengan berita baru baru ini.
Ketiga - Safepal 40,000 data lebih.
Mereka memilih pihak ketiga sebagai penyimpanan data yang kurang kredibel.
Serangan phising ke email akan terus masih bahkan tidak akan berhenti, kalau mendapatkan surat palsu ini memang jarang terjadi hanya beberapa orang saja, misalkan peretas menyebarkan surat palsu ke email yang bocor biaya akan mahal dan mereka tidak akan sanggup melakukan nya.
Data di atas juga menunjukan kalau HW yang paling banyak bocor juga paling banyak dibeli oleh konsumen, di satu sisi juga sebagai marketing gratis, tapi di sisi lain, kerentanan kebocoran data oleh providernya harus dimitigasi jangan sampai berlanjut terus.
Hacker dalam hal ini tidak bisa langsung nge-hack HW jadi mereka akan coba cara lain yaitu phising email. Kalau pemula gak paham dan baru pertama kali pakai HW akan panik dan mengikuti petunjuk hacker untuk nulis 12/24 word mnemonic seed-nya.
Kalau biasanya kan kita sering dengar bank tidak pernah meminta PIN dan password user, jadi sebenarnya ini sama, pihak provider juga (kalau data bocor) tidak akan pernah minta 12/24 word mnemonic seed-nya, kalau pun ada itu fix 100% hacker/scam.
Ini pernah terjadi pada saya, karena ada yang pura-pura jadi CS. [1]
[1].
[Hati-hati] Orang Yang Berlagak Costumer Support Untuk Menguras Isi Dompet