Kalau curi langsung dari sumbernya, misal narik kabel langsung dari gardunya mungkin gak ngaruh ke tetangga, atau listrik sekitar, tapi kalau ambil dari kabel sebelum meteran tetangga akan ngaruh. PLN itu walau monitoringnya jauh dan mungkin gak ketahuan nyuri listrik mereka akan tahu dari daya yang digunakan, misal di kampung tersebut daya maksimumnya 1000K VA, lalu tiba-tiba melonjak hingga 1033 VA, dah pasti PLN tahu ada yang nyuri di daerah sana sehingga cepat atau lambat langsung dilaporkan ke Isilop.
Bakal tetep ngaruh om, kebetulan saudara saya Teknisi PLN dan saya juga sudah tanyak perihal Pencurian Listrik untuk mining ini.
Meskipun yang di curi langsung dari gardu utama Kestabilan jaringan Listrik masih akan terganggu karena penggunakan Listrik 33.000 VA untuk mining itu sangat tinggi ( apalagi gak punya gardu khusus ).
Bukan seperti penggunaan untuk kebutuhan listrik rumah, toko, kantor dll yang penggunannya berkala dan gak overload, naik turun sesuai dengan perangkat yang di aktifkan.
Sistem jaringan lokal di Gardu utama biasanya menggunakan kapasitas trafo Gardu Sedang (Tipe Portal 2 Tiang) 100 kVA hingga 200 kVA untuk area padat penduduk dan perkotaan,
Lalu jika Mining Ilegal ngambil 33.000 VA / 33 kVA, Itu sudah menyedot 15%-20% kapasitas Listrik yang ada di gardu utama dan pemakaian Optimalnya itu sekitar 70%-80%.
Gardu Distribusi Listrik deket rumah saya, Gardu Distribusi Sedang, Tipe Portal 2 Tiang untuk kapasitas 100 kVA hingga 200 kVAJadi kalo di tambah dengan penggunaan rumah lain dan beban ilegal secara instan 33.000 VA / 33 kVA Gardu Utama bisa-bisa Overload, Sekring gardu bisa overload atau bahkan meledak,
Karena lonjakan daya untuk mesin mining ini cukup besar.
Seperti yang di katakan red4slash, 36 rumah pasti makek dayanya gak barengan dan lonjakannya naik turun,
Tapi kalo Secara instan 33.000 VA / 33 kVA di pakek sendiri dan gak punya gardu khusus karena emang nyuri listrik ini bisa bahaya.
33000 VA, Lumayan itu untuk 36 rumah dengan daya kwh 900 VA
