Ya tidak perlu sampai menelusuri itu, cukup pantau Tesis dari KH Imadudin ini, Karena yang namanya Tesis kan akademis, ilmiah, mudah ditelusuri kebenarannya.
Diskusi tanpa tau ilmu rasanya kurang greget, karena kalau katanya katanya jadi kurang mantap. kalau untuk baca tesisnya saat ini belum punya waktu selain itu setelah baca tessisnya kita juga harus mempelajari kitab dan referensi-nya.
1. Kalau untuk saya sih tidak mengolok-olok, hanya menyampaikan ke masyarakat umum, saya kasihan lihat orang-orang yang begitu mengagungkan habib, dan menganggap perkataan mereka benar, bahkan sampai ada minta celupin air minum, dsb, artinya Ghuluw atau berlebih-lebihan.
Mungkin saya over intepretasi tetapi dari judulnya identiknya bahwa habib amplopnya berisi, menggambarkan majas satire. Banyak orang mengagungkan atau Ahlul bait Rasulullah, karena memang diperintahkan oleh Allah di Al Quran. Tetapi tetap ahlul baitpun manusia yang kadang melakukan sesuatu yang tidak baik, kita boleh mengingatkan dengan adab (benci perbuatannya bukan orangnya). Masyarakat banyak yang ngalap berkah dari para habaib (selain karena darahnya juga karena ketinggian ilmunya) Sesuatu tidak akan memberikan kebermanfaatan tanpa keberkahan dan keberkahan didapatkan dari adab, sedangkan adab adalah buahnya ilmu.
"Seluruh kaum Muslimin hendaknya memastikan kecintaan dan kasih sayang mereka kepada Ahlul Bait, serta menghormati dan memuliakan mereka secara wajar dan tidak berlebih-lebihan.”
2. Saya juga terbatas ilmu untuk menyampaikan ke mereka para habib, namun thread ini lebih saya condongkan ke masyarakat indonesia untuk tidak mudah tertipu, dan lebih dewasa dalam beragama supaya Hal ini bisa dimanfaatkan oleh "Habib Palsu" contoh bagaimana Ali Jaidan tanpa ada dosa sama sekali "jualan" Kiswah Makam Rasul :
https://www.youtube.com/watch?v=QzmkjDgLtm8Makanya masyarakat Indonesia harus rajin datang ke majelis ilmu dan upgrade ngajinya dari kajian reguler ke ngaji kitab biar referensi bertambah jadi kalau diskusi enak dan tidak asal njeplak.
Hehehehe, sama kayak Wali Majdzub atau orang yang hidupnya cuma bertapa, tidak sholat, tidak puasa, tidak bayar zakat, lalu dinisbahkan sebagai Wali. Kalau menurut saya itu tidak ada logikanya mas, sangat tidak diterima akal sehat. Harus segera ke psikiater kalau menganggap itu barokah.
Nah kalau ini keblinger menurut saya, lha wong Rasul (panglimanya wali) saja di detik-detik terakhir wasiatnya sholat, lha yang diwarisi masa setelah Rasul, kok gak sholat.
Peace Gan, saya mencintai dan menghormati habib sesuai dengan ilmu dan kemampuan yang saya kuasai, jadi ketika ada sesuatu yang saya gak cocok dari seorang habib yang tidak mencerminkan akhlak Rasulullah, saya hanya bisa diam, cari tambahan referensi ilmu, dan berusaha tidak mendengarkan bisikan setan yang ngajakin untuk membenci manusianya, jaga2 aja kalau manusia tersebut bener-bener ahlul bait Rasulullah, aku masih di zona aman kalau nanti ketemu sama Rasulullah.