Saya jadi penasaran apakah ada hasil penelitian, voting atau mugnkin petisi yang membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI jadi rendah? Karena perlu adanya sebuah bukti untuk memperkuat yang agan utarakan. Apakah itu dari Majalah Tempo yang agan kutip. Btw bukankah saat ini Tempo jadi pembicaraan hangat juga soal adanya campur tangan asing di dalam tubuh manajemennya. Terutama investasi asing dari George Soros untuk mengelola media berita demi mengganggu pemerintahan Indonesia. Sekali lagi saya hanya penasaran ingin tahu soal bukti tingkat kepercayaan yang agan katakan.
Tidak ada dwfungsi TNI, selama TNI bekerja untuk negara dan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tingkat kepercayaan rakyat pasti tetap tinggi, lain cerita kalau TNI jadi backingan sekelompok orang atau individu untuk tujuan-tujuan pribadi. Karena tidak ada perang dalam mepertahankan kedaulatan geografis maka personel TNI diberdayakan dalam perang terhadap narkoba fan judi online.
Sekarang dengan era yang sudah berbeda maka segala sesuatu dapat diketahui dengan mudah, informasi yang beragam dari berbagai sudut pandang yang berbeda beda membuat kita perlu sedikit memfilter mana isu yang memang benar benar harus ditanggapi dan dikritik karena ketika salah saja dalam menelan informasi akan fatal. Seperti halnya sekarang pro kontra efisiensi anggaran yang kita sebagai masyarakat awam terkadang masih sangat bingung harus berkomentar, apalagi urusan korupsi yang tidak ada habisnya. Menurut ane masyarakat udah bosan, dan memilih untuk bodo amat dengan apa yang dilakukan pemerintah. Mau Koruptor di hukum, mau RUU TNI disahkan dan anggaran boros, pada akhirnya rakyat tidak mau ikut pusing, sudah lelah, kesejahteraan tidak terjamin, biaya hidup tidak menentu, yang diatas sibuk berebut kursi.
Betul, rasanya saat ini banyaknya koruptor yang tertangkap adalah sesuatu yang flat bagi rakyat karena fenomena korupsi suatu hal yang umum dalam dunia politik dan dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Rakyat juga melihat banyaknya kasus korupsi terungkap di awal pemerintahan Prabowo hanya sebagai upaya penggantian pemain. Banyak yang mulai pesimis bahwa prabowo bisa membersihkan korupsi hingga ke akarnya, selain itu tertangkap dan tidaknya koruptor, tidak ada dampak signfikan langsung yang dirasakan oleh rakyat Indonesia.