Bitcoin Forum
March 16, 2026, 02:57:37 PM *
News: Latest Bitcoin Core release: 30.2 [Torrent]
 
   Home   Help Search Login Register More  
Pages: « 1 [2] 3 »  All
  Print  
Author Topic: Perbedaan lingkungan social media  (Read 764 times)
Jody.Drummer
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 2184
Merit: 589



View Profile
August 24, 2025, 05:41:56 PM
 #21

Ya sekarang hampir semua anak anak juga ada di media sosial, namun ini adalah tugas dari orang tua untuk bisa lebih mengawasi anak anak. Masalahnya yang terjadi saat ini justru orang tua menjadikan hp sebagai tempat penitipan anak, mereka akan memberikan hp setiap kali anak menangis dan tanpa sadar itu akan menjadi sebuah kebiasaan yang melekat pada anak, yang mana mereka akan ketagihan dan yang terjadi berikutnya adalah sebaliknya mereka akan menangis ketika ingin bermain hp.

Saya tidak akan membicarakan orang lain, sebab saya melihat itu di keluarga saya sendiri yang mana mereka akan merengek rengek ingin bermain hp. Meskipun ada fitur seperti youtube kids, namun tetap saja itu berdampak negatif bagi kesehatan mereka.
Untuk saat ini sangat banyak orang tua yang menjadikan hp sebagai salah satu solusi untuk membuat si anak ini anteng bermain agar tidak menangis, dan ya meskipun ini sebuah kesalahan tapi tetap banyak yang melakukannya. Saya hanya berpikir ini sebuah kesalahan yang sepertinya perkara kecil jadi mereka tidak terlalu memperdulikannya. Juga sangat tidak mungkin untuk sekarang orang tua memberikan pengawasan ketat tentang anaknya dalam mengakses hp.

Mungkin masih mending dengan orang tua yang memberikan akses pada anaknya untuk bermain hp dengan adanya batasan waktu yang ditetapkan, tapi untuk orang tua yang sepenuhnya melarang anaknya untuk mengakses ponsel jujur saya langka melihat ini, bahkan memang tidak ada kayanya.

Sususasa (OP)
Newbie
*
Offline Offline

Activity: 10
Merit: 0


View Profile
August 25, 2025, 09:45:22 AM
 #22


Desentralisasi atau sentralisasi sebenarnya jangan menjadi sebuah alasan, karena ketika sudah berada di online, anda bertanggung jawab penuh dengan diri sampeyan termasuk data diri sampeyan.

Menggunakan social media juga tidak harus memverifikasi data diri kan? Jadi itu juga termasuk desentralisasi kecuali jika sampeyan menggunakan social media untuk berinteraksi dengan teman-teman sampeyan.

Alasan? Demi apa transaksi desentralisasi ini dibuat(Cryptocurrency) ini harusnya juga punya alasan yang sama..... kemudian kalo kamu pikir social media sudah desentralisasi? Jelaskan doxing yang terjadi pada akun anonim di berbagai sosmed ? Kalo akun anonim untuk troll doang yahh jelas kalem kalem aja.....
@nn@_pen9
Full Member
***
Offline Offline

Activity: 686
Merit: 161


"Na Peng Na Inong"


View Profile WWW
August 25, 2025, 04:31:47 PM
 #23

Tanggapan kalian soal perbedaan suasana ketika masuk ke berbagai macam social media?

Era media sosial kini mau berakhir. Tujuan dari media sosial tidak ada lagi khususnya Facebook. Kebanyakan pengguna platform media sosial bukan lagi untuk berbagi tapi sudah menjadi ajang bisnis.

Bagus jika perubahan mengarah kesitu karena bisa menjadi sebagai tempat untuk mencari uang lewat affiliate.
Di sebagaian daerah, khususnya pengguna platform Tiktok menjadi tempat untuk memperlihatkan "kebodohan" bukan tempat menampilkan karya.
Dampak negatif pada sektor tertentu dengan tren saat ini sangat terasa, terlebih pada sektor sosial.
Kalau untuk Facebook, saya kurang tahu tapi kalau untuk Tiktok atau Instagram, saya kira masih akan terus berlanjut karena antusiasme masyarakat dalam menggunakan kedua media sosial itu masih tinggi. Mereka masih terus mengunggah video-video pendeknya untuk mencapai viewer yang mereka inginkan dan juga berusaha menambah jumlah followernya.

Tapi untuk perilaku di media sosial sepertinya sudah banyak berubah karena banyaknya tontonan yang kurang baik. Mereka mengikuti apa yang mereka lihat tanpa menyaring mana yang baik dan kurang baik. Dengan menggunakan media sosial, mereka merasa lebih bebas dalam mengekspresikan keinginannya sehingga ini banyak yang menjadi sebuah tontonan yang kurang baik. Tapi selama mereka bisa menggunakan media sosial untuk tujuan yang baik dan mereka selalu berusaha dengan baik, saya kira tidak ada perbedaan signifikan yang mengubah perilaku mereka.
Ya secara tidak sadar, media sosial memang memiliki kekuatan yang sangat besar atau signifikan dan juga dapat mempengaruhi perilaku dan pola pikir individu tersebut. Terkadang pengaruh dari influencer di media sosial memiliki peran besar dan juga dapat mempengaruhi pengikut mereka. Rekomendasi atau gaya hidup yang ditampilkan oleh influencer dapat mengubah cara pandang dan perilaku pengikut mereka misalkan scincare, meraka ingin tampil cantik dengan apa yang sudah di contohkan produknya oleh influncer dan menunjukan berbagi hasilnya, pengikut cenderung merasa tertarik untuk mencoba produk tersebut, berharap mendapatkan hasil yang sama.
Mame89
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 2226
Merit: 600


Rollbit - The #1 Solana Casino


View Profile
August 25, 2025, 07:48:27 PM
 #24

Tanggapan kalian soal perbedaan suasana ketika masuk ke berbagai macam social media?

Era media sosial kini mau berakhir. Tujuan dari media sosial tidak ada lagi khususnya Facebook. Kebanyakan pengguna platform media sosial bukan lagi untuk berbagi tapi sudah menjadi ajang bisnis.

Bagus jika perubahan mengarah kesitu karena bisa menjadi sebagai tempat untuk mencari uang lewat affiliate.
Di sebagaian daerah, khususnya pengguna platform Tiktok menjadi tempat untuk memperlihatkan "kebodohan" bukan tempat menampilkan karya.
Dampak negatif pada sektor tertentu dengan tren saat ini sangat terasa, terlebih pada sektor sosial.
Kalau untuk Facebook, saya kurang tahu tapi kalau untuk Tiktok atau Instagram, saya kira masih akan terus berlanjut karena antusiasme masyarakat dalam menggunakan kedua media sosial itu masih tinggi. Mereka masih terus mengunggah video-video pendeknya untuk mencapai viewer yang mereka inginkan dan juga berusaha menambah jumlah followernya.

Tapi untuk perilaku di media sosial sepertinya sudah banyak berubah karena banyaknya tontonan yang kurang baik. Mereka mengikuti apa yang mereka lihat tanpa menyaring mana yang baik dan kurang baik. Dengan menggunakan media sosial, mereka merasa lebih bebas dalam mengekspresikan keinginannya sehingga ini banyak yang menjadi sebuah tontonan yang kurang baik. Tapi selama mereka bisa menggunakan media sosial untuk tujuan yang baik dan mereka selalu berusaha dengan baik, saya kira tidak ada perbedaan signifikan yang mengubah perilaku mereka.
Ya secara tidak sadar, media sosial memang memiliki kekuatan yang sangat besar atau signifikan dan juga dapat mempengaruhi perilaku dan pola pikir individu tersebut. Terkadang pengaruh dari influencer di media sosial memiliki peran besar dan juga dapat mempengaruhi pengikut mereka. Rekomendasi atau gaya hidup yang ditampilkan oleh influencer dapat mengubah cara pandang dan perilaku pengikut mereka misalkan scincare, meraka ingin tampil cantik dengan apa yang sudah di contohkan produknya oleh influncer dan menunjukan berbagi hasilnya, pengikut cenderung merasa tertarik untuk mencoba produk tersebut, berharap mendapatkan hasil yang sama.
Bukan hanya perilaku dan pola pikir individu bahkan dalam hal politik dan hukum juga sangat berpengaruh dengan kekuatan sosial media. Kita bisa lihat sajalah dengan banyak kasus setelah viral di media sosial baru proses, ini juga berlaku pada keputusan politik yang di ambil oleh pemerintah. Sebenarnya media sosial ini seperti pisau bermata dua, bisa untuk membunuh bisa juga bermanfaat untuk kebutuhan tergantung individu membawanya ke arah mana yang pastinya akan berpengaruh pada individu masing-masing.

DI facebook, IG dan twitter saya rasa masih banyak hal yang positif setidaknya kita bisa mendapatkan informasi dan banyak juga genarasi muda memanfaatkan media sosial untuk menghasilkan uang ini secara tidak langsung bisa menguragi penggangguran. Tapi soal tiktok saya tidak habis pikir karena banyak hal yang negatif yang saya lihat.  Apa hanya di beranda saya yang muncul itu. Haha
Soalnya orang-orang di tiktok saat live sangat aneh-aneh demi mendapatkan view, ada yang joget-joget sekampung ada yang mandi lumpur, mandi got bahkan ada yang ng*s*k di live. Mungkin ada yang parah lagi.

 
█▄
R


▀▀██████▄▄
████████████████
▀█████▀▀▀█████
████████▌███▐████
▄█████▄▄▄█████
████████████████
▄▄██████▀▀
LLBIT▀█ 
  TH#1 SOLANA CASINO  
████████████▄
▀▀██████▀▀███
██▄▄▀▀▄▄████
████████████
██████████
███▀████████
▄▄█████████
████████████
████████████
████████████
████████████
█████████████
████████████▀
████████████▄
▀▀▀▀▀▀▀██████
████████████
███████████
██▄█████████
████▄███████
████████████
█░▀▀████████
▀▀██████████
█████▄█████
████▀▄▀████
▄▄▄▄▄▄▄██████
████████████▀
........5,000+........
GAMES
 
......INSTANT......
WITHDRAWALS
..........HUGE..........
REWARDS
 
............VIP............
PROGRAM
 .
   PLAY NOW    
KeenanEl19
Member
**
Offline Offline

Activity: 353
Merit: 39


View Profile
August 27, 2025, 11:32:05 AM
 #25

Ya secara tidak sadar, media sosial memang memiliki kekuatan yang sangat besar atau signifikan dan juga dapat mempengaruhi perilaku dan pola pikir individu tersebut. Terkadang pengaruh dari influencer di media sosial memiliki peran besar dan juga dapat mempengaruhi pengikut mereka. Rekomendasi atau gaya hidup yang ditampilkan oleh influencer dapat mengubah cara pandang dan perilaku pengikut mereka misalkan scincare, meraka ingin tampil cantik dengan apa yang sudah di contohkan produknya oleh influncer dan menunjukan berbagi hasilnya, pengikut cenderung merasa tertarik untuk mencoba produk tersebut, berharap mendapatkan hasil yang sama.
itu nyata kawan, memang ada beberapa orang yang mengalami perubahan menjadi pribadi yang cenderung pemalas karena hanya menghabiskan waktu dengan ponselnya saja yang pastinya media sosial adalah hal yang ia mainkan. Tidak sedikit orang yang mengikuti gaya hidup yang diiklankan atau dipromosikan oleh influencer, sebenarnya ini bukan masalah karena kalau memang mampu ya silahkan saja, hanya saja saya mendapati beberapa teman saya yang ingin tampil dengan gaya yang mewah tapi mereka tidak mampu alhasil langkah yang mereka ambil adalah dengan melakukan pinjol.
Pengaruh media sosial benar kuat, ini tidak disangkal lagi.

██████████   [     C Y B E T     🐸    NOT YOUR AVERAGE BETTING PLATFORM     ]   ██████████
Deposit Bonus    >    Casino : 370% + 150 FS   /   Sports : 300% + 15 FB
▀▀▀▀▀     Rakeback Bonus    ★    Weekly Bonus    ★    Monthly Bonus    ★    Rapid Bonus     ▀▀▀▀▀
ashmodeus
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1736
Merit: 530


Contact @yahoo62278 on telegram for marketing


View Profile
August 27, 2025, 04:24:58 PM
 #26


itu nyata kawan, memang ada beberapa orang yang mengalami perubahan menjadi pribadi yang cenderung pemalas karena hanya menghabiskan waktu dengan ponselnya saja yang pastinya media sosial adalah hal yang ia mainkan. Tidak sedikit orang yang mengikuti gaya hidup yang diiklankan atau dipromosikan oleh influencer, sebenarnya ini bukan masalah karena kalau memang mampu ya silahkan saja, hanya saja saya mendapati beberapa teman saya yang ingin tampil dengan gaya yang mewah tapi mereka tidak mampu alhasil langkah yang mereka ambil adalah dengan melakukan pinjol.
Pengaruh media sosial benar kuat, ini tidak disangkal lagi.

Bener gan pengaruh media sosial terutama dari para influencer sudah sangat kuat dalam membentuk cara berpikir, gaya hidup, dan bahkan keputusan finansial banyak orang, terutama di generasi muda, dan ironisnya yang dipamerin para influencer itu kadang juga utang, endorse, atau settingan, tapi ditelan mentah-mentah sama followers.
Ya dampak buruknya seperti yang agan bilang, jadi pemalas, sukanya hanya rebahan ngabisin kuota seharian, seolah dunia mereka sepenuhnya berada di media sosial, memang jika di kelola dengan baik media sosial  bisa menjadi tempat mencari cuan namun jika hanya menjadi penikmat, apa yang bisa di hasilkan.
Inilah kekuatan media sosial bisa merubah kita menjadi baik atau buruk, tergantung cara kita menyikapinya.

Xcode7
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1764
Merit: 560


View Profile
August 28, 2025, 11:33:58 AM
 #27

itu nyata kawan, memang ada beberapa orang yang mengalami perubahan menjadi pribadi yang cenderung pemalas karena hanya menghabiskan waktu dengan ponselnya saja yang pastinya media sosial adalah hal yang ia mainkan. Tidak sedikit orang yang mengikuti gaya hidup yang diiklankan atau dipromosikan oleh influencer, sebenarnya ini bukan masalah karena kalau memang mampu ya silahkan saja, hanya saja saya mendapati beberapa teman saya yang ingin tampil dengan gaya yang mewah tapi mereka tidak mampu alhasil langkah yang mereka ambil adalah dengan melakukan pinjol.
Pengaruh media sosial benar kuat, ini tidak disangkal lagi.
Bener gan pengaruh media sosial terutama dari para influencer sudah sangat kuat dalam membentuk cara berpikir, gaya hidup, dan bahkan keputusan finansial banyak orang, terutama di generasi muda, dan ironisnya yang dipamerin para influencer itu kadang juga utang, endorse, atau settingan, tapi ditelan mentah-mentah sama followers.
Ya dampak buruknya seperti yang agan bilang, jadi pemalas, sukanya hanya rebahan ngabisin kuota seharian, seolah dunia mereka sepenuhnya berada di media sosial, memang jika di kelola dengan baik media sosial  bisa menjadi tempat mencari cuan namun jika hanya menjadi penikmat, apa yang bisa di hasilkan.
Inilah kekuatan media sosial bisa merubah kita menjadi baik atau buruk, tergantung cara kita menyikapinya.
Dan menurut saya lingkungan sekitar kita berpengaruh besar terhadap apa yang akan kita lakukan untuk menyikapi hal tersebut, memang benar terjadi seperti yang dikatakan dan memang hal tersebut sangat di sayangkan namun saya tidak akan menyalahkan media sosial ataupun para influencer karena mereka melakukan demikian juga untuk mendapatan uang namun kembali lagi pda diri sendiri bagaiaman untuk menyikapi dalam bermain media sosial baik itu penikmat saja ataupun mencari cuan dari media sosial namun kita harus merepkan batas batas untuk tetap menjadi diri sendiri dan itu merupakan didikan dari keluarga ataupun lingkungan sekitar menurut saya.
Fara Chan
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1946
Merit: 678


View Profile
September 02, 2025, 05:39:21 PM
 #28

Dan menurut saya lingkungan sekitar kita berpengaruh besar terhadap apa yang akan kita lakukan untuk menyikapi hal tersebut, memang benar terjadi seperti yang dikatakan dan memang hal tersebut sangat di sayangkan namun saya tidak akan menyalahkan media sosial ataupun para influencer karena mereka melakukan demikian juga untuk mendapatan uang namun kembali lagi pda diri sendiri bagaiaman untuk menyikapi dalam bermain media sosial baik itu penikmat saja ataupun mencari cuan dari media sosial namun kita harus merepkan batas batas untuk tetap menjadi diri sendiri dan itu merupakan didikan dari keluarga ataupun lingkungan sekitar menurut saya.

Social Media Facebook, X/Twitter, Instagram, dan Tiktok itu semua adalah platform yang bisa dipakai untuk menghibur diri dan juga untuk berbisnis karena banyak orang bisa menggunakan itu semua buat berjualan, baik secara live maupun secara konten yang diposting secara sengaja. Jadi secara umumnya tidak ada pengaruh yang buruk terhadap para penggunanya kecuali pengguna tersebut memang sengaja mencari konten-konten yang semi negatif untuk mencuci matanya sendiri dan hal itu biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah dewasa sehingga lingkungan sosial medianya menjadi kurang baik gan.
maydna
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 3598
Merit: 586


jacksclub.io


View Profile
September 03, 2025, 12:45:19 PM
 #29

Dan menurut saya lingkungan sekitar kita berpengaruh besar terhadap apa yang akan kita lakukan untuk menyikapi hal tersebut, memang benar terjadi seperti yang dikatakan dan memang hal tersebut sangat di sayangkan namun saya tidak akan menyalahkan media sosial ataupun para influencer karena mereka melakukan demikian juga untuk mendapatan uang namun kembali lagi pda diri sendiri bagaiaman untuk menyikapi dalam bermain media sosial baik itu penikmat saja ataupun mencari cuan dari media sosial namun kita harus merepkan batas batas untuk tetap menjadi diri sendiri dan itu merupakan didikan dari keluarga ataupun lingkungan sekitar menurut saya.

Social Media Facebook, X/Twitter, Instagram, dan Tiktok itu semua adalah platform yang bisa dipakai untuk menghibur diri dan juga untuk berbisnis karena banyak orang bisa menggunakan itu semua buat berjualan, baik secara live maupun secara konten yang diposting secara sengaja. Jadi secara umumnya tidak ada pengaruh yang buruk terhadap para penggunanya kecuali pengguna tersebut memang sengaja mencari konten-konten yang semi negatif untuk mencuci matanya sendiri dan hal itu biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah dewasa sehingga lingkungan sosial medianya menjadi kurang baik gan.
Jadi ini akan kembali kepada kita bagaimana kita bisa mensikapinya. Kita tidak bisa menyalahkan mereka yang menggunakan media sosial untuk kepentingannya karena kita memiliki perbedaan tentang bagaimana kita ingin menggunakan media sosial. Mungkin mereka memberikan post seperti itu untuk tujuan tertentu dan jika kita melihatnya di beranda, kita bisa skip dan pindah ke yang lainnya. Itu akan menjauhkan kita dari hal-hal negatif yang bisa mempengaruhi kita. Ini penting untuk kita sadari dan juga dibagikan ke orang lain terutama generasi muda supaya mereka bisa menyaring informasi yang mereka dapatkan dari media sosial.

Nahl
Legendary
*
Offline Offline

Activity: 2002
Merit: 1037


View Profile
September 03, 2025, 01:54:14 PM
 #30


itu nyata kawan, memang ada beberapa orang yang mengalami perubahan menjadi pribadi yang cenderung pemalas karena hanya menghabiskan waktu dengan ponselnya saja yang pastinya media sosial adalah hal yang ia mainkan. Tidak sedikit orang yang mengikuti gaya hidup yang diiklankan atau dipromosikan oleh influencer, sebenarnya ini bukan masalah karena kalau memang mampu ya silahkan saja, hanya saja saya mendapati beberapa teman saya yang ingin tampil dengan gaya yang mewah tapi mereka tidak mampu alhasil langkah yang mereka ambil adalah dengan melakukan pinjol.
Pengaruh media sosial benar kuat, ini tidak disangkal lagi.

Bener gan pengaruh media sosial terutama dari para influencer sudah sangat kuat dalam membentuk cara berpikir, gaya hidup, dan bahkan keputusan finansial banyak orang, terutama di generasi muda, dan ironisnya yang dipamerin para influencer itu kadang juga utang, endorse, atau settingan, tapi ditelan mentah-mentah sama followers.
Ya dampak buruknya seperti yang agan bilang, jadi pemalas, sukanya hanya rebahan ngabisin kuota seharian, seolah dunia mereka sepenuhnya berada di media sosial, memang jika di kelola dengan baik media sosial  bisa menjadi tempat mencari cuan namun jika hanya menjadi penikmat, apa yang bisa di hasilkan.
Inilah kekuatan media sosial bisa merubah kita menjadi baik atau buruk, tergantung cara kita menyikapinya.

Dampak negatif dari sosial media yang sekarang adalah banyak yang kerjanya menghabiskan waktu berjam-jam cuma main sosial media dan efek jangka panjangnya adalah orang orang tersebut menjadi anti sosial atau lebih suka berdiam diri dikamar dan asik dengan sosial medianya dan kalau dibandingkan dengan platform semua sosial media yang ada di indonesia saya pikir tiktok adalah social media terpopuler dan hampir kebanyakan orang indonesia mempunyai akun di platform tersebut dan yang saya khawatirkan adalah tidak ada batasan umur untuk anak-anak melihat konten yang harusnya dapat dikategorikan dewasa dan ini berbahaya bagi anak dibawah umur karena dapat mempengaruhi mental mereka
bangjoe
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 2100
Merit: 866


Bitcoin $1 Million


View Profile WWW
September 05, 2025, 09:08:07 AM
 #31

Dan menurut saya lingkungan sekitar kita berpengaruh besar terhadap apa yang akan kita lakukan untuk menyikapi hal tersebut, memang benar terjadi seperti yang dikatakan dan memang hal tersebut sangat di sayangkan namun saya tidak akan menyalahkan media sosial ataupun para influencer karena mereka melakukan demikian juga untuk mendapatan uang namun kembali lagi pda diri sendiri bagaiaman untuk menyikapi dalam bermain media sosial baik itu penikmat saja ataupun mencari cuan dari media sosial namun kita harus merepkan batas batas untuk tetap menjadi diri sendiri dan itu merupakan didikan dari keluarga ataupun lingkungan sekitar menurut saya.

Social Media Facebook, X/Twitter, Instagram, dan Tiktok itu semua adalah platform yang bisa dipakai untuk menghibur diri dan juga untuk berbisnis karena banyak orang bisa menggunakan itu semua buat berjualan, baik secara live maupun secara konten yang diposting secara sengaja. Jadi secara umumnya tidak ada pengaruh yang buruk terhadap para penggunanya kecuali pengguna tersebut memang sengaja mencari konten-konten yang semi negatif untuk mencuci matanya sendiri dan hal itu biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah dewasa sehingga lingkungan sosial medianya menjadi kurang baik gan.
Jadi ini akan kembali kepada kita bagaimana kita bisa mensikapinya. Kita tidak bisa menyalahkan mereka yang menggunakan media sosial untuk kepentingannya karena kita memiliki perbedaan tentang bagaimana kita ingin menggunakan media sosial. Mungkin mereka memberikan post seperti itu untuk tujuan tertentu dan jika kita melihatnya di beranda, kita bisa skip dan pindah ke yang lainnya. Itu akan menjauhkan kita dari hal-hal negatif yang bisa mempengaruhi kita. Ini penting untuk kita sadari dan juga dibagikan ke orang lain terutama generasi muda supaya mereka bisa menyaring informasi yang mereka dapatkan dari media sosial.
Ya itu kembai ke pengguna masing-masing dalam hal penggunaan sosial media manapun, hal-hal seperti konten dewasa dan hal yang sensitif juga ada di sosial media manapun  dari semua yang tertulis disana jika sengaja mencarinya pasti ketemu.

Opsi yang bisa di gunakan di setiap platform adalah dengan mengabaikan konten dengan hastag dan akun tertentu supaya mereka tidak sering muncul di sosial media, itu cukup bekerja bagi ane sejauh ini ketika bermain dosial media, karena interaksi apapun di sosial media bisa menjadi acuan konten yang di rekomendasikan oleh platform itu sendiri untuk muncul di fyp kita.

Dan beberapa orang memang memiliki tujuan tertentu, bahkan bisa jadi sekelompok orang yag memposting konten-konten yang di sengaja untuk menyesatkan  atau mempengaruhi jalan pikiran para pengguna sosial medianya, ini seperti buzzer atau doktrin/pemahan tertentu yang di sengaja di selebar luaskan.
Dan sebagai pengingat juga jangan memakan mentah informasi yang ada di FYP, perlu di veryfikasi ulang untuk kebenaran datanya agar lebih bijaksana dalam bersikap.


MArsland
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 2646
Merit: 788


Novus Ordo Seclorum


View Profile WWW
September 05, 2025, 11:29:23 AM
 #32

dan yang saya khawatirkan adalah tidak ada batasan umur untuk anak-anak melihat konten yang harusnya dapat dikategorikan dewasa dan ini berbahaya bagi anak dibawah umur karena dapat mempengaruhi mental mereka
Kalau ini kembali lagi pada pengawasan orang tua dong gan, masalah tidak adanya batasan itu ketika orang tua memberikan kebebasan kepada anaknya akan penggunaan gadget. Jadi tidak cukup khawatir jika kita sendiri tidak aware terhadap apa yang anak gunakan dengan ponselnya. Sedangkan platform soscial media kayak tiktok sudah menerapkan kebijakan khusus konten2 memang sesuai usia, misalnya konten untuk anak di bawah 18 tahun kan ada pengaturannya coba buka tiktok -> profil -> klik garis 3 di kanan atas -> nah ada pengaturan privasi lalu scrol ke bawah nanti ada fitur Kontrol Penonton udah deh dengan begitu konten yang muncul dapat dibatasi hanya untuk usia di bawah 18 tahun. So pertanyaannya sejauh mana orang tua mau aware terhadap hal seperti ini?


MarjorieZimmermanGinger
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1988
Merit: 878


Leading Crypto Sports Betting & Casino Platform


View Profile
September 14, 2025, 06:02:40 AM
 #33

Kalau ini kembali lagi pada pengawasan orang tua dong gan, masalah tidak adanya batasan itu ketika orang tua memberikan kebebasan kepada anaknya akan penggunaan gadget. Jadi tidak cukup khawatir jika kita sendiri tidak aware terhadap apa yang anak gunakan dengan ponselnya. Sedangkan platform soscial media kayak tiktok sudah menerapkan kebijakan khusus konten2 memang sesuai usia, misalnya konten untuk anak di bawah 18 tahun kan ada pengaturannya coba buka tiktok -> profil -> klik garis 3 di kanan atas -> nah ada pengaturan privasi lalu scrol ke bawah nanti ada fitur Kontrol Penonton udah deh dengan begitu konten yang muncul dapat dibatasi hanya untuk usia di bawah 18 tahun. So pertanyaannya sejauh mana orang tua mau aware terhadap hal seperti ini?
Peran orang tua memang sangat besar dan jika lalai dalam melakukan pengawasan memang anak akan jauh lebih terkontaminasi dengan penggunaan konteks yang tidak sesuai dengan umur mereka meskipun di pengaturan terdapat batasan usia yang dapat di atur. Kembali lagi pada masing-masing orang tua mau melihat anak dirusak oleh media sosial atau justru pingin mengarahkan mereka menjadi lebih bijak dalam penggunaan ponsel karena tanpa kontrol yang tepat mereka akan lolos dari pengawasan, apalagi anak-anak sekarang jauh lebih pintar dari orang tua dalam penggunaan ponsel. Setiap kebijakan di media sosial pasti ada tingkat kelemahanya itu sebabnya dibutuhkan kontrol orang tua supaya anak tidak salah jalan dalam penggunaan media sosial sesuai dengan umurnya.

..Stake.com..   ▄████████████████████████████████████▄
   ██ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄            ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██  ▄████▄
   ██ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██████████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██  ██████
   ██ ██████████ ██      ██ ██████████ ██   ▀██▀
   ██ ██      ██ ██████  ██ ██      ██ ██    ██
   ██ ██████  ██ █████  ███ ██████  ██ ████▄ ██
   ██ █████  ███ ████  ████ █████  ███ ████████
   ██ ████  ████ ██████████ ████  ████ ████▀
   ██ ██████████ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██████████ ██
   ██            ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀            ██ 
   ▀█████████▀ ▄████████████▄ ▀█████████▀
  ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄███  ██  ██  ███▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄
 ██████████████████████████████████████████
▄▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▄
█  ▄▀▄             █▀▀█▀▄▄
█  █▀█             █  ▐  ▐▌
█       ▄██▄       █  ▌  █
█     ▄██████▄     █  ▌ ▐▌
█    ██████████    █ ▐  █
█   ▐██████████▌   █ ▐ ▐▌
█    ▀▀██████▀▀    █ ▌ █
█     ▄▄▄██▄▄▄     █ ▌▐▌
█                  █▐ █
█                  █▐▐▌
█                  █▐█
▀▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▀█
▄▄█████████▄▄
▄██▀▀▀▀█████▀▀▀▀██▄
▄█▀       ▐█▌       ▀█▄
██         ▐█▌         ██
████▄     ▄█████▄     ▄████
████████▄███████████▄████████
███▀    █████████████    ▀███
██       ███████████       ██
▀█▄       █████████       ▄█▀
▀█▄    ▄██▀▀▀▀▀▀▀██▄  ▄▄▄█▀
▀███████         ███████▀
▀█████▄       ▄█████▀
▀▀▀███▄▄▄███▀▀▀
..PLAY NOW..
junder
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1764
Merit: 567


Leading Crypto Sports Betting & Casino Platform


View Profile
September 14, 2025, 03:22:20 PM
 #34

Peran orang tua memang sangat besar dan jika lalai dalam melakukan pengawasan memang anak akan jauh lebih terkontaminasi dengan penggunaan konteks yang tidak sesuai dengan umur mereka meskipun di pengaturan terdapat batasan usia yang dapat di atur. Kembali lagi pada masing-masing orang tua mau melihat anak dirusak oleh media sosial atau justru pingin mengarahkan mereka menjadi lebih bijak dalam penggunaan ponsel karena tanpa kontrol yang tepat mereka akan lolos dari pengawasan, apalagi anak-anak sekarang jauh lebih pintar dari orang tua dalam penggunaan ponsel. Setiap kebijakan di media sosial pasti ada tingkat kelemahanya itu sebabnya dibutuhkan kontrol orang tua supaya anak tidak salah jalan dalam penggunaan media sosial sesuai dengan umurnya.
Dalam beberapa jenis ponsel biasanya terdapat fitur atau mode kontrol anak, tapi meskipun begitu ini tidak sepenuhnya efektif jadi tetap saja teragantung dengan orang tuanya sendiri juga. Kalau pun nanti terjadi anak tersebut banyak malasnya maka tidak aneh karena sudah terbiasa dengan mengoprasikan ponsel dari pada melakukan hal lain yang nyata. Kalau orang tua bisa mengarahkan anaknya jadi lebih bijak dalam menggunakan ponsel itu bagus, sayanga tidak semua orang tua seperti ini kadang mereka membiarkan anaknya tetap mengunakan ponsel untuk membuatnya tidak rewel.

..Stake.com..   ▄████████████████████████████████████▄
   ██ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄            ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██  ▄████▄
   ██ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██████████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██  ██████
   ██ ██████████ ██      ██ ██████████ ██   ▀██▀
   ██ ██      ██ ██████  ██ ██      ██ ██    ██
   ██ ██████  ██ █████  ███ ██████  ██ ████▄ ██
   ██ █████  ███ ████  ████ █████  ███ ████████
   ██ ████  ████ ██████████ ████  ████ ████▀
   ██ ██████████ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██████████ ██
   ██            ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀            ██ 
   ▀█████████▀ ▄████████████▄ ▀█████████▀
  ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄███  ██  ██  ███▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄
 ██████████████████████████████████████████
▄▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▄
█  ▄▀▄             █▀▀█▀▄▄
█  █▀█             █  ▐  ▐▌
█       ▄██▄       █  ▌  █
█     ▄██████▄     █  ▌ ▐▌
█    ██████████    █ ▐  █
█   ▐██████████▌   █ ▐ ▐▌
█    ▀▀██████▀▀    █ ▌ █
█     ▄▄▄██▄▄▄     █ ▌▐▌
█                  █▐ █
█                  █▐▐▌
█                  █▐█
▀▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▀█
▄▄█████████▄▄
▄██▀▀▀▀█████▀▀▀▀██▄
▄█▀       ▐█▌       ▀█▄
██         ▐█▌         ██
████▄     ▄█████▄     ▄████
████████▄███████████▄████████
███▀    █████████████    ▀███
██       ███████████       ██
▀█▄       █████████       ▄█▀
▀█▄    ▄██▀▀▀▀▀▀▀██▄  ▄▄▄█▀
▀███████         ███████▀
▀█████▄       ▄█████▀
▀▀▀███▄▄▄███▀▀▀
..PLAY NOW..
jcojci
Full Member
***
Offline Offline

Activity: 1764
Merit: 196


Bitz.io Best Bitcoin and Crypto Casino


View Profile
September 15, 2025, 01:31:49 PM
 #35

Ya secara tidak sadar, media sosial memang memiliki kekuatan yang sangat besar atau signifikan dan juga dapat mempengaruhi perilaku dan pola pikir individu tersebut. Terkadang pengaruh dari influencer di media sosial memiliki peran besar dan juga dapat mempengaruhi pengikut mereka. Rekomendasi atau gaya hidup yang ditampilkan oleh influencer dapat mengubah cara pandang dan perilaku pengikut mereka misalkan scincare, meraka ingin tampil cantik dengan apa yang sudah di contohkan produknya oleh influncer dan menunjukan berbagi hasilnya, pengikut cenderung merasa tertarik untuk mencoba produk tersebut, berharap mendapatkan hasil yang sama.
Mau bagaimana lagi Te, soalnya mereka menganggap bahwa ketika influencer favoritnya sedang live on, mereka akan mencoba untuk mengikuti apa yang mereka lakukan. Gaya hidup berubah, tanpa memikirkan apakah mereka cocok ataukah tidak. Yang ada di pikiran mereka adalah bagaimana mereka juga bisa melakukannya.  Akan lebih baik lagi jika mereka bisa menyaring apa yang mereka lihat dari media sosial itu dan mengambil contoh-contoh yang baik saja. Kita yang harus menyaring semuanya supaya kita bisa menjadi penonton yang bijak dalam mensikapi semuanya.

Wildwest
Sr. Member
****
Offline Offline

Activity: 1714
Merit: 332



View Profile WWW
October 23, 2025, 12:39:34 PM
 #36

Ya secara tidak sadar, media sosial memang memiliki kekuatan yang sangat besar atau signifikan dan juga dapat mempengaruhi perilaku dan pola pikir individu tersebut. Terkadang pengaruh dari influencer di media sosial memiliki peran besar dan juga dapat mempengaruhi pengikut mereka. Rekomendasi atau gaya hidup yang ditampilkan oleh influencer dapat mengubah cara pandang dan perilaku pengikut mereka misalkan scincare, meraka ingin tampil cantik dengan apa yang sudah di contohkan produknya oleh influncer dan menunjukan berbagi hasilnya, pengikut cenderung merasa tertarik untuk mencoba produk tersebut, berharap mendapatkan hasil yang sama.
Mau bagaimana lagi Te, soalnya mereka menganggap bahwa ketika influencer favoritnya sedang live on, mereka akan mencoba untuk mengikuti apa yang mereka lakukan. Gaya hidup berubah, tanpa memikirkan apakah mereka cocok ataukah tidak. Yang ada di pikiran mereka adalah bagaimana mereka juga bisa melakukannya.  Akan lebih baik lagi jika mereka bisa menyaring apa yang mereka lihat dari media sosial itu dan mengambil contoh-contoh yang baik saja. Kita yang harus menyaring semuanya supaya kita bisa menjadi penonton yang bijak dalam mensikapi semuanya.
Pendapat yang cocok media sosial bukan tempat mengambil contoh bagi orang orang yang masih kurang berkecukupan lebih baik menyaring semuanya menjadi penonton yang bijak dalam dalam mengambil keputusan,secara tidak sadar Sosial media juga telah mengganggu anak anak dan waktu terbuang sia sia.

Apapun yang kita bicarakan jika influencer favorit sudah masuk semua ingin berubah terutama gaya hidup yang modern,Sosial media tidak semua terbawa pada negatif asal panda dalam mengikuti alur yang mana cocok atau tidak untuk menjadi tambahan pengetahuan bagi kita semua.

▄▄███████████████████▄▄
▄███████████████████████▄
███████████████████▄█████
█████████████████████████
███████████▀█████████████
█████████▀███▀██████▀████
██████████████████▄██████
█████████▄▄▄▄███████████
██████████▄▄▄████████████
███████████████████▀█████
████████████████▀▀███████
▀███████████████████████▀
▀▀███████████████████▀▀
 
EARNBET 
████
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
████
███████▄▄███████████
████▄██████████████████
██▀▀███████████████▀▀███
▄████████████████████████
▄▄████████▀▀▀▀▀████████▄▄██
███████████████████████████
█████████▌██▀████████████
███████████████████████████
▀▀███████▄▄▄▄▄█████████▀▀██
▀█████████████████████▀██
██▄▄███████████████▄▄███
████▀██████████████████
███████▀▀███████████
████████
HIGHEST VIP REWARDS
G U A R A N T E E D 
████████
████████
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
████████
█████████

▄▄▄
▄▄▄███████▐███▌███████▄▄▄
█████████████████████████
▀████▄▄▄███████▄▄▄████▀
█████████████████████
▐███████████████████▌
███████████████████
███████████████████
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

█████████
████████
King of The Castle
$200,000 in prizes
████████
████████
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
████████
█████████
62.5%
████████
█████████
 
RAKEBACK
BONUS

 
█████████
████
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
████
[/c
Oneandpure
Sr. Member
****
Offline Offline

Activity: 2240
Merit: 326


Rainbet.com #1 non-kyc crypto casino & sportsbook


View Profile
October 23, 2025, 01:49:41 PM
 #37

Sosial media menjadi pembeda atau level tahta seseorang saat ini, banyak publik figur atau influencer top sebelum terkenal mereka pasti menggunakan Facebook sebagai akun sosial media, namun ketika sudah terkenal dan popular banyak diantara mereka tidak begitu menggunakan Facebook lagi dan hanya menggunakan Instagram. Sudah ramai dan jadi hal umum sosial media Facebook bosa dikatakan untuk masyarakat atau level denga kasta paling rendah. Namun saya sendiri terlepas suatu saat nanti meniliki finansial yang lebih baik dan stabil tetap masih menggunakan Facebook.
Banyak keunikan di Facebook apalagi setia0 hari bisa debat satu sama lain semisal masalah politik, bola bahkan bisa have fun dengan sharing meme, jarang ada sosial media selain Facebook yang sering share meme jadi kota bisa terhibur dan tidak terlalu kaku saat menggunakan Facebook

arufox
Sr. Member
****
Offline Offline

Activity: 1274
Merit: 272


View Profile
October 24, 2025, 01:18:05 PM
 #38

3. Apakah anda lebih setuju social media itu harus 100% Freedom of speech, atau pro protekrisme?
Bagi saya lebih setuju kalau sosial media harus freedom of speech karena dengan demikian kita bisa mendapatkan informasi yang utuh karena kalau misalnya diterapkan protekrisme terkadang kita tidak mendapatkan informasi yang sebenarnya terutama berita luar negeri sperti yang selama ini apa yang beritakan tentang  israel dan palestina yang seolah-olah menuduh hamas sebagai teroris padahal israel lah yang teroris yang telah merampas tanah palestina.
Ryu_Ar1
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1456
Merit: 877



View Profile WWW
October 24, 2025, 02:53:10 PM
 #39

Ya secara tidak sadar, media sosial memang memiliki kekuatan yang sangat besar atau signifikan dan juga dapat mempengaruhi perilaku dan pola pikir individu tersebut. Terkadang pengaruh dari influencer di media sosial memiliki peran besar dan juga dapat mempengaruhi pengikut mereka. Rekomendasi atau gaya hidup yang ditampilkan oleh influencer dapat mengubah cara pandang dan perilaku pengikut mereka misalkan scincare, meraka ingin tampil cantik dengan apa yang sudah di contohkan produknya oleh influncer dan menunjukan berbagi hasilnya, pengikut cenderung merasa tertarik untuk mencoba produk tersebut, berharap mendapatkan hasil yang sama.
itu nyata kawan, memang ada beberapa orang yang mengalami perubahan menjadi pribadi yang cenderung pemalas karena hanya menghabiskan waktu dengan ponselnya saja yang pastinya media sosial adalah hal yang ia mainkan. Tidak sedikit orang yang mengikuti gaya hidup yang diiklankan atau dipromosikan oleh influencer, sebenarnya ini bukan masalah karena kalau memang mampu ya silahkan saja, hanya saja saya mendapati beberapa teman saya yang ingin tampil dengan gaya yang mewah tapi mereka tidak mampu alhasil langkah yang mereka ambil adalah dengan melakukan pinjol.
Pengaruh media sosial benar kuat, ini tidak disangkal lagi.
Mungkin saya adalah salah satu dari golongan tersebut Cheesy Ya meskipun tidak bisa dipungkiri selalu saja ada rasa ingin mengubah nasib dari hal itu tetapi pada akhinrya jelas ini bukan perkara yang mudah.
Tidak bisa dipungkiri bahwa sampai saat ini fokus saya selalu saja gampang teralihkan ketika berurusan dengan hp yang membuat saya lupa waktu. Ini sebenarnya menjadi sebuah masalah yang sedikit sulit untuk dipecahkan oleh diri saya sendiri karena mungkin sudah kebiasaan ketika buka hp, maen medsos atau ngegame yaudah lupa segala urusan padahal sejak awal saya sudah tahu harus melakukan disiplin terutama dalam waktu Cheesy
Jujur saja pengaruh hp bagi saya jauh lebih besar dibanding hal lain untuk saat ini.

Gaza13
Sr. Member
****
Offline Offline

Activity: 1092
Merit: 314


View Profile WWW
October 24, 2025, 03:42:13 PM
 #40

Sosial media menjadi pembeda atau level tahta seseorang saat ini, banyak publik figur atau influencer top sebelum terkenal mereka pasti menggunakan Facebook sebagai akun sosial media, namun ketika sudah terkenal dan popular banyak diantara mereka tidak begitu menggunakan Facebook lagi dan hanya menggunakan Instagram. Sudah ramai dan jadi hal umum sosial media Facebook bosa dikatakan untuk masyarakat atau level denga kasta paling rendah. Namun saya sendiri terlepas suatu saat nanti meniliki finansial yang lebih baik dan stabil tetap masih menggunakan Facebook.
Banyak keunikan di Facebook apalagi setia0 hari bisa debat satu sama lain semisal masalah politik, bola bahkan bisa have fun dengan sharing meme, jarang ada sosial media selain Facebook yang sering share meme jadi kota bisa terhibur dan tidak terlalu kaku saat menggunakan Facebook
Saya rasa kurang bijak bahwa media sosial dikategorikan untuk kasta tertentu, bukankah ini bisa di pergunakan oleh siapapun. Mereka yang menggunakan media sosial ini saya rasa mereka melihat peluang bahwa media sosial ini bisa membangun branding atau menjalankan usaha bisnis. Mereka yang melompat dari media sosial satu ke media sosial lainnya saya pikir itu hal yang lumrah terjadi sekarang ini, tentunya mereka mencari audience mana yang paling banyak di gunakan agar bisnis yang mereka bangun agar bisa menyebar dan lebih terkenal dengan cepat. Saya rasa dampak dari media sosial ini cukup signifikan banyak dari orang yang mengikuti tren dari gaya dari orang lain. Memang dengan menggunakan media sosial sekarang ini salah satu alat yang wajib di gunakan oleh siapapun.
Pages: « 1 [2] 3 »  All
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.19 | SMF © 2006-2009, Simple Machines Valid XHTML 1.0! Valid CSS!