Bitcoin Forum
June 26, 2026, 05:09:52 AM *
News: Latest Bitcoin Core release: 31.0 [Torrent]
 
   Home   Help Search Login Register More  
Pages: « 1 [2] 3 »  All
  Print  
Author Topic: Separuh warga Indonesia tak mampu beli makanan sehat, bisakah MBG menjadi solusi  (Read 764 times)
Liboy95
Newbie
*
Offline

Activity: 29
Merit: 0


View Profile
January 04, 2026, 07:37:55 AM
 #21

Saya rasa memang itulah penyebab terbentuknya program MBG karena kalau tidak salah zamannya jokowi banyak anak anak yang mengalami stunting, kecerdasan menurun yang di sebabkan kurangnya gizi yang seimbang dan khawatir jika hal ini terus berlanjut bisa membuat generasi di indonesia semakin buruk dan tertinggal dari negara lain. Adanya program ini bisa mengurangi stunting, menjaga kesehatan dan bisa meningkatkan kecerdasan anak sehingga melahirkan generasi yang cerdas untuk masadepan negara kita, sekarang dengan adanya MBG orangtua yang miskin secara ekonomi bisa terbantu.

setau ane, Sekitar 43,5 persen penduduk Indonesia, atau setara dengan 123 juta orang, masih tidak mampu membeli makanan sehat pada tahun 2024, menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) tahun 2025.
dan Di tengah kemiskinan yang kian mempersempit akses terhadap gizi layak, muncullah pertanyaan: bisakah program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menjadi jawaban, atau justru sekadar solusi sementara atas masalah yang lebih mendasar?
bagaimana menurut agan-agan ?


kalau ga mampu beli makanan bergizi pemerintah buat lah lapangan perkerjaan yang seluas2nya jadi masyarakat bisa cari makan sendiri bisa memenuhi kebutuhan nya sendiri bukan ngasih program makan bergizi gratis
itu pun kan hanya untuk anak2 sekolah, yang benaran ga mampu malah pada ga sekolah hidup di jalanan cari nafkah untuk membantu orang tua nya. jadi bisa di katakan kurang tepat sasaran
kalau lapangan kerja sempit yang dewasa pun susah makan apa lagi yang sudah manula dan tua
Sebenarnya banyak kok pekerjaan cuma emang terkadang masyarakatnya yang suka pilih pilih kerjaan pengennya yang gajinya besar dan lingkungan kerjaan nyaman padahal kalau mau kerja kaya gitu kan emang persyatannya ga gampang selalu ada batasan usia dan juga pengalaman di butuhin kalau untuk pekerjaan biasa sebenarnya banyak tapi ya itu biasanya gajinya cuma standar UMK kadang malah di bawahnya, tapi semenjak ada MBG ini bukannya malah buka lapangan pekerjaan juga ya? Buktinya banyak yang bekerja disana dan gajinya juga sesuai standar banyak ibu ibu atau bapak bapak yang bekerja di sana yang awalnya cuma buruh tani, ibu ibu rumah tangga yang sulit nyari pekerjaan karna faktor umur, dan penghasilannya ga seberapa dan mungkin sekarang bisa makan enak, program MBG ini tergantung dari sudut pandang oranglain kalau memandang positif program ini bagus kok yang ga bagus kalo anggaran buat MBG di korupsi  Roll Eyes

iya betul sekali pendapat agan progam mbg ini tergantung dari segi sudut pandang orang-orang,cuma kalau kita liat yang terjadi saat ini , progam ini lebih ke kayak kepentingan pribadi atau lebih jelas nya sudah di jadikan proyek oleh beberpa oknum,dan bisa juga kita liat menunya pun sekarang tidaj sesuai seperti apa yang di katakan kepala BGN kepada presiden, kata beliau menunya daging dan lele utuh, tapi yang kita liat dilapangan bagaimana,sama sekali tidak sesuai seperti apa yang di katakan kepala BGN.

panjul07
Legendary
*
Offline

Activity: 4256
Merit: 1411



View Profile WWW
January 04, 2026, 11:05:42 AM
 #22

kalau lapangan kerja sempit yang dewasa pun susah makan apa lagi yang sudah manula dan tua
Lapangan kerja asal ga pilih-pilih sebenarnya ada aja mas, kebanyakan sekarang itu pada pilih-pilih. Jadi kuli malu, jadi buruh tani juga ga mau. Di desa saya yang cukup plosok, meskipun kondisi ekonomi sulit, mereka yang dewasa masih bisa mencari nafkah karena tidak segan untuk jadi buruh dan kuli. Sedangkan yang muda-muda memang banyak yang nganggur karena kebanyakan dari mereka enggan menjadi buruh atau kerja berat. Mereka yang lulusan SMA ga mau kerja kalau bukan ke pabrik, ga mau jualan jajanan. Sedangkan yang mau jualan jajanan anak sekolah tidak ada yang mengeluh kesulitan untuk beli makanan. kembali pada diri sendiri sih mas, kalau pilih-pilih pekerjaan memang tidak akan bisa dapat pekerjaan.
Benar sekali mas, yang bikin sulit itu gengsi, sebenarnya asal gak terlalu muluk-muluk dalam memilih, ada aja pekerjaan, masalah pekerjaan yang enak dan gampang itu nomor dua. Sama juga seperti di desa saya, mereka memiliki sudut pandang yang lebih realistis dan tidak terlalu pilih-pilih pekerjaan karena fokusnya untuk mencari nafkah demi membantu setiap kebutuhan keluarganya.
Saya juga setuju, seandainya tidak terlalu pilih-pilih pekerjaan, pasti ada banyak peluang yang bisa diambil, ini juga bukan tentang sesuai selera, selama memiliki kemauan untuk bekerja keras akan mendapat hasil yang memuaskan.

Kalo yang ane liat sih bukan gengsi saja, tapi banyak faktor lain kenapa orang2 pilih2 pekerjaan karena memang ga semua orang bisa mengerjakan semua jenis pekerjaan.
Contoh, kuli..ini butuh skill yang cukup karena kalo ga punya skill ya ga akan ada yang mau mempekerjakan, kalo dibilang dari segi pendapatan sih harusnya kuli sudah lebih dari cukup.
Atau contoh coba jualan, ga semua orang juga bisa/mampu atau punya bakat buat jualan dan ga semua orang juga berani ambil resiko buat keluarin modal terutama yang modalnya terbatas karena sekali gagal bisa berakibat panjang. 
Jadi ya wajar aja kalo orang pilih2 pekerjaan, sesuai dengan skill masing2, sesuai dengan passion masing2, atau sesuai dengan keinginan masing2.
Ane yakin anda pun termasuk orang yang pasti memilih pekerjaan sesuai dengan skill atau bidang yang dikuasai karena tidak mungkin anda asal ngambil kerja yang penting kerja tapi tidak lihat secara keseluruhan.
Bukan maksud membela orang2 yang pilih2 pekerjaan, tapi ini adalah fakta dan sesuatu yang wajar menurut kaca mata ane pribadi.

silpersurfer
Full Member
***
Offline

Activity: 854
Merit: 181



View Profile
January 04, 2026, 04:18:09 PM
 #23

Ini bisa terjadi karena memang sebagian besar masyarakat Indonesia masih hidup dalam garis kemiskinan dengan perekonomian yang lemah, sehingga ketika membeli kebutuhan,  masyarakat lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas. Mereka mengesampingkan apa kwbutuhan gizi bagi anak anak atau keluarganya, yang terpenting keluarganya bisa makan, bisa kenyang sekalipun dengan asupan gizi yang rendah. Seperti yang kita ketgaui bersama ketika harganya murah, sudah pastinikai gizinya rendah.

Jika disangkutpautkan dengan hadirnya program MBG, program ini sama sekali tidak menjadi solusi yang solutif ini menjawab permasalahan ini sepenuhnya. Solusinya adalah bagaimana pemerintah bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan industri pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan yang ada didalam negeri. Dengan meningkatnya perekonomian masyarakat makatentu saja nilai beli masyarakat juga skan meningkat, dan dengan meningkatnya industri yang saya sebutkan di atas, ini dapat membuat membuat kebutuhan masyarakat menjadi lebih terjangkau dalam upaya peningkatan nilai gizi bagi masyarakat.  Hadirnya MBG menelan anggaran yang sangat besar bahkan untuk setiap harinya. dan solusi  yang paling sulutif adalah dengan mengalih fungsikan dana tersebut untuk peningkatan perekonomian masyarakat dan industri yang tadi saya sebutkan.

junder
Hero Member
*****
Offline

Activity: 1876
Merit: 575


Leading Crypto Sports Betting & Casino Platform


View Profile
April 03, 2026, 03:38:40 AM
 #24

Yang saya simpulkan sih MBG ini tidak bisa menjadi sebuah solusi bagi anak yang tidak mampu membeli makanan bergizi karena dengan banyaknya kasus yang terjadipun MBG ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, bahkan ada juga kasus yang pernah keracunan karena mengkonsumsi MBG. Sebagian anak ada yang menolak program ini dan ingin diganti dengan yang lain mungkin itu karena memang isinya yang membosankan atau lainnya. Meskipun tujuannya adalah baik tapi masalahnya pekerja MBG ini tidaklah semua higenis, bersih, dan teliti.

..Stake.com..   ▄████████████████████████████████████▄
   ██ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄            ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██  ▄████▄
   ██ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██████████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██  ██████
   ██ ██████████ ██      ██ ██████████ ██   ▀██▀
   ██ ██      ██ ██████  ██ ██      ██ ██    ██
   ██ ██████  ██ █████  ███ ██████  ██ ████▄ ██
   ██ █████  ███ ████  ████ █████  ███ ████████
   ██ ████  ████ ██████████ ████  ████ ████▀
   ██ ██████████ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██████████ ██
   ██            ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀            ██ 
   ▀█████████▀ ▄████████████▄ ▀█████████▀
  ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄███  ██  ██  ███▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄
 ██████████████████████████████████████████
▄▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▄
█  ▄▀▄             █▀▀█▀▄▄
█  █▀█             █  ▐  ▐▌
█       ▄██▄       █  ▌  █
█     ▄██████▄     █  ▌ ▐▌
█    ██████████    █ ▐  █
█   ▐██████████▌   █ ▐ ▐▌
█    ▀▀██████▀▀    █ ▌ █
█     ▄▄▄██▄▄▄     █ ▌▐▌
█                  █▐ █
█                  █▐▐▌
█                  █▐█
▀▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▀█
▄▄█████████▄▄
▄██▀▀▀▀█████▀▀▀▀██▄
▄█▀       ▐█▌       ▀█▄
██         ▐█▌         ██
████▄     ▄█████▄     ▄████
████████▄███████████▄████████
███▀    █████████████    ▀███
██       ███████████       ██
▀█▄       █████████       ▄█▀
▀█▄    ▄██▀▀▀▀▀▀▀██▄  ▄▄▄█▀
▀███████         ███████▀
▀█████▄       ▄█████▀
▀▀▀███▄▄▄███▀▀▀
..PLAY NOW..
Bitinity
Legendary
*
Offline

Activity: 3822
Merit: 1347



View Profile
April 03, 2026, 04:34:36 AM
 #25

Yang saya simpulkan sih MBG ini tidak bisa menjadi sebuah solusi bagi anak yang tidak mampu membeli makanan bergizi karena dengan banyaknya kasus yang terjadipun MBG ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, bahkan ada juga kasus yang pernah keracunan karena mengkonsumsi MBG. Sebagian anak ada yang menolak program ini dan ingin diganti dengan yang lain mungkin itu karena memang isinya yang membosankan atau lainnya. Meskipun tujuannya adalah baik tapi masalahnya pekerja MBG ini tidaklah semua higenis, bersih, dan teliti.

Sebenarnya bisa dijadikan solusi atau setidaknya sebagai pengurangan tingkat kekurangan gizi asalkan dijalankan dengan seharusnya. MBG harus benar2 lebih difokuskan untuk yang memang benar2 tidak mampu untuk membeli atau menyediakan makanan sehat setiap harinya. Bukan hanya dijadikan sebagai program asal jalan, asal semua kebagian, yang mana membuat program ini jauh dari kata efektif.

▄▄███████████████████▄▄
▄███████████████████████▄
████████████████████████
█████████████████████████
████████████████████████
████████████▀██████▀████
████████████████████████
█████████▄▄▄▄███████████
██████████▄▄▄████████████
████████████████████████
████████████████▀▀███████
▀███████████████████████▀
▀▀███████████████████▀▀
 
 EARNBET 
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
███████▄▄███████████
████▄██████████████████
██▀▀███████████████▀▀███
▄████████████████████████
▄▄████████▀▀▀▀▀████████▄▄██
███████████████████████████
█████████▌██▀████████████
███████████████████████████
▀▀███████▄▄▄▄▄█████████▀▀██
▀█████████████████████▀██
██▄▄███████████████▄▄███
████▀██████████████████
███████▀▀███████████
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██


▄▄▄
▄▄▄███████▐███▌███████▄▄▄
█████████████████████████
▀████▄▄▄███████▄▄▄████▀
█████████████████████
▐███████████████████▌
███████████████████
███████████████████
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

 King of The Castle 
 $200,000 in prizes
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██

 62.5% 

 
RAKEBACK
BONUS
maydna
Hero Member
*****
Offline

Activity: 3710
Merit: 586


jacksclub.io


View Profile
April 03, 2026, 06:31:46 AM
 #26

Yang saya simpulkan sih MBG ini tidak bisa menjadi sebuah solusi bagi anak yang tidak mampu membeli makanan bergizi karena dengan banyaknya kasus yang terjadipun MBG ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, bahkan ada juga kasus yang pernah keracunan karena mengkonsumsi MBG. Sebagian anak ada yang menolak program ini dan ingin diganti dengan yang lain mungkin itu karena memang isinya yang membosankan atau lainnya. Meskipun tujuannya adalah baik tapi masalahnya pekerja MBG ini tidaklah semua higenis, bersih, dan teliti.
Setuju Mas karena program MBG ini belum bisa dikatakan berhasil karena masih banyak kesalahan dan kekurangan. Banyak kasus yang terjadi sepanjang program ini dijalankan dan perubahan yang dilakukan oleh pemerintah belum mampu menjawab atau mengatasinya. MBG bukanlah solusi untuk rakyat yang kekurangan karena rakyat membutuhkan lebih banyak lapangan kerja yang bisa memberikan mereka akses untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan. Selain itu, kita tidak tahu apakah MBG ini akan terus berlanjut walaupun presidennya sudah berganti atau akan dihentikan karena disebut sebagai pemborosan. Program MBG dijalankan untuk menepati janji yang sudah diucapkan pada saat kampanye dulu tapi sayangnya kurang koordinasi dari banyak pihak.

pusaka
Hero Member
*****
Offline

Activity: 1848
Merit: 722


GhostSwap.io


View Profile
April 19, 2026, 11:35:07 AM
 #27

Yang saya simpulkan sih MBG ini tidak bisa menjadi sebuah solusi bagi anak yang tidak mampu membeli makanan bergizi karena dengan banyaknya kasus yang terjadipun MBG ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, bahkan ada juga kasus yang pernah keracunan karena mengkonsumsi MBG. Sebagian anak ada yang menolak program ini dan ingin diganti dengan yang lain mungkin itu karena memang isinya yang membosankan atau lainnya. Meskipun tujuannya adalah baik tapi masalahnya pekerja MBG ini tidaklah semua higenis, bersih, dan teliti.
Setuju Mas karena program MBG ini belum bisa dikatakan berhasil karena masih banyak kesalahan dan kekurangan. Banyak kasus yang terjadi sepanjang program ini dijalankan dan perubahan yang dilakukan oleh pemerintah belum mampu menjawab atau mengatasinya. MBG bukanlah solusi untuk rakyat yang kekurangan karena rakyat membutuhkan lebih banyak lapangan kerja yang bisa memberikan mereka akses untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan. Selain itu, kita tidak tahu apakah MBG ini akan terus berlanjut walaupun presidennya sudah berganti atau akan dihentikan karena disebut sebagai pemborosan. Program MBG dijalankan untuk menepati janji yang sudah diucapkan pada saat kampanye dulu tapi sayangnya kurang koordinasi dari banyak pihak.
Sebenarnya program ini bagus asalkan dikelola dengan sangat baik, namun dilapangan tidak seperti itu karena MBG ini justru menjadi lahan basah untuk beberapa orang yang berpengaruh. Banyak juga laporan tentang makanan yang basi dan dilihat dari nilai gizi masih jauh dari apa yang diharapkan.

Menurut saya pemerintah harus mengevaluasi program ini secepat mungkin, sebab program ini menyerap anggaran yang sangat fantastis yang itu jika di alokasikan untuk hal lain juga bisa sangat berdampak. Program ini menyerap anggaran yang besar, sedangkan guru honorer kita tahu nasibnya seperti  apa.

Dan saya juga mendengar program ini berjalan di kota kota besar atau aksesnya yang sudah terjangkau, sedangkan untuk desa desa terpencil juga masih belum merata. Pemikiran saya, kenapa program ini tidak di terapkan dari yang terjauh terlebih dahulu sebelum masuk ke kota kota besar. Sebab pemerintah juga pasti tahu datanya seperti apa, jadi programnya bisa di terapkan secara bertahap.

Selain daripada itu, program ini justru menjadi bisnis baru untuk vendor vendor besar. Sejak awal kan ini juga diharapkan bisa memutar perekonomian di masyarakat bawah, namun kenyataannya tidak seperti itu. Bahkan beberapa waktu lalu pernah viral dimana salah satu yang memiliki dapur MBG mendapatkan keuntungan yang besar.

mu_enrico
Copper Member
Legendary
*
Offline

Activity: 3108
Merit: 2409


Slots Enthusiast & Expert


View Profile WWW
April 19, 2026, 05:17:30 PM
 #28

Ane habis liat reels cuma ane cari lagi ga ada, tentang perpecahan ibu-ibu pengurus Posyandu mengenai MGB ini (tolong dicariken kalau ada yang nemu).
Intinya ibu-ibu yang punya pengetahuan tentang gizi enggan memberikan MBG karena ada Ultra Processed Food (UPF) dan makanan yang banyak mengandung gula. Tapi ada ibu-ibu yang juga butuh duit mendukung MBG.

Kalau dari kuliah ibu narasumber tsb, ane menyimpulkan kalau MBG ini sebutulnya tidak bergizi-gizi amat. Sangat jauh dari kata "makanan sehat." Cuma ya karena banyak pihak butuh cuan, dan banyak pihak juga tidak terlalu paham gizi, jadilah MBG ini program favorit. Kalau tujuannya ngasih gratisan jajanan yang sebetulnya "jorok" buat anak, ya itu memang benar mengurangi dana ortu buat ngasih jajan anak beli cilok atau jasjus. Cuma kalau dilabeli bergizi dan menjadi solusi perbaikan gizi ane rasa tidak tepat. Sepakat ane dengan ibu tsb.

BK8? 
.....OFFICIAL SPONSORSHIP.....
 
Burnley Football Club
BK8 Gresini Racing MotoGP
███████████████████████████
███████████████████████████
███████████████████████████
█████████▀▀██▀██▀▀█████████
█████████████▄█████████████
███████████████████████
████████████████████████
████████████▄█▄█████████
████████▀▀███████████
██████████████████
▀███████████████████▀
▀███████████████▀
█████████████████████████
▄███████████████████████████▄
█████████████████████████████
█████▀▀▄▄▄▄▄▄▄█▄▄▄▄▄▄▄█████
█████▄██▄▄▄██▄▄▄▄▄▄███▄▄████
████▄▄▄▄▄▄▄▄▄████████▄▄▄█████

██████▀██████████████████████
████▀▄█▄███▀▀▀▀█████████▀▀▄▄▄
██▀▄█▀▀░▄▄▄████▄▄▀▀▀▀▀▀▄██▀▀░
▄██████▄▄█████████████▀▀░░░░
░▀▀▀██████████████████▀░░▄▄▄▄
▄█▀▀██▄▀████████████▄██▄███▀▀
▀▄███▄▀█░████████████████████
█████████████████████████
.
..PLAY NOW..
bangjoe
Hero Member
*****
Offline

Activity: 2212
Merit: 895


Bitcoin $1 Million


View Profile WWW
April 21, 2026, 04:39:53 PM
 #29

Ane habis liat reels cuma ane cari lagi ga ada, tentang perpecahan ibu-ibu pengurus Posyandu mengenai MGB ini (tolong dicariken kalau ada yang nemu).
Intinya ibu-ibu yang punya pengetahuan tentang gizi enggan memberikan MBG karena ada Ultra Processed Food (UPF) dan makanan yang banyak mengandung gula. Tapi ada ibu-ibu yang juga butuh duit mendukung MBG.

Kalau dari kuliah ibu narasumber tsb, ane menyimpulkan kalau MBG ini sebutulnya tidak bergizi-gizi amat. Sangat jauh dari kata "makanan sehat." Cuma ya karena banyak pihak butuh cuan, dan banyak pihak juga tidak terlalu paham gizi, jadilah MBG ini program favorit. Kalau tujuannya ngasih gratisan jajanan yang sebetulnya "jorok" buat anak, ya itu memang benar mengurangi dana ortu buat ngasih jajan anak beli cilok atau jasjus. Cuma kalau dilabeli bergizi dan menjadi solusi perbaikan gizi ane rasa tidak tepat. Sepakat ane dengan ibu tsb.

Ini bener sih, banyak dari yang saya perhatikan di wilayah ane, bahwa tidak sedikit makanan yang di berikan itu komposisi gizinya itu kurang, mungkin karena memang tenaga ahli gizi di daerah ane sangat  minim sehingga mereka hanya memperhatikan produk-produk yang mereka tahu saja, ini masalah yang di anggap kecil tapi berdampak besar dalam jangka panjang yang akhirnya program ini tidak berjalan sesuai dengan tujuan yang di maksudkan, bahkan dalam pembuatan makanannya itu sendiri banyak yang tidak hiegenis ane perhatikan di beberapa dapur yang ane kunjungi, beberapa teman ane yang jadi kepala SPPG bisa ane bantu dalam penataan dan perawatan juga saran terkait pemberian makanan dalam setiap hari sehingga gizi yang di harapkan bisa menutrisi anak bisa tercukupi.
Ane setuju dengan yang agan sampein, ini lebih seperti memberikan jajan bukan pemberian gizi seperti mereka yang di china atau di jepang, dan yang membuat ane kesal banyak sekali oknum-oknum yang senang memanfaatkan titik buta yang besar seperti ini sebagai ladang pundi-pundi uangnya.

Bitinity
Legendary
*
Offline

Activity: 3822
Merit: 1347



View Profile
April 27, 2026, 09:27:14 AM
 #30

.......
Ini bener sih, banyak dari yang saya perhatikan di wilayah ane, bahwa tidak sedikit makanan yang di berikan itu komposisi gizinya itu kurang, mungkin karena memang tenaga ahli gizi di daerah ane sangat  minim sehingga mereka hanya memperhatikan produk-produk yang mereka tahu saja, ini masalah yang di anggap kecil tapi berdampak besar dalam jangka panjang yang akhirnya program ini tidak berjalan sesuai dengan tujuan yang di maksudkan, bahkan dalam pembuatan makanannya itu sendiri banyak yang tidak hiegenis ane perhatikan di beberapa dapur yang ane kunjungi, beberapa teman ane yang jadi kepala SPPG bisa ane bantu dalam penataan dan perawatan juga saran terkait pemberian makanan dalam setiap hari sehingga gizi yang di harapkan bisa menutrisi anak bisa tercukupi.
Ane setuju dengan yang agan sampein, ini lebih seperti memberikan jajan bukan pemberian gizi seperti mereka yang di china atau di jepang, dan yang membuat ane kesal banyak sekali oknum-oknum yang senang memanfaatkan titik buta yang besar seperti ini sebagai ladang pundi-pundi uangnya.

Menurut saya yang jadi masalah utama bukanlah keberadaan ahli gizinya karena sejauh yang saya lihat, ahli gizi yang ada saja sampai saat ini tugas mereka cuma kerja buat program ini, yang penting tetap jalan yang mana seperti bodo amat bagaimana kualitas gizi yang ada didepan mata mereka ketika di dapur. Seakan hanya sekedar formalitas saja, karena harusnya kalau para ahli gizi ini benar2 bekerja sesuai standar keilmuan mereka, tingkat keracunan, tingkat kualitas makanan yg seadanya (lebih tepatnya asal2an) tidak akan terjadi berulang kali.

▄▄███████████████████▄▄
▄███████████████████████▄
████████████████████████
█████████████████████████
████████████████████████
████████████▀██████▀████
████████████████████████
█████████▄▄▄▄███████████
██████████▄▄▄████████████
████████████████████████
████████████████▀▀███████
▀███████████████████████▀
▀▀███████████████████▀▀
 
 EARNBET 
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
███████▄▄███████████
████▄██████████████████
██▀▀███████████████▀▀███
▄████████████████████████
▄▄████████▀▀▀▀▀████████▄▄██
███████████████████████████
█████████▌██▀████████████
███████████████████████████
▀▀███████▄▄▄▄▄█████████▀▀██
▀█████████████████████▀██
██▄▄███████████████▄▄███
████▀██████████████████
███████▀▀███████████
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██


▄▄▄
▄▄▄███████▐███▌███████▄▄▄
█████████████████████████
▀████▄▄▄███████▄▄▄████▀
█████████████████████
▐███████████████████▌
███████████████████
███████████████████
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

 King of The Castle 
 $200,000 in prizes
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██

 62.5% 

 
RAKEBACK
BONUS
bangjoe
Hero Member
*****
Offline

Activity: 2212
Merit: 895


Bitcoin $1 Million


View Profile WWW
April 28, 2026, 03:01:03 PM
 #31


Ini bener sih, banyak dari yang saya perhatikan di wilayah ane, bahwa tidak sedikit makanan yang di berikan itu komposisi gizinya itu kurang, mungkin karena memang tenaga ahli gizi di daerah ane sangat  minim sehingga mereka hanya memperhatikan produk-produk yang mereka tahu saja, ini masalah yang di anggap kecil tapi berdampak besar dalam jangka panjang yang akhirnya program ini tidak berjalan sesuai dengan tujuan yang di maksudkan, bahkan dalam pembuatan makanannya itu sendiri banyak yang tidak hiegenis ane perhatikan di beberapa dapur yang ane kunjungi, beberapa teman ane yang jadi kepala SPPG bisa ane bantu dalam penataan dan perawatan juga saran terkait pemberian makanan dalam setiap hari sehingga gizi yang di harapkan bisa menutrisi anak bisa tercukupi.
Ane setuju dengan yang agan sampein, ini lebih seperti memberikan jajan bukan pemberian gizi seperti mereka yang di china atau di jepang, dan yang membuat ane kesal banyak sekali oknum-oknum yang senang memanfaatkan titik buta yang besar seperti ini sebagai ladang pundi-pundi uangnya.

Menurut saya yang jadi masalah utama bukanlah keberadaan ahli gizinya karena sejauh yang saya lihat, ahli gizi yang ada saja sampai saat ini tugas mereka cuma kerja buat program ini, yang penting tetap jalan yang mana seperti bodo amat bagaimana kualitas gizi yang ada didepan mata mereka ketika di dapur. Seakan hanya sekedar formalitas saja, karena harusnya kalau para ahli gizi ini benar2 bekerja sesuai standar keilmuan mereka, tingkat keracunan, tingkat kualitas makanan yg seadanya (lebih tepatnya asal2an) tidak akan terjadi berulang kali.

Nah ada beberapa yang memang tidak seusai dengan standar meskipun ada ahli gizi, ini yang bisa menjadi masalah apakah memang mereka bekerja sesuai formalitas saja atau memang kompetensi mereka yang buruk, ini bisa kita telaah jika memang terjadi berulang kali, menurut saya si kompetensi si ahli gizinya tidak sesuai, dia yang tidak paham bagaimana harus meramu sebuah komposisi makanan yang di butuhkan, ane juga pernah berkunjung ke salah satu dapur yang bermasalah dan salah satunya si ahli gizi ini tidak begitu paham mengenai bidangnya meskipun dia memiliki setifikat kelulusannya.

junder
Hero Member
*****
Offline

Activity: 1876
Merit: 575


Leading Crypto Sports Betting & Casino Platform


View Profile
April 29, 2026, 03:59:25 PM
 #32

Sebenarnya bisa dijadikan solusi atau setidaknya sebagai pengurangan tingkat kekurangan gizi asalkan dijalankan dengan seharusnya. MBG harus benar2 lebih difokuskan untuk yang memang benar2 tidak mampu untuk membeli atau menyediakan makanan sehat setiap harinya. Bukan hanya dijadikan sebagai program asal jalan, asal semua kebagian, yang mana membuat program ini jauh dari kata efektif.
Saya kemarain sedang mencuci motor yang bertepatan didepan sekolah, disitu ada banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang berkumpul dengan pekerjaan kesehariannya adalah berdagang dilingkungan sekolah. Mereka sedang membahas MBG ini yang sebenarnya tidak membantu sepenuhnya, tapi dampak yang mereka alami adalah dagangannya yang menjadi sepi.

Kesimpulan yang saya dapetin sih ya, dampak positifnya ini gak seberapa tapi dampak negatifnya dirasakan sama banyak orang, terutama pada pedagang yang biasa dagang dilingkungan sekolah. Tapi sisi lainnya juga jadi membuka lowongan pekerjaan juga.

..Stake.com..   ▄████████████████████████████████████▄
   ██ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄            ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██  ▄████▄
   ██ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██████████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██  ██████
   ██ ██████████ ██      ██ ██████████ ██   ▀██▀
   ██ ██      ██ ██████  ██ ██      ██ ██    ██
   ██ ██████  ██ █████  ███ ██████  ██ ████▄ ██
   ██ █████  ███ ████  ████ █████  ███ ████████
   ██ ████  ████ ██████████ ████  ████ ████▀
   ██ ██████████ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██████████ ██
   ██            ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀            ██ 
   ▀█████████▀ ▄████████████▄ ▀█████████▀
  ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄███  ██  ██  ███▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄
 ██████████████████████████████████████████
▄▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▄
█  ▄▀▄             █▀▀█▀▄▄
█  █▀█             █  ▐  ▐▌
█       ▄██▄       █  ▌  █
█     ▄██████▄     █  ▌ ▐▌
█    ██████████    █ ▐  █
█   ▐██████████▌   █ ▐ ▐▌
█    ▀▀██████▀▀    █ ▌ █
█     ▄▄▄██▄▄▄     █ ▌▐▌
█                  █▐ █
█                  █▐▐▌
█                  █▐█
▀▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▀█
▄▄█████████▄▄
▄██▀▀▀▀█████▀▀▀▀██▄
▄█▀       ▐█▌       ▀█▄
██         ▐█▌         ██
████▄     ▄█████▄     ▄████
████████▄███████████▄████████
███▀    █████████████    ▀███
██       ███████████       ██
▀█▄       █████████       ▄█▀
▀█▄    ▄██▀▀▀▀▀▀▀██▄  ▄▄▄█▀
▀███████         ███████▀
▀█████▄       ▄█████▀
▀▀▀███▄▄▄███▀▀▀
..PLAY NOW..
puloweh555
Sr. Member
****
Offline

Activity: 1204
Merit: 367



View Profile
May 04, 2026, 05:07:09 PM
 #33

Sebenarnya bisa dijadikan solusi atau setidaknya sebagai pengurangan tingkat kekurangan gizi asalkan dijalankan dengan seharusnya. MBG harus benar2 lebih difokuskan untuk yang memang benar2 tidak mampu untuk membeli atau menyediakan makanan sehat setiap harinya. Bukan hanya dijadikan sebagai program asal jalan, asal semua kebagian, yang mana membuat program ini jauh dari kata efektif.
Saya kemarain sedang mencuci motor yang bertepatan didepan sekolah, disitu ada banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang berkumpul dengan pekerjaan kesehariannya adalah berdagang dilingkungan sekolah. Mereka sedang membahas MBG ini yang sebenarnya tidak membantu sepenuhnya, tapi dampak yang mereka alami adalah dagangannya yang menjadi sepi.

Kesimpulan yang saya dapetin sih ya, dampak positifnya ini gak seberapa tapi dampak negatifnya dirasakan sama banyak orang, terutama pada pedagang yang biasa dagang dilingkungan sekolah. Tapi sisi lainnya juga jadi membuka lowongan pekerjaan juga.

Ya. Hampir semua kantin di sekolah mulai terkena imbasnya, bahkan daya beli masyarakat juga menurun karena progarm mbg yang pada akhirnya juga berdampak pada Umkm.

Kalau kita berbicara solusi tau manfaat dair MBG mungkin kita dapat gambaran nya pada saat hari buruh kemarin. Dimana saat prabowo berpidato dan dia bertanya kepada buruh, apakah MBG bermanfaat atau tidak? Smeua buruh menjawab, tidak. Saya tidak tau apa yang ada di pikiran Presiden saat mendengar jawban tidak, mudah-mudahan presiden peka, kalaupun program nya tidak di stop tapi setidaknya Presiden harus mengevaluasi besar-besar terhadpa program MBG.

Kita dapat menilai bahwa jawaban tegas dari buruh yang mengatakan tidak terhadap manfaat MBG ini bisa dikatakan sebagai bentuk ketidakpercaan lagi terhadap pemerintah apalagi program MBG merupakan prgram yang menghamburkan APBN karena seharusnya APBN bisa digunakan ke sektor lain. Memang MBG di kampanyekan sebagai sebagai solusi tapi yang terjadi malah program yang pendekatan kebijakannya mahal, menjadi sarang korupsi karena banyak pemilik yayasan atau dapur yang justru dari kalangan pjabat, polri dan TNI  di tambah lagi memang program ini tidak menyentuh akar persoalan kesejahteraan masayrakat.

kawetsriyanto
Legendary
*
Offline

Activity: 3010
Merit: 1186


♻️ Automatic Exchange


View Profile
May 06, 2026, 10:12:07 PM
 #34

Menurut saya yang jadi masalah utama bukanlah keberadaan ahli gizinya karena sejauh yang saya lihat, ahli gizi yang ada saja sampai saat ini tugas mereka cuma kerja buat program ini, yang penting tetap jalan yang mana seperti bodo amat bagaimana kualitas gizi yang ada didepan mata mereka ketika di dapur. Seakan hanya sekedar formalitas saja, karena harusnya kalau para ahli gizi ini benar2 bekerja sesuai standar keilmuan mereka, tingkat keracunan, tingkat kualitas makanan yg seadanya (lebih tepatnya asal2an) tidak akan terjadi berulang kali.
Bukan masalah kinerja ahli gizinya yang buruk, tapi karena order dari mereka yang punya kuasa. Walaupun ahli gizinya sudah merancang komposisi makanan yang sesuai standar sedemikian rupa, itu bakal sia-sia kalau tidak diacc pimpinan di atasnya. Belum lagi kalau alokasi dananya jauh dari kata mencukupi untuk makanan berstandar gizi. Makanya jadilah makanan MBG asal jadi, yang penting program tetap berjalan. Belum lagi penjaringan staff gizinya yang kadang tidak transparan, jadi ya gimana mau berharap banyak dengan standar makanannya.  Cheesy


░░░░▄▄████████████▄
▄████████████████▀
▄████████████████▀▄█▄
▄██████▀▀░░▄███▀▄████▄
▄██████▀░░░▄███▀▀██████▄
██████▀░░▄████▄░░░▀██████
██████░░▀▀▀▀▄▄▄▄░░██████
██████▄░░░▀████▀░░▄██████
▀██████▄▄███▀░░░▄██████▀
▀████▀▄████░░▄▄███████▀
▀█▀▄████████████████▀
▄████████████████▀
▀████████████▀▀░░░░
 
 CCECASH 
Bitinity
Legendary
*
Offline

Activity: 3822
Merit: 1347



View Profile
May 08, 2026, 06:37:54 AM
 #35

Menurut saya yang jadi masalah utama bukanlah keberadaan ahli gizinya karena sejauh yang saya lihat, ahli gizi yang ada saja sampai saat ini tugas mereka cuma kerja buat program ini, yang penting tetap jalan yang mana seperti bodo amat bagaimana kualitas gizi yang ada didepan mata mereka ketika di dapur. Seakan hanya sekedar formalitas saja, karena harusnya kalau para ahli gizi ini benar2 bekerja sesuai standar keilmuan mereka, tingkat keracunan, tingkat kualitas makanan yg seadanya (lebih tepatnya asal2an) tidak akan terjadi berulang kali.
Bukan masalah kinerja ahli gizinya yang buruk, tapi karena order dari mereka yang punya kuasa. Walaupun ahli gizinya sudah merancang komposisi makanan yang sesuai standar sedemikian rupa, itu bakal sia-sia kalau tidak diacc pimpinan di atasnya. Belum lagi kalau alokasi dananya jauh dari kata mencukupi untuk makanan berstandar gizi. Makanya jadilah makanan MBG asal jadi, yang penting program tetap berjalan. Belum lagi penjaringan staff gizinya yang kadang tidak transparan, jadi ya gimana mau berharap banyak dengan standar makanannya.  Cheesy

Itu termasuk kinerja buruk ahli gizi kalau menurut saya, harusnya tidak boleh ngikut gitu aja apa kata atasan karena profesionalitas ahli gizi bukan atas dasar apa perintah atasan tapi dari segi keahliannya. Kalau sudah dibikinkan standar yang bagus dari ahli gizinya tapi ditolak atau tidak di acc ya harusnya speak up lah bukan malah diem2 aja dan sekedar ngikut. Emang harus saya akui, kebanyakan orang pasti takut buat speak up atau hanya untuk sekedar membantah atasan saja pasti mikir 2x. Tapi ini masalah kesehatan, masalah gizi dan yang jelas bisa dibilang masalah nyawa banyak orang.

▄▄███████████████████▄▄
▄███████████████████████▄
████████████████████████
█████████████████████████
████████████████████████
████████████▀██████▀████
████████████████████████
█████████▄▄▄▄███████████
██████████▄▄▄████████████
████████████████████████
████████████████▀▀███████
▀███████████████████████▀
▀▀███████████████████▀▀
 
 EARNBET 
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
███████▄▄███████████
████▄██████████████████
██▀▀███████████████▀▀███
▄████████████████████████
▄▄████████▀▀▀▀▀████████▄▄██
███████████████████████████
█████████▌██▀████████████
███████████████████████████
▀▀███████▄▄▄▄▄█████████▀▀██
▀█████████████████████▀██
██▄▄███████████████▄▄███
████▀██████████████████
███████▀▀███████████
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██


▄▄▄
▄▄▄███████▐███▌███████▄▄▄
█████████████████████████
▀████▄▄▄███████▄▄▄████▀
█████████████████████
▐███████████████████▌
███████████████████
███████████████████
▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀

 King of The Castle 
 $200,000 in prizes
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██
██

 62.5% 

 
RAKEBACK
BONUS
kawetsriyanto
Legendary
*
Offline

Activity: 3010
Merit: 1186


♻️ Automatic Exchange


View Profile
May 08, 2026, 11:21:23 PM
 #36

Itu termasuk kinerja buruk ahli gizi kalau menurut saya, harusnya tidak boleh ngikut gitu aja apa kata atasan karena profesionalitas ahli gizi bukan atas dasar apa perintah atasan tapi dari segi keahliannya. Kalau sudah dibikinkan standar yang bagus dari ahli gizinya tapi ditolak atau tidak di acc ya harusnya speak up lah bukan malah diem2 aja dan sekedar ngikut. Emang harus saya akui, kebanyakan orang pasti takut buat speak up atau hanya untuk sekedar membantah atasan saja pasti mikir 2x. Tapi ini masalah kesehatan, masalah gizi dan yang jelas bisa dibilang masalah nyawa banyak orang.
Problemnya, saat ini lebih banyak orang yang mending nurut atasan daripada dipecat dan kena masalah hukum. Alasannya jelas, pertimbangan pertama karena sulit mendapatkan pekerjaan baru. Apalagi kerja di proyek MBG ini gajinya tergolong cukup lumayan. Yang kedua, ya gimana mau berani speak up, ente tau sendiri kalau ortu dan guru yang kritik saja malah kena ancaman. Kalau tidak salah, dulu pernah ada yang upload bobroknya MBG di sosmed. Eh malah mereka yang upload kena ancaman hukum. Ya kurang lebih begitulah hukum di negeri ini. Sulit kalau aparat sendiri sudah ikut bermain di dalamnya. Bukan rahasia lagi kalau banyak juga aparat yang ikut terlibat mengelola proyek MBG ini. Ketika aparat posisinya sudah tidak netral, laporan apapun bakal sia-sia.


░░░░▄▄████████████▄
▄████████████████▀
▄████████████████▀▄█▄
▄██████▀▀░░▄███▀▄████▄
▄██████▀░░░▄███▀▀██████▄
██████▀░░▄████▄░░░▀██████
██████░░▀▀▀▀▄▄▄▄░░██████
██████▄░░░▀████▀░░▄██████
▀██████▄▄███▀░░░▄██████▀
▀████▀▄████░░▄▄███████▀
▀█▀▄████████████████▀
▄████████████████▀
▀████████████▀▀░░░░
 
 CCECASH 
Nahl
Legendary
*
Offline

Activity: 2114
Merit: 1039


Bet25.com - Smart Crypto Casino


View Profile
May 10, 2026, 05:59:27 PM
 #37

Itu termasuk kinerja buruk ahli gizi kalau menurut saya, harusnya tidak boleh ngikut gitu aja apa kata atasan karena profesionalitas ahli gizi bukan atas dasar apa perintah atasan tapi dari segi keahliannya. Kalau sudah dibikinkan standar yang bagus dari ahli gizinya tapi ditolak atau tidak di acc ya harusnya speak up lah bukan malah diem2 aja dan sekedar ngikut. Emang harus saya akui, kebanyakan orang pasti takut buat speak up atau hanya untuk sekedar membantah atasan saja pasti mikir 2x. Tapi ini masalah kesehatan, masalah gizi dan yang jelas bisa dibilang masalah nyawa banyak orang.
Problemnya, saat ini lebih banyak orang yang mending nurut atasan daripada dipecat dan kena masalah hukum. Alasannya jelas, pertimbangan pertama karena sulit mendapatkan pekerjaan baru. Apalagi kerja di proyek MBG ini gajinya tergolong cukup lumayan. Yang kedua, ya gimana mau berani speak up, ente tau sendiri kalau ortu dan guru yang kritik saja malah kena ancaman. Kalau tidak salah, dulu pernah ada yang upload bobroknya MBG di sosmed. Eh malah mereka yang upload kena ancaman hukum. Ya kurang lebih begitulah hukum di negeri ini. Sulit kalau aparat sendiri sudah ikut bermain di dalamnya. Bukan rahasia lagi kalau banyak juga aparat yang ikut terlibat mengelola proyek MBG ini. Ketika aparat posisinya sudah tidak netral, laporan apapun bakal sia-sia.


Kalau untuk sekarang ini saya lihat disosial media bahwa BGN atau badan gizi nasional sudah banyak menyidak dapur-dapur MBG yang bermasalah dan hasilnya memang sesuai dugaan bahwa banyak dapur mbg yang tidak memenuhi standar nasional bahkan BGN sendiri menyarankan agar posting disosial media atau lapor ke mereka langsung jika ada dapur MBG yang berbuat curang dan saya rasa ini cukup berdampak baik khususnya ditempat saya sendiri yang merupakan deket dengan beberapa sekolah melihat dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu porsi atau lauk pauk yang didapat oleh para siswa jauh lebih layak dan saya rasa ini bentuk tidakan dari pemerintah mengenai keresahan masyarakat tentang banyaknya makanan MBG yang jauh dibawah standar cuma memang yang mereka harus konsisten untuk melakukan hal tersebut dan tidak cuma karena viral baru ditindak

kawetsriyanto
Legendary
*
Offline

Activity: 3010
Merit: 1186


♻️ Automatic Exchange


View Profile
May 21, 2026, 11:53:00 PM
 #38

Kalau untuk sekarang ini saya lihat disosial media bahwa BGN atau badan gizi nasional sudah banyak menyidak dapur-dapur MBG yang bermasalah dan hasilnya memang sesuai dugaan bahwa banyak dapur mbg yang tidak memenuhi standar nasional bahkan BGN sendiri menyarankan agar posting disosial media atau lapor ke mereka langsung jika ada dapur MBG yang berbuat curang dan saya rasa ini cukup berdampak baik khususnya ditempat saya sendiri yang merupakan deket dengan beberapa sekolah melihat dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu porsi atau lauk pauk yang didapat oleh para siswa jauh lebih layak dan saya rasa ini bentuk tidakan dari pemerintah mengenai keresahan masyarakat tentang banyaknya makanan MBG yang jauh dibawah standar cuma memang yang mereka harus konsisten untuk melakukan hal tersebut dan tidak cuma karena viral baru ditindak
Semoga saja itu bukan drama ya. Kadang yang bikin kecewa, yang seperti ini cuman seperti formalitas. Di lapangan tetap saja tidak ada perubahan. Atau yang kena sidak cuman dapur-dapur MBG tertentu, yang lainnya tetap bebas karena backingnya kuat. Jujur saja agak sulit percaya dengan media ataupun pernyataan pejabat negara. Itu karena semua hal syarat kepentingan dan sering dibuat untuk manipulasi.

BTW di tempat saya, yang bagian gizi rasanya cuman untuk formalitas tok. Bukan cuman masalah porsi, menu yang diberikan sering kali jauh dari kata bergizi. Kadang-kadang malah terkesan yang penting ada.  Grin


░░░░▄▄████████████▄
▄████████████████▀
▄████████████████▀▄█▄
▄██████▀▀░░▄███▀▄████▄
▄██████▀░░░▄███▀▀██████▄
██████▀░░▄████▄░░░▀██████
██████░░▀▀▀▀▄▄▄▄░░██████
██████▄░░░▀████▀░░▄██████
▀██████▄▄███▀░░░▄██████▀
▀████▀▄████░░▄▄███████▀
▀█▀▄████████████████▀
▄████████████████▀
▀████████████▀▀░░░░
 
 CCECASH 
hyudien
Hero Member
*****
Offline

Activity: 2758
Merit: 669


Leading Crypto Sports Betting & Casino Platform


View Profile
May 22, 2026, 03:40:25 PM
 #39


Semoga saja itu bukan drama ya. Kadang yang bikin kecewa, yang seperti ini cuman seperti formalitas. Di lapangan tetap saja tidak ada perubahan. Atau yang kena sidak cuman dapur-dapur MBG tertentu, yang lainnya tetap bebas karena backingnya kuat. Jujur saja agak sulit percaya dengan media ataupun pernyataan pejabat negara. Itu karena semua hal syarat kepentingan dan sering dibuat untuk manipulasi.

BTW di tempat saya, yang bagian gizi rasanya cuman untuk formalitas tok. Bukan cuman masalah porsi, menu yang diberikan sering kali jauh dari kata bergizi. Kadang-kadang malah terkesan yang penting ada.  Grin



Yang di takutkan, ya itu, yang kena sidak hanya dapur-dapur dari pengusaha yang memang tidak dekat dengan orang-orang tertentu, sudah cukup banyak kasus seperti itu dan kemudian bisnis itu di ambil alih oleh mereka, udah ngga aneh.
Ngomongin soal kualitas, ini juga bukan hal baru, meskipun sudah ada gerakan dari pemerintah untuk mengawasi secara ketat, masih ada aja dapur yang hanya menyediakan porsi yang tidak sesuai. dari sananya 15/10 ribu, dimainin deh, di kurang-kurangin, agar lebih cuan, nyampe ke siswa/siswi hanya paling porsi dengan harga 8 ribu.

..Stake.com..   ▄████████████████████████████████████▄
   ██ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄            ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██  ▄████▄
   ██ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██████████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██  ██████
   ██ ██████████ ██      ██ ██████████ ██   ▀██▀
   ██ ██      ██ ██████  ██ ██      ██ ██    ██
   ██ ██████  ██ █████  ███ ██████  ██ ████▄ ██
   ██ █████  ███ ████  ████ █████  ███ ████████
   ██ ████  ████ ██████████ ████  ████ ████▀
   ██ ██████████ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██████████ ██
   ██            ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀            ██ 
   ▀█████████▀ ▄████████████▄ ▀█████████▀
  ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄███  ██  ██  ███▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄
 ██████████████████████████████████████████
▄▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▄
█  ▄▀▄             █▀▀█▀▄▄
█  █▀█             █  ▐  ▐▌
█       ▄██▄       █  ▌  █
█     ▄██████▄     █  ▌ ▐▌
█    ██████████    █ ▐  █
█   ▐██████████▌   █ ▐ ▐▌
█    ▀▀██████▀▀    █ ▌ █
█     ▄▄▄██▄▄▄     █ ▌▐▌
█                  █▐ █
█                  █▐▐▌
█                  █▐█
▀▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▀█
▄▄█████████▄▄
▄██▀▀▀▀█████▀▀▀▀██▄
▄█▀       ▐█▌       ▀█▄
██         ▐█▌         ██
████▄     ▄█████▄     ▄████
████████▄███████████▄████████
███▀    █████████████    ▀███
██       ███████████       ██
▀█▄       █████████       ▄█▀
▀█▄    ▄██▀▀▀▀▀▀▀██▄  ▄▄▄█▀
▀███████         ███████▀
▀█████▄       ▄█████▀
▀▀▀███▄▄▄███▀▀▀
..PLAY NOW..
kawetsriyanto
Legendary
*
Offline

Activity: 3010
Merit: 1186


♻️ Automatic Exchange


View Profile
May 23, 2026, 11:45:17 PM
 #40

Yang di takutkan, ya itu, yang kena sidak hanya dapur-dapur dari pengusaha yang memang tidak dekat dengan orang-orang tertentu, sudah cukup banyak kasus seperti itu dan kemudian bisnis itu di ambil alih oleh mereka, udah ngga aneh.
Betul. Ini bukan rahasia umum kalau yang ditumbalkan mereka yang tidak dekat dengan kubu penguasa. Beda hal kalau mereka yang satu kubu, kecil kemungkinan untuk kena sanksi. Kalaupun mereka memang kedapatan melakukan kesalahan saat sidak, kemungkinan hanya diberikan peringatan ringan saja. Karena hal ini seperti sudah jadi hal yang lumrah, makanya tidak terlalu optimis walaupun katanya ada sidak ke dapur-dapur MBG.

Ngomongin soal kualitas, ini juga bukan hal baru, meskipun sudah ada gerakan dari pemerintah untuk mengawasi secara ketat, masih ada aja dapur yang hanya menyediakan porsi yang tidak sesuai. dari sananya 15/10 ribu, dimainin deh, di kurang-kurangin, agar lebih cuan, nyampe ke siswa/siswi hanya paling porsi dengan harga 8 ribu.
Masalahnya yang mengawasi kawan mereka sendiri dari kubu yang sama. Kalaupun ada pengawas yang netral dan jujur, biasanya tidak akan bertahan lama. Pasti akan diganti dengan yang baru karena dibilang menimbulkan kegaduhan atau alasan lainnya.


░░░░▄▄████████████▄
▄████████████████▀
▄████████████████▀▄█▄
▄██████▀▀░░▄███▀▄████▄
▄██████▀░░░▄███▀▀██████▄
██████▀░░▄████▄░░░▀██████
██████░░▀▀▀▀▄▄▄▄░░██████
██████▄░░░▀████▀░░▄██████
▀██████▄▄███▀░░░▄██████▀
▀████▀▄████░░▄▄███████▀
▀█▀▄████████████████▀
▄████████████████▀
▀████████████▀▀░░░░
 
 CCECASH 
Pages: « 1 [2] 3 »  All
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.19 | SMF © 2006-2009, Simple Machines Valid XHTML 1.0! Valid CSS!