panjul07
Legendary

Activity: 4256
Merit: 1411
|
 |
May 24, 2026, 04:16:36 PM |
|
Masalahnya yang mengawasi kawan mereka sendiri dari kubu yang sama. Kalaupun ada pengawas yang netral dan jujur, biasanya tidak akan bertahan lama. Pasti akan diganti dengan yang baru karena dibilang menimbulkan kegaduhan atau alasan lainnya.
Kalo ga salah beberapa hari yang lalu, presiden mengijinkan atau malah meminta masyrakat serta berbagai pihak untuk mengawasi SPPG. Yang jadi pertanyaan, apakah masyarakat awam benar2 akan bisa mengawasi SPPG dengan masuk ke dapur2 dan ngecek apa yang dilakukan didapur2 tsb? Pastinya akan dipersulit dan seandainya bisa mengawasi dan menemukan sesuatu yang ga bener, ujung2nya kesusahan buat lapornya atau kalopun bisa lapor, belum tentu laporan tsb difollow up. Ya intinya pidato cuma buat biar kelihatan terbuka aja programnya, tapi pada prakteknya belum tentu semudah apa yang diomongkan.
|
|
|
|
|
MURONDI
|
 |
May 24, 2026, 05:36:44 PM |
|
Menurut saya, MBG bisa membantu, terutama buat anak-anak yang memang sulit mendapat makanan bergizi setiap hari. Tapi kalau dibilang jadi solusi utama masalah gizi dan kemiskinan, rasanya belum cukup.
Karena faktanya, banyak keluarga bukan cuma kekurangan edukasi soal gizi, tapi memang daya belinya rendah dan harga makanan sehat masih mahal. Jadi meskipun anak dapat makan di sekolah, kondisi ekonomi keluarganya tetap jadi faktor utama.
Makanya banyak juga yang mengkritik MBG, terutama soal anggaran besar, kualitas makanan yang belum merata, sampai pengawasannya yang dianggap belum siap di beberapa daerah.
Jadi program ini mungkin bagus sebagai bantuan jangka pendek dan perlindungan gizi anak, tapi tetap perlu dibarengi perbaikan ekonomi, harga pangan, dan kesejahteraan masyarakat supaya dampaknya benar-benar terasa dalam jangka panjang.
|
|
|
|
|
kawetsriyanto
Legendary

Activity: 3010
Merit: 1186
♻️ Automatic Exchange
|
 |
May 24, 2026, 11:35:54 PM |
|
Kalo ga salah beberapa hari yang lalu, presiden mengijinkan atau malah meminta masyrakat serta berbagai pihak untuk mengawasi SPPG. Yang jadi pertanyaan, apakah masyarakat awam benar2 akan bisa mengawasi SPPG dengan masuk ke dapur2 dan ngecek apa yang dilakukan didapur2 tsb? Pastinya akan dipersulit dan seandainya bisa mengawasi dan menemukan sesuatu yang ga bener, ujung2nya kesusahan buat lapornya atau kalopun bisa lapor, belum tentu laporan tsb difollow up.
Tidak mungkin kalau sampe masuk ke dapur-dapur MBG. Apalagi kalau konsepnya dadakan seperti sidak, ya mustahil. Kalaupun ada SPPG yang memperbolehkan, kemungkinan harus bikin kesepakatan waktu dulu. Yang begini tidak mungkin ketauan buruknya karena ketika ada sidak seperti itu, sudah pasti dipersiapkan segala sesuatunya. Lapor ke siapa, Om? Toh banyak SPPG punya aparat sendiri. Mau lapor ke aparat, ya gak mungkin mereka memberikan sanksi ke usaha milik mereka sendiri. Dengan asumsi ini, sangat kecil ada peluang untuk difollow up kalaupun ada laporan masuk. Ya intinya pidato cuma buat biar kelihatan terbuka aja programnya, tapi pada prakteknya belum tentu semudah apa yang diomongkan.
Makanya populer dengan sebutan omon-omon. Kalau prakteknya sesuai dengan isi pidato, gak bakal ada problem di negara ini.  Menurut saya, MBG bisa membantu, terutama buat anak-anak yang memang sulit mendapat makanan bergizi setiap hari. Tapi kalau dibilang jadi solusi utama masalah gizi dan kemiskinan, rasanya belum cukup.
Setuju. Untuk di daerah pedesaan, mungkin bisa cukup membantu memenuhi kebutuhan makan (bukan pemenuhan gizi). Terutama di pedesaan yang rata-rata keluarganya masih dalam kategori miskin. Sayangnya program ini pada prakteknya banyak yang tidak tepat sasaran. Di daerah kota, banyak yang MBG nya cuman berujung dibuang karena tidak cocok dengan selera anak-anak.
|
░░░░▄▄████████████▄ ░▄████████████████▀ ▄████████████████▀▄█▄ ▄███████▀▀░░▄███▀▄████▄ ▄██████▀░░░▄███▀░▀██████▄ ██████▀░░▄████▄░░░▀██████ ██████░░▀▀▀▀░▄▄▄▄░░██████ ██████▄░░░▀████▀░░▄██████ ▀██████▄░▄███▀░░░▄██████▀ ▀████▀▄████░░▄▄███████▀ ▀█▀▄████████████████▀ ▄████████████████▀░ ▀████████████▀▀░░░░ | | CCECASH | | | | |
|
|
|
Chikito
Copper Member
Legendary

Activity: 3150
Merit: 2345
No-KYC ♻️ Exchange
|
 |
May 29, 2026, 01:03:48 AM |
|
Menurut saya, MBG bisa membantu, terutama buat anak-anak yang memang sulit mendapat makanan bergizi setiap hari. Tapi kalau dibilang jadi solusi utama masalah gizi dan kemiskinan, rasanya belum cukup.
Karena faktanya, banyak keluarga bukan cuma kekurangan edukasi soal gizi, tapi memang daya belinya rendah dan harga makanan sehat masih mahal. Jadi meskipun anak dapat makan di sekolah, kondisi ekonomi keluarganya tetap jadi faktor utama.
Makanya banyak juga yang mengkritik MBG, terutama soal anggaran besar, kualitas makanan yang belum merata, sampai pengawasannya yang dianggap belum siap di beberapa daerah.
Jadi program ini mungkin bagus sebagai bantuan jangka pendek dan perlindungan gizi anak, tapi tetap perlu dibarengi perbaikan ekonomi, harga pangan, dan kesejahteraan masyarakat supaya dampaknya benar-benar terasa dalam jangka panjang.
Ya, siapa bilang program MBG ini gak bagus? Malah sangat bagus kalau berkaca pada negara maju kayak Jepang. Tapi, permasalahan di sini bukan programnya, tapi dalam hal menjalankannya. Sampai di bawah program ini masih sarat dengan korupsi. Operatornya lebih mementingkan cuan dari pada makanan yang layak saji sehingga sampai di lapangan bukan MBG lagi, tapi makanan biasa saja yang tidak lebih baik dari masakan di rumah. Banyak anak-anak yang tidak memakannya karena kualitasnya tidak baik. Operator MBG juga kadang bikin statement nyakitin hati, tuh kepala BGN kalau ngomong kadang gak memperhatikan gimana perasaan orang lain (yang terkena efisiensi anggaran), tapi malah terkesan berfoya-foya.
|
| DΞX.fo | | | | | | ▄▄██████ █████████ ██████████ ██████████ ██████████ █████████ ▀▀██████
▄███████ ▄██████████ ████████████ █████████████ █████████████ | | | | ▄▄█ ▄████▀ ▄███▀█▄ ▄██▀█▄██ █████▀▀█ ████████ ████████ ▀██▄████ ▄████▄▄█ ▄█████▀███ ▄█████▀████▀ █████▀███████ ▀██▀█████████ | | | | | BTC XMR DAI LTC Fees 0.8% |
|
|
|
|
maydna
|
 |
May 29, 2026, 06:47:26 AM |
|
Menurut saya, MBG bisa membantu, terutama buat anak-anak yang memang sulit mendapat makanan bergizi setiap hari. Tapi kalau dibilang jadi solusi utama masalah gizi dan kemiskinan, rasanya belum cukup.
Karena faktanya, banyak keluarga bukan cuma kekurangan edukasi soal gizi, tapi memang daya belinya rendah dan harga makanan sehat masih mahal. Jadi meskipun anak dapat makan di sekolah, kondisi ekonomi keluarganya tetap jadi faktor utama.
Makanya banyak juga yang mengkritik MBG, terutama soal anggaran besar, kualitas makanan yang belum merata, sampai pengawasannya yang dianggap belum siap di beberapa daerah.
Jadi program ini mungkin bagus sebagai bantuan jangka pendek dan perlindungan gizi anak, tapi tetap perlu dibarengi perbaikan ekonomi, harga pangan, dan kesejahteraan masyarakat supaya dampaknya benar-benar terasa dalam jangka panjang.
Ya, siapa bilang program MBG ini gak bagus? Malah sangat bagus kalau berkaca pada negara maju kayak Jepang. Tapi, permasalahan di sini bukan programnya, tapi dalam hal menjalankannya. Sampai di bawah program ini masih sarat dengan korupsi. Operatornya lebih mementingkan cuan dari pada makanan yang layak saji sehingga sampai di lapangan bukan MBG lagi, tapi makanan biasa saja yang tidak lebih baik dari masakan di rumah. Banyak anak-anak yang tidak memakannya karena kualitasnya tidak baik. Operator MBG juga kadang bikin statement nyakitin hati, tuh kepala BGN kalau ngomong kadang gak memperhatikan gimana perasaan orang lain (yang terkena efisiensi anggaran), tapi malah terkesan berfoya-foya. Dan masih ada juga kasus keracunan yang terjadi pada anak-anak sekolah. Mungkin sekarang ini beritanya sudah mulai berkurang karena ya mungkin juga dilarang beredar. Tujuan program MBG ini sudah benar seperti yang dikatakan oleh Mas @Chikito tapi memang kebanyakan yang cari cuan dan kalau mau dibandingin, lebih baik masakan di rumah yang dijadikan bekal untuk anak-anak di sekolah. Itu pasti lebih terjamin mutunya karena orang tua pasti akan menyiapkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Memang banyak Mas operator ataupun staf yang terkesan asal ngomong dan tidak memperhatikan kondisi di lapangan. Entah laporan yang masuk selalu bagus semua atau memang tidak tahu kondisi yang sebenarny. Tapi saya kira warga Indonesia masih mampu beli makanan sehat dan definisi makanan sehat ini tidak sama antara orang tua yang satu dengan yang lainnya. Dan MBG bukanlah satu-satunya solusi dalam mendapatkan makanan sehat terutama untuk anak-anak.
|
|
|
|
kawetsriyanto
Legendary

Activity: 3010
Merit: 1186
♻️ Automatic Exchange
|
 |
May 29, 2026, 11:47:06 PM |
|
Ya, siapa bilang program MBG ini gak bagus? Malah sangat bagus kalau berkaca pada negara maju kayak Jepang. Tapi, permasalahan di sini bukan programnya, tapi dalam hal menjalankannya. Sampai di bawah program ini masih sarat dengan korupsi. Operatornya lebih mementingkan cuan dari pada makanan yang layak saji sehingga sampai di lapangan bukan MBG lagi, tapi makanan biasa saja yang tidak lebih baik dari masakan di rumah. Banyak anak-anak yang tidak memakannya karena kualitasnya tidak baik.
Kalau memang impelementasi di lapangan sesuai dengan nama programnya, saya sepakat ini seharusnya program yang sangat bagus. Masalahnya di kita ini, nama programnya gak cocok dengan aplikasinya. Yang namanya makanan bergizi, dari penampakannya saja sudah bisa dilihat. Nyatanya di lapangan, makanan dari MBG sering kali kayak makanan apa adanya. Sudah dari atas, program ini rentan korupsi. Ya jelas prioritas cuan, bukan gizi makanannya. Makanya melibatkan aparat untuk ikut mengelola. Kan kalau sudah ikut nyemplung, ada kewajiban untuk saling melindungi sesama. Operator MBG juga kadang bikin statement nyakitin hati, tuh kepala BGN kalau ngomong kadang gak memperhatikan gimana perasaan orang lain (yang terkena efisiensi anggaran), tapi malah terkesan berfoya-foya.
Bukan cuman operator, bahkan orang nomer 1 di konoha juga sering nyakitin statement nya. Di saat banyak masalah di program MBG ini, dalihnya tidak tau atau bilangnya itu cuman kasus minor. Ya kalau sudah korupsi berjama'ah segalanya jadi rumit, Om. Yang nyata-nyata salah, bisa jadi dibilang tidak masalah karena masih satu kelompok. BTW operator MBG mungkin ngerasa aman mau ngomong apapun karena dia diback up aparat. Jadi ya gak heran lah..
|
░░░░▄▄████████████▄ ░▄████████████████▀ ▄████████████████▀▄█▄ ▄███████▀▀░░▄███▀▄████▄ ▄██████▀░░░▄███▀░▀██████▄ ██████▀░░▄████▄░░░▀██████ ██████░░▀▀▀▀░▄▄▄▄░░██████ ██████▄░░░▀████▀░░▄██████ ▀██████▄░▄███▀░░░▄██████▀ ▀████▀▄████░░▄▄███████▀ ▀█▀▄████████████████▀ ▄████████████████▀░ ▀████████████▀▀░░░░ | | CCECASH | | | | |
|
|
|
panjul07
Legendary

Activity: 4256
Merit: 1411
|
 |
May 31, 2026, 01:45:53 PM |
|
Menurut saya, MBG bisa membantu, terutama buat anak-anak yang memang sulit mendapat makanan bergizi setiap hari. Tapi kalau dibilang jadi solusi utama masalah gizi dan kemiskinan, rasanya belum cukup.
Setuju. Untuk di daerah pedesaan, mungkin bisa cukup membantu memenuhi kebutuhan makan (bukan pemenuhan gizi). Terutama di pedesaan yang rata-rata keluarganya masih dalam kategori miskin. Sayangnya program ini pada prakteknya banyak yang tidak tepat sasaran. Di daerah kota, banyak yang MBG nya cuman berujung dibuang karena tidak cocok dengan selera anak-anak. Sudah dari awal berjalan sebenarnya sudah banyak pihak yang mengingatkan, entah dari pakar, dari politisi, maupun dari rakyat awam kalo pelaksanaan MBG harusnya lebih difokuskan ke daerah 3T dulu. Tapi ya apa mau dikata, ketika sudah jadi kebijakan dan sudah terlanjur "deal2an" sebelumnya ya yang penting jalan siapapun penerimanya, entah dimakan atau tidak, yang penting anggaran keluar. Ane harus setuju kalo program ini memang bener2 investasi jangka panjang, tapi kalo pelaksanaannya gini ya jelas ini adalah investasi buat pihak tertentu saja bukan buat negara ataupun bukan buat anak2 penerima. Bisa dibilang ini investasi cerdas untuk kepentingan sekelompok orang atau golongan untuk tujuan tertentu beberapa tahun kedepan 
|
|
|
|
kawetsriyanto
Legendary

Activity: 3010
Merit: 1186
♻️ Automatic Exchange
|
 |
May 31, 2026, 11:20:28 PM |
|
Sudah dari awal berjalan sebenarnya sudah banyak pihak yang mengingatkan, entah dari pakar, dari politisi, maupun dari rakyat awam kalo pelaksanaan MBG harusnya lebih difokuskan ke daerah 3T dulu. Tapi ya apa mau dikata, ketika sudah jadi kebijakan dan sudah terlanjur "deal2an" sebelumnya ya yang penting jalan siapapun penerimanya, entah dimakan atau tidak, yang penting anggaran keluar.
Bahkan ketika program ini baru wacana, sudah banyak yang meragukan program ini. Bukan karena tujuan programnya tidak bagus, tapi karena program ini berpotensi cuman buang-buang anggaran negara dan rawan korupsi. Kalau dilihat dari implementasinya, program ini seperti sangat dipaksakan berjalan dan minim perencanaan yang matang. Bisa dilihat dari berbagai problem yang ada, termasuk di beberapa SPPG yang berhenti atau diganti karena masalah anggaran. Ane harus setuju kalo program ini memang bener2 investasi jangka panjang, tapi kalo pelaksanaannya gini ya jelas ini adalah investasi buat pihak tertentu saja bukan buat negara ataupun bukan buat anak2 penerima. Bisa dibilang ini investasi cerdas untuk kepentingan sekelompok orang atau golongan untuk tujuan tertentu beberapa tahun kedepan  Kalau untuk masyarakat, itu jelas bukan investasi. Yang mungkin bisa dianggap investasi kalau programnya seperti sekolah gratis atau sejenisnya, yang bisa membuat generasi bangsa lebih cerdas. Kalau yang seperti MBG ini, cuman sebatas perut. BTW untuk orang-orang yang untung besar dari program ini, itu juga bukan seperti investasi tapi lebih ke aji mumpung.
|
░░░░▄▄████████████▄ ░▄████████████████▀ ▄████████████████▀▄█▄ ▄███████▀▀░░▄███▀▄████▄ ▄██████▀░░░▄███▀░▀██████▄ ██████▀░░▄████▄░░░▀██████ ██████░░▀▀▀▀░▄▄▄▄░░██████ ██████▄░░░▀████▀░░▄██████ ▀██████▄░▄███▀░░░▄██████▀ ▀████▀▄████░░▄▄███████▀ ▀█▀▄████████████████▀ ▄████████████████▀░ ▀████████████▀▀░░░░ | | CCECASH | | | | |
|
|
|
|
red4slash
|
 |
June 01, 2026, 05:56:25 AM |
|
Ane harus setuju kalo program ini memang bener2 investasi jangka panjang, tapi kalo pelaksanaannya gini ya jelas ini adalah investasi buat pihak tertentu saja bukan buat negara ataupun bukan buat anak2 penerima. Bisa dibilang ini investasi cerdas untuk kepentingan sekelompok orang atau golongan untuk tujuan tertentu beberapa tahun kedepan  Kalau untuk masyarakat, itu jelas bukan investasi. Yang mungkin bisa dianggap investasi kalau programnya seperti sekolah gratis atau sejenisnya, yang bisa membuat generasi bangsa lebih cerdas. Kalau yang seperti MBG ini, cuman sebatas perut. BTW untuk orang-orang yang untung besar dari program ini, itu juga bukan seperti investasi tapi lebih ke aji mumpung. Saya rasa jika programnya jelas dan sudah terukur dengan baik sejak awal maka mungkin ini akan dijadikan sebagai investasi tetapi sejak awal program ini memang memaksakan kehendak karena jika kita runtut lebih jauh program ini tujuannya bukan untuk membuat gizi anak-anak meningkat tetapi sebagai jawaban atas program unggulan untuk janji yang sudah di ucapkan selama masa pencalonan tetapi rencananya mentah yang berakhir dengan pro kontra dan bahkan saya akan menganggap ini sebagai kegagalan. Sehingga saya cukup sependapat dengan om panjul07 karena ini memang mengarah kepada investasi tetapi untuk golongan tertentu  . Untuk urusan sekolah gratis saat ini juga ada program sekolah rakyat yang jika dilihat lebih jauh ini juga akan sama dengan Program MBG ini dimana ini bisa dijadikan sebagai alat untuk menguntungkan beberapa golongan, mungkin ada beberapa orang disini yang pernah membaca atau mendengar berita tentang sepatu yang ada di sekolah Rakyat yang nilainya bahkan hampir 800k padahal di konfirmasi bahwa produk tersebut (sepatu jenis itu) hanya berkisar di harga 100k-150k bahkan produsennya dengan jelas mengklarifikasi bahwa mereka tidak bekerja sama dengan Sekolah rakyat, Ini terlihat serupa dengan kasus kaos kaki MBG dan motor listrik mereka 
|
| █▄ | R |
▀▀▀▀▀▀▀██████▄▄ ████████████████ ▀▀▀▀█████▀▀▀█████ ████████▌███▐████ ▄▄▄▄█████▄▄▄█████ ████████████████ ▄▄▄▄▄▄▄██████▀▀ | LLBIT | ▀█ | THE #1 SOLANA CASINO | ████████████▄ ▀▀██████▀▀███ ██▄▄▀▀▄▄█████ █████████████ █████████████ ███▀█████████ ▀▄▄██████████ █████████████ █████████████ █████████████ █████████████ █████████████ ████████████▀ | ████████████▄ ▀▀▀▀▀▀▀██████ █████████████ ▄████████████ ██▄██████████ ████▄████████ █████████████ █░▀▀█████████ ▀▀███████████ █████▄███████ ████▀▄▀██████ ▄▄▄▄▄▄▄██████ ████████████▀ | ........5,000+........ GAMES ......INSTANT...... WITHDRAWALS | ..........HUGE.......... REWARDS ............VIP............ PROGRAM | . PLAY NOW |
|
|
|
panjul07
Legendary

Activity: 4256
Merit: 1411
|
 |
June 02, 2026, 03:47:50 PM |
|
Kemaren liat VT di tiktok soal statementnya si kepala BGN yang bilang ada wacana buat ngasih MBG buat siswa di Sekolah Indonesia-Jeddah yang berada di Arab Saudi sana. Ini gimana pola pikirnya bapak yang satu ini ya, kenapa malah mikirin yang jauh disono sedangkan yang masih ditanah air sendiri banyak yang belum tersentuh terutama yang di daerah 3T. Kalopun beneran dilaksanakan, kira2 berapa ya anggaran per porsinya? Apakah sama dengan yang disini (sepertinya tidak mungkin), pastinya karena perbedaan harga yang bisa jadi lebih dari 5x harga di Indo untuk sekali makan. Baru juga kemaren anggaran dipotong kok malah mikir yang aneh2, iya bener mereka juga anak2 Indonesia tp apakah emang harus? Walaupun jumlahnya cuma katakanlah 1000-2000 anak tapi kalo costnya bisa 5x-10x buat didalam negri, ya mending buat yang disini aja bisa mengcover lebih banyak atau mungkin bisa buat memperbaiki menu biar benar2 lebih bergizi. Tapi baru denger juga bahwa si Bapak dipecat wkwkwk dan digantikan sama wakilnya...
|
|
|
|
kawetsriyanto
Legendary

Activity: 3010
Merit: 1186
♻️ Automatic Exchange
|
 |
June 02, 2026, 11:59:02 PM |
|
Saya rasa jika programnya jelas dan sudah terukur dengan baik sejak awal maka mungkin ini akan dijadikan sebagai investasi tetapi sejak awal program ini memang memaksakan kehendak karena jika kita runtut lebih jauh program ini tujuannya bukan untuk membuat gizi anak-anak meningkat tetapi sebagai jawaban atas program unggulan untuk janji yang sudah di ucapkan selama masa pencalonan tetapi rencananya mentah yang berakhir dengan pro kontra dan bahkan saya akan menganggap ini sebagai kegagalan.
Ya bisa jadi, tapi kita berbicara real nya di lapangan. Nyatanya program ini sejak awal berjalan dengan serampangan, tidak ada tolak ukur yang jelas ketercapaiannya. Sekarang pertanyaannya, apa sih target real ya? Kalau sesuai namanya, harusnya output program ini adalah "anak-anak bisa makan bergizi dan menjadi anak yang sehat". Faktanya di lapangan, anak-anak malah keracunan dan program ini menimbulkan berbagai polemik. Selain itu, program ini juga tidak ada aturan atau standarisasi yang jelas. Entah itu terkait pengelolaan dan pengelola SPPG tu sendiri. Masa aparat TNI/Polri bisa ikut-ikutan mengelola. Dilihat dari hal ini saja, program ini sudah cacat secara logika. Sehingga saya cukup sependapat dengan om panjul07 karena ini memang mengarah kepada investasi tetapi untuk golongan tertentu  . Untuk urusan sekolah gratis saat ini juga ada program sekolah rakyat yang jika dilihat lebih jauh ini juga akan sama dengan Program MBG ini dimana ini bisa dijadikan sebagai alat untuk menguntungkan beberapa golongan, mungkin ada beberapa orang disini yang pernah membaca atau mendengar berita tentang sepatu yang ada di sekolah Rakyat yang nilainya bahkan hampir 800k padahal di konfirmasi bahwa produk tersebut (sepatu jenis itu) hanya berkisar di harga 100k-150k bahkan produsennya dengan jelas mengklarifikasi bahwa mereka tidak bekerja sama dengan Sekolah rakyat, Ini terlihat serupa dengan kasus kaos kaki MBG dan motor listrik mereka  Kalau yang dimaksud investasi jangka pendek, mungkin saja. Tapi kalau untuk jangka panjang, tidak juga. Mereka-mereka yang mengurus MBG ini kemungkinan bakal digeser dengan yang lain supaya dapat jatah masing-masing. Ente pasti tau kalau beberapa SPPG ditutup dan diganti dengan yang baru. Bahkan kepala BGN "Dadan Hindayana" pun sudah digantikan saat ini. Menurut saya ini sudah direncanakan, makanya kemaren mereka kebut korupsinya. Pengadaan motor listrik dan kaos kaki itu kemungkinan untuk memaksimalkan cuan mereka selama masih menjabat. Kan kerasa aneh program-program tersebut seakan dipaksakan untuk dilaksanakan dalam waktu yang relatif sangat singkat.
|
░░░░▄▄████████████▄ ░▄████████████████▀ ▄████████████████▀▄█▄ ▄███████▀▀░░▄███▀▄████▄ ▄██████▀░░░▄███▀░▀██████▄ ██████▀░░▄████▄░░░▀██████ ██████░░▀▀▀▀░▄▄▄▄░░██████ ██████▄░░░▀████▀░░▄██████ ▀██████▄░▄███▀░░░▄██████▀ ▀████▀▄████░░▄▄███████▀ ▀█▀▄████████████████▀ ▄████████████████▀░ ▀████████████▀▀░░░░ | | CCECASH | | | | |
|
|
|
|
MarjorieZimmermanGinger
|
 |
June 14, 2026, 09:08:50 AM |
|
Ya bisa jadi, tapi kita berbicara real nya di lapangan. Nyatanya program ini sejak awal berjalan dengan serampangan, tidak ada tolak ukur yang jelas ketercapaiannya. Sekarang pertanyaannya, apa sih target real ya? Kalau sesuai namanya, harusnya output program ini adalah "anak-anak bisa makan bergizi dan menjadi anak yang sehat". Faktanya di lapangan, anak-anak malah keracunan dan program ini menimbulkan berbagai polemik. Selain itu, program ini juga tidak ada aturan atau standarisasi yang jelas. Entah itu terkait pengelolaan dan pengelola SPPG tu sendiri. Masa aparat TNI/Polri bisa ikut-ikutan mengelola. Dilihat dari hal ini saja, program ini sudah cacat secara logika.
Bagi sebagian orang yang berkuasa ini merupakan ladang untuk menghasilkan uang dan programnya tidak berjalan secara efektif untuk penerima manfaat karena pada dasarnya MBG yang sifatnya merupakan makanan bergizi justru pihak pengelola dapur hanya memberikan makanan seperti biasa kepada anak-anaknya yang menerima manfaat. Saya memiliki anak yang masih bersekolah dan setiap harinya kami melihat makanan tersebut dibawa pulang dan harus di akui program tersebut bagus akan tetapi cara mengelola yang salah sehingga program ini hanya menguntungkan pemilik dapur bukan seperti yang diharapkan oleh bapak presiden. Jikapun nantinya dilanjutkan karena beberapa dapur di daerah saya sudah di suspen kita berharap akan di evaluasi lebih baik di mana kantin sekolah dapat dijadikan tempat untuk menyiapkan makanan bergizi yang jauh lebih baik atau dengan skema lainnya. Kalau yang dimaksud investasi jangka pendek, mungkin saja. Tapi kalau untuk jangka panjang, tidak juga. Mereka-mereka yang mengurus MBG ini kemungkinan bakal digeser dengan yang lain supaya dapat jatah masing-masing. Ente pasti tau kalau beberapa SPPG ditutup dan diganti dengan yang baru. Bahkan kepala BGN "Dadan Hindayana" pun sudah digantikan saat ini. Menurut saya ini sudah direncanakan, makanya kemaren mereka kebut korupsinya. Pengadaan motor listrik dan kaos kaki itu kemungkinan untuk memaksimalkan cuan mereka selama masih menjabat. Kan kerasa aneh program-program tersebut seakan dipaksakan untuk dilaksanakan dalam waktu yang relatif sangat singkat.
Investasi jangka pendek juga tidak ketemu harusnya mas karena butuh modal besar untuk membangun dapur MBG kecuali bagi beberapa orang yang mungkin tidak terlibat menggunakan modal sendiri melainkan orang yang mendapatkan keuntungan dari pembagian hasil. Saya yakin mas tau orang yang saya maksud karena setelah Dadan Hindayana di tangkap maka tabir untuk membongkar korupsi di BGN akan jauh lebih mudah harusnya jika pemerintah pingin melakukan. Pengadaan motor listrik dan kaos kaki membuat petinggi BGN di periksa oleh Kejaksaan Agung karena harganya tidak masuk akal dan terlalu mencolok sehingga akhirnya ini menjadi kasus yang cukup menggemparkan.
|
| ..Stake.com.. | | | ▄████████████████████████████████████▄ ██ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██ ▄████▄ ██ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██████████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██ ██████ ██ ██████████ ██ ██ ██████████ ██ ▀██▀ ██ ██ ██ ██████ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██████ ██ █████ ███ ██████ ██ ████▄ ██ ██ █████ ███ ████ ████ █████ ███ ████████ ██ ████ ████ ██████████ ████ ████ ████▀ ██ ██████████ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██████████ ██ ██ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ ██ ▀█████████▀ ▄████████████▄ ▀█████████▀ ▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄███ ██ ██ ███▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄ ██████████████████████████████████████████ | | | | | | ▄▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▄ █ ▄▀▄ █▀▀█▀▄▄ █ █▀█ █ ▐ ▐▌ █ ▄██▄ █ ▌ █ █ ▄██████▄ █ ▌ ▐▌ █ ██████████ █ ▐ █ █ ▐██████████▌ █ ▐ ▐▌ █ ▀▀██████▀▀ █ ▌ █ █ ▄▄▄██▄▄▄ █ ▌▐▌ █ █▐ █ █ █▐▐▌ █ █▐█ ▀▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▄▀█ | | | | | | ▄▄█████████▄▄ ▄██▀▀▀▀█████▀▀▀▀██▄ ▄█▀ ▐█▌ ▀█▄ ██ ▐█▌ ██ ████▄ ▄█████▄ ▄████ ████████▄███████████▄████████ ███▀ █████████████ ▀███ ██ ███████████ ██ ▀█▄ █████████ ▄█▀ ▀█▄ ▄██▀▀▀▀▀▀▀██▄ ▄▄▄█▀ ▀███████ ███████▀ ▀█████▄ ▄█████▀ ▀▀▀███▄▄▄███▀▀▀ | | | ..PLAY NOW.. |
|
|
|
|
Rengga Jati
|
 |
June 16, 2026, 11:31:20 PM |
|
Selain itu, program ini juga tidak ada aturan atau standarisasi yang jelas. Entah itu terkait pengelolaan dan pengelola SPPG tu sendiri. Masa aparat TNI/Polri bisa ikut-ikutan mengelola. Dilihat dari hal ini saja, program ini sudah cacat secara logika.
Mulai dari pemilihan tender pemenang pengelola SPPG (selain dari TNI/POLRI) juga sudah cacat. Tetapi ini memang yang selalu terjadi, seperti pada pemilihan tender atau vendor di proyek apapun, prosesnya tetap sama. Ada pembiacaraan prosentase di luar kontrak untuk A, B, C, D, dan lainnya. Jadi, sudah jelas dari awal, program ini menjadi salah satu ladang penghasilan bagi para pejabat terkait yang melibatkan masyarakat tertentu. Kalau dari berbagai cerita, bahkan beberapa pihak menawarkan SPPG menjadi salah satu ladang investasi bagi siapapun yang mau menanamkan modal di SPPG tersebut. kalau terkait SPPG Polri/TNI, mereka berdalih jika mereka bisa mengelola dengan jauh lebih baik dan mempertimbangkan nilai gizi yang jauh lebih bagus. Namun, kita tahu sendiri bagaimana realitanya, semua itu hanya soal keuntungan yang bisa dibagi-bagi.
Yang jelas, kepala BGN telah dicopot dan menjadi tersangka korupsi. Namun sayangnya, yang menggantikan ya tetap sama saja, wakil sebelumnya yang naik menjadi ketua BGN, jadi, hanya ganti orang saja, namun sistemnya dan orang di belakangnya mungkin tetap sama. karena, sepertinya tidak mungkin jika wakil BGN saat itu tidak mengetahui atau terlibat kasus tersebut.
|
|
|
|
Bitinity
Legendary

Activity: 3822
Merit: 1347
|
 |
June 17, 2026, 06:20:05 AM |
|
Yang jelas, kepala BGN telah dicopot dan menjadi tersangka korupsi. Namun sayangnya, yang menggantikan ya tetap sama saja, wakil sebelumnya yang naik menjadi ketua BGN, jadi, hanya ganti orang saja, namun sistemnya dan orang di belakangnya mungkin tetap sama. karena, sepertinya tidak mungkin jika wakil BGN saat itu tidak mengetahui atau terlibat kasus tersebut.
Pastinya tahu lah karena masih dalam 1 lingkaran, entah beliaunya ini emang jadi cepu atau beliau juga ikut2an tapi tidak kena karena punya backingan yang lebih kuat. Kemaren aja sempat marah2 ketika ditanya wartawan soal namanya disebut2 sama Sony, entah kenapa harus marah kalau memang dia bersih (senyumin aja cukup lol). Kita tunggu saja nanti di persidangan para tersangka2 itu apakah akan membawa nama2 lain khususnya nama2 besar seperti yang dikatakan Sony walaupun saya juga ragu kalau bisa menyeret aktor utamanya yang bermain dibelakang.
|
| EARNBET | ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ | ███████▄▄███████████ ████▄██████████████████ ██▄▀▀███████████████▀▀███ █▄████████████████████████ ▄▄████████▀▀▀▀▀████████▄▄██ ███████████████████████████ █████████▌████▀████████████ ███████████████████████████ ▀▀███████▄▄▄▄▄█████████▀▀██ █▀█████████████████████▀██ ██▀▄▄███████████████▄▄███ ████▀██████████████████ ███████▀▀███████████ | | ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ |
▄▄▄ ▄▄▄███████▐███▌███████▄▄▄ █████████████████████████ ▀████▄▄▄███████▄▄▄████▀ █████████████████████ ▐███████████████████▌ ███████████████████ ███████████████████ ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
| King of The Castle $200,000 in prizes | ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ ██ | 62.5% | RAKEBACK BONUS |
|
|
|
|
Rengga Jati
|
 |
June 17, 2026, 07:00:28 PM |
|
Yang jelas, kepala BGN telah dicopot dan menjadi tersangka korupsi. Namun sayangnya, yang menggantikan ya tetap sama saja, wakil sebelumnya yang naik menjadi ketua BGN, jadi, hanya ganti orang saja, namun sistemnya dan orang di belakangnya mungkin tetap sama. karena, sepertinya tidak mungkin jika wakil BGN saat itu tidak mengetahui atau terlibat kasus tersebut.
Pastinya tahu lah karena masih dalam 1 lingkaran, entah beliaunya ini emang jadi cepu atau beliau juga ikut2an tapi tidak kena karena punya backingan yang lebih kuat. Kemaren aja sempat marah2 ketika ditanya wartawan soal namanya disebut2 sama Sony, entah kenapa harus marah kalau memang dia bersih (senyumin aja cukup lol). Kita tunggu saja nanti di persidangan para tersangka2 itu apakah akan membawa nama2 lain khususnya nama2 besar seperti yang dikatakan Sony walaupun saya juga ragu kalau bisa menyeret aktor utamanya yang bermain dibelakang. Lingkaran politik itu memang kejam, oportunis, dan sulit ditebak. Saya yakin mereka sudah saling paham. Harus ada yang dikorbankan untuk menyelamatkan lainnya atau pihak tertentu. Saat ini, kasus Dadan masih di ranah penyidikan. Untuk saat ini, sudah ada 5 tersangka dari kasus ini. Selain itu, mereka juga mengungkapkan keterlibatan 26 orang lainnya yang saat ini masih dalam pemeriksaan. Nah tinggal tunggu saja nantinya siaap lagi yang akan ditumbangkan. Daftar 5 orang tersangka
|
|
|
|
dansus021
Copper Member
Legendary

Activity: 2562
Merit: 1192
Part of AOBT - English Translator to Indonesia
|
 |
June 21, 2026, 02:54:58 PM |
|
Sebenarnya mbg ini program yang bagus dan saya sangat setuju cuman yang salah itu waktu eksekusi aja sih banyak loophole yanh perlu ditutupi karenea secara gamblang program ini bisa banhet menjadi ladang korupsi.
Saya setujunyan itu setiap sekolah punya dapurnya masing masing dan emnga harus ada ahli gizi beneran dan setiap quaeter ada kaya semacam audit untuk mbg dan survey buat anak anak
|
| ...AoBT... | | ▄▄█████████████████▄▄ ███████████████████████ █████████████████████████ █████████████████████████ █████████████████████████ █████████████████████████ █████████████████████████ █████████████████████████ █████████████████████████ █████████████████████████ █████████████████████████ ███████████████████████ █████████████████████████ | | The Alliance of Bitcointalk Translators | | | | │ | | ▄▄▄███████▄▄▄ ▄███████████████▄ ▄███████████████████▄ ▄█████████████████████▄ ▄███████████████████████▄ █████████████████████████ █████████████████████████ █████████████████████████ ▀███████████████████████▀ ▀█████████████████████▀ ▀███████████████████▀ ▀███████████████▀ ▀▀▀███████▀▀▀ | . ..JOIN US.. | | │ | | ▄███████████████████████▄ █████████████████████████ █████▀▀██████▀▀██▀▀▀▀████ ██████████▀██████████████ █████▄▄███████▄▄▀████████ █████████▄▀▄██▀▀█████████ █████████████████████████ █████████████████████████ ████████████▀████████████ ▀███████████████████████▀ █████ ██████████
| . ..HIRE US.. | | │ |
|
|
|
|
Rengga Jati
|
 |
June 24, 2026, 10:24:22 PM |
|
Sebenarnya mbg ini program yang bagus dan saya sangat setuju cuman yang salah itu waktu eksekusi aja sih banyak loophole yanh perlu ditutupi karenea secara gamblang program ini bisa banhet menjadi ladang korupsi.
Saya setujunyan itu setiap sekolah punya dapurnya masing masing dan emnga harus ada ahli gizi beneran dan setiap quaeter ada kaya semacam audit untuk mbg dan survey buat anak anak
Kalau tidak salah, ini sudah banyak pihak yang mengusulkan, diserahkan saja ke catering sekolah. terlebih sejauh ini sudah ada banyak sekolah yang memiliki cateringnya sendiri dan sejauh ini aman, makanan juga enak, bergizi (selalu ada sayur+protein sesuai arahan dan kebutuhan). Namun makanannya tetap kemakan (walau mungkin ada sebagian yang tidak habis). Apalagi di sekolah swasta, di sekolah anak saya (SD swasta), biaya catering sebesar Rp 10.000/hari, dengan menu yang selalu bervariasi setiap harinya, kebetulan chefnya ex-resto besar. Menurut anak ya enak saja makanannya. Tetapi di sekolah anak saya yang masih PAUD, seringkali makanannya tidak dimakan. Karena saking menu sehatnya, seringkali ada menu tempe/tahu/lele/ayam yang hanya direbus saja. Dengan kombinasi sayur pakcoy selembar. Atau nasi yang dibikin aneh-aneh warnanya (warna biru, ungu, dan pink), masalahnya rasanya juga aneh. Bukannya tidak bersyukur, tetapi lebih ke sayang saja anggaran sebesar itu tetapi justru kurang optimal. Hanya saja, pemerintah mengatakan bahwa semuanya harus terstruktur dan mereka bisa mengawasi langsung. Sehingga mereka bisa memastikan kalau penyaluran benar-benar sesuai. Nah ini, yang seringkali jadi perdebatan, karena kalau langsung catering sekolah, nantinya tidak bisa bagi-bagi anggaran, tidak bisa jadi bisnis, bahkan kurang bisa ada dapur siluman.
|
|
|
|
|