Bitcoin Forum
July 26, 2026, 03:54:11 PM *
News: Latest Bitcoin Core release: 31.1 [Torrent]
 
   Home   Help Search Login Register More  
Pages: « 1 2 [3]  All
  Print  
Author Topic: Internet rakyat 100k 100 Mbps. Solusi kah?  (Read 764 times)
Ryu_Ar1 (OP)
Hero Member
*****
Online Online

Activity: 1596
Merit: 902



View Profile WWW
July 10, 2026, 05:42:34 PM
 #41

Penawaran pasang belum tentu di tindak jauh mas karena di wilayah saya juga gitu sebelumnya bahkan dari Januari sudah ada yang nawarin dan seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya saya bahkan beberapa kali mulai komunikasi via chat dengan sales nya tapi semakin sini semakin sepi wkwkk. Padahal peminatnya cukup banyak sebelumnya tetapi sekarang setelah ada sales IRA jadi ada banyak provider yang ikutan nawarin terlebih program desa digital juga sekarang sudah ada di tempat saya jadi kemungkinan sekarang IRA tidak akan ada karena provider lain terutama yang sudah kerjasama dengan desa mulai operasi dalam beberapa bulan terakhir ini.
Emang makin banyak sales yang nawarin sekarang, terutama MyRepublic malah makin gencar dan psang tiang sana sini meskipu tanah orang di pasangin juga tanpa ijin.
Dan Soal Program Desa Digital itu udah alasan lama, itu bahkan cuman akal-akalan salesnya aja Internet Desa dll, Nyatanya biar banyak yang pasang aja.
Kalo emang internet dari Desa ya seharusnya Gratis, Sales biasanya ngerayu Kadesnya untuk pasang internet gartis + Ijin bawa-bawa Program Internet Desa Digital.
Haha di tempat saya juga sama untuk provider republik itu tetapi saya trust issue setelah merasakan beberapa bulan berlangganan sebelumnya, banyak bener trouble nya untuk provider yang ini mungkin bisa saja 11 12 nantinya sama yang IRA. di wilayah tetangga yang deket sama stasiun IRA sudah mulai operasi tetapi sepertinya speednya tidak sesuai dengan harapan.

Untuk Desa digital di daearah saya cukup membantu si mas terlepas dari ada maen antara sales dan aparatur desanya kita sama-sama tahulah bagaimana tetapi dengan adanya Desa digital yang dikelola Bumdes ini justru membuka beberapa provider yang masuk sekarang termasuk yang republik itu karena sebelumnya yang masuk di wilayah saya hanyalah telkom itupun sinyalnya bener-bener.
Selain itu sejak awal desa digital memang tidak sepenuhnya gratis dan itu sudah menjadi pemberitahuan awal tetapi ya kita tahu desa digital ini sama dengan IRA dimana ini adalah program pemerintah dan kita pasti sadar bahwa skema nya sama mengedepankan harga minim sebagai branding tetapi selalu ada jebakan di dalamnya.

Karena yang menginisiasi Kementerian Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital), ini harusnya program pemerintah. Cuman memang yang rilis programnya WIFI milik Hashim Djojohadikusumo (adik presiden). Entah ini namanya program pemerintah yang dijalankan swasta atau kerjasama dengan swasta, saya kurang paham. Atau bisa saja proyek swasta dengan brandingan program pemerintah.  Cheesy

Betul, yang penting real nya gimana. Gak peduli itu dari pemerintah atau dari swasta, pilih mana yang cocok dengan kebutuhan kita. IMO gak ada provider yang perfect, adanya provider yang lebih baik.

Intinya bagi-bagi kue mas biar kebagian semua terlepas dari apapun sebutanya semuanya terlihat sama. Jabatan, peluang bisnis dan keuntungan semuanya harus bermuara dari jalan yang sama dimana kedekatan menjadi akses untuk mendapatkan itu Wink

kawetsriyanto
Legendary
*
Offline

Activity: 3038
Merit: 1188


♻️ Automatic Exchange


View Profile
July 10, 2026, 11:35:17 PM
 #42

Ya mungkin beda masyarakatnya, karena ditempat ane kebanyakan yang daftar IRA ini punya ekspektasi tinggi.
Baru daftar aja udah pada berandai2 "pasti lebih baik dari A B C karena 100mbps", "besok kalo udah kepasang, yang A ini bakal distop".
Ane paham kenapa pada berekspektasi tinggi, ya karena masih banyak ditempat ane yang kurang paham dan cuma melihat dari segi Speed dan Harga yang diiklankan.
Wajar punya ekspektasi tinggi. Toh embel-embelnya program pemerintah, plus itu juga terhitung murah. Saya juga mungkin bakal lebih memilih IRA kalau memang real nya sesuai dengan yang dinyatakan. Sayangnya sudah banyak review yang menyatakan kecewa, jadinya saya sendiri sudah tidak tertarik dengan IRA ini. Saya yakin masyarakat daerah lain yang sudah tau review-reviewnya sudah tidak berekspektasi tinggi lagi.

Intinya bagi-bagi kue mas biar kebagian semua terlepas dari apapun sebutanya semuanya terlihat sama. Jabatan, peluang bisnis dan keuntungan semuanya harus bermuara dari jalan yang sama dimana kedekatan menjadi akses untuk mendapatkan itu Wink
Ya, saat ini program-program pemerintah sarat dengan isu bagi-bagi jatah. Masuk akal, semuanya bakal aman dengan bagi-bagi jatah. Karena kalau ada yang kena masalah, semuanya bakal senasib. Makanya mereka berupaya nyari kawan untuk sama-sama saling support supaya aman. Liat saja Polisi, TNI, bahkan jaksa pun ikut terlibat. Jadinya kalaupun rakyat mau menuntut, menuntut ke siapa.  Cry


░░░░▄▄████████████▄
▄████████████████▀
▄████████████████▀▄█▄
▄██████▀▀░░▄███▀▄████▄
▄██████▀░░░▄███▀▀██████▄
██████▀░░▄████▄░░░▀██████
██████░░▀▀▀▀▄▄▄▄░░██████
██████▄░░░▀████▀░░▄██████
▀██████▄▄███▀░░░▄██████▀
▀████▀▄████░░▄▄███████▀
▀█▀▄████████████████▀
▄████████████████▀
▀████████████▀▀░░░░
 
 CCECASH 
taufik123
Legendary
*
artcontest
Offline

Activity: 3332
Merit: 2391


Duelbits.com


View Profile
July 13, 2026, 03:10:41 PM
 #43

-snip-
Untuk Desa digital di daearah saya cukup membantu si mas terlepas dari ada maen antara sales dan aparatur desanya kita sama-sama tahulah bagaimana tetapi dengan adanya Desa digital yang dikelola Bumdes ini justru membuka beberapa provider yang masuk sekarang termasuk yang republik itu karena sebelumnya yang masuk di wilayah saya hanyalah telkom itupun sinyalnya bener-bener.
Selain itu sejak awal desa digital memang tidak sepenuhnya gratis dan itu sudah menjadi pemberitahuan awal tetapi ya kita tahu desa digital ini sama dengan IRA dimana ini adalah program pemerintah dan kita pasti sadar bahwa skema nya sama mengedepankan harga minim sebagai branding tetapi selalu ada jebakan di dalamnya.
Makin banyak provider baru sih yang amsuk sekarang, malah semua gencar buat iklan dan maksa untuk pasang, termasuk Republik teruatam yang paling gencar.
Kalo IRA masih dikit salesnya, Tapi yang terbaik amsih indihome di daerah saja.
Soal Desa digital emang gak sepenuhnya gratis, dulu saya kira Desa Digital itu bakal ada Internet gratis di Setiap RT, taunya cuman izin untuk provider masuk saja.

Makin banyaj pilihan Internet dengan harga terjangkau, tapi soal kualitas masih belum bisa di pastikan.
Terlihat sangat murah tapi jaringan gak bisa di andalkan ya percuma, bikin emosi dan Mengganggu pekerjaan yang butuh internet 24 jam.

Ya mungkin beda masyarakatnya, karena ditempat ane kebanyakan yang daftar IRA ini punya ekspektasi tinggi.
Baru daftar aja udah pada berandai2 "pasti lebih baik dari A B C karena 100mbps", "besok kalo udah kepasang, yang A ini bakal distop".
Ane paham kenapa pada berekspektasi tinggi, ya karena masih banyak ditempat ane yang kurang paham dan cuma melihat dari segi Speed dan Harga yang diiklankan.
Wajar punya ekspektasi tinggi. Toh embel-embelnya program pemerintah, plus itu juga terhitung murah. Saya juga mungkin bakal lebih memilih IRA kalau memang real nya sesuai dengan yang dinyatakan. Sayangnya sudah banyak review yang menyatakan kecewa, jadinya saya sendiri sudah tidak tertarik dengan IRA ini. Saya yakin masyarakat daerah lain yang sudah tau review-reviewnya sudah tidak berekspektasi tinggi lagi.
Internet rakyat tapi jaringan busuk ya bakal di tinggalkan dan gak akan banyak yang terarik, Apalagi teknisinya gak gercep bisa cepet gulung tikar.
Sejenis IRA ini dulu juga sudah ada, dan yang lainnya dulu pakek Kartu Provider sendiri ( lupa nama privider inetrnetnya ) tapi sinyalnya pakek telkomsel.
Kali IRA sekarang kan udah nyatur di routernya aja, jadi gak perlu kartu SIM dll lagi.

███████████████████████████
███████▄████████████▄██████
████████▄████████▄████████
███▀█████▀▄███▄▀█████▀███
█████▀█▀▄██▀▀▀██▄▀█▀█████
███████▄███████████▄███████
███████████████████████████
███████▀███████████▀███████
████▄██▄▀██▄▄▄██▀▄██▄████
████▄████▄▀███▀▄████▄████
██▄███▀▀█▀██████▀█▀███▄███
██▀█▀████████████████▀█▀███
███████████████████████████
.
.Duelbits PREDICT..
█████████████████████████
█████████████████████████
███████████▀▀░░░░▀▀██████
██████████░░▄████▄░░████
█████████░░████████░░████
█████████░░████████░░████
█████████▄▀██████▀▄████
████████▀▀░░░▀▀▀▀░░▄█████
██████▀░░░░██▄▄▄▄████████
████▀░░░░▄███████████████
█████▄▄█████████████████
█████████████████████████
█████████████████████████
.
.WHERE EVERYTHING IS A MARKET..
█████
██
██







██
██
██████
Will Bitcoin hit $200,000
before January 1st 2027?

    No @1.15         Yes @6.00    
█████
██
██







██
██
██████

  CHECK MORE > 
BABY SHOES
Hero Member
*****
Offline

Activity: 1134
Merit: 699


HODL - BTC


View Profile
July 13, 2026, 11:52:17 PM
 #44

Tapi apa ini emang program dari pemerintah? Dari memori ane sekilas ini cuma namanya doang yang ada embel" rakyatnya tapi yang punya dan mengelolanya tetap dari swasta/PT juga. Dari search sekilas juga keknya bukan program pemerintahan yang bakal dijalanin pemerintah daerah satu persatu gitu. Atau ane salah paham sama model sistemnya?

Bicara soal review harus tetap jeli sih. Sebagus apapun provider pasti ada aja pengalaman ga nyamannya sama pelanggan. Provider yang perfect selalu benar ga ada (selain karena pelaksana lapangannya juga manusia semua).
Karena yang menginisiasi Kementerian Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital), ini harusnya program pemerintah. Cuman memang yang rilis programnya WIFI milik Hashim Djojohadikusumo (adik presiden). Entah ini namanya program pemerintah yang dijalankan swasta atau kerjasama dengan swasta, saya kurang paham. Atau bisa saja proyek swasta dengan brandingan program pemerintah.  Cheesy
Pemerintah merger sama proyek Swasta... PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) proyek swasta dan seperti om bilang Komdigi yang menginiasiasi sedangkan PT Swasta tersebut milik Hashim Djojohadikusumo, ya wajar aja bisa kerjasama sama pemerintah, karena adik sendiri di beri kebebasan Grin Anggap aja Hashim itu bagian pemerintah... Proyek pemerintah itu gak ada yang bener, dari pejabat atas nya aja sekarang penuh konflik terkait korupsi yang ugal - ugalan.

Betul, yang penting real nya gimana. Gak peduli itu dari pemerintah atau dari swasta, pilih mana yang cocok dengan kebutuhan kita. IMO gak ada provider yang perfect, adanya provider yang lebih baik.
Emang gak ada provider yang sempurna, pasti pernah mengalami trouble tengah malem dan teknisi nya lambat untuk nanganin, kalau ini jarang berarti bisa di katakan bagus, kalau sering berarti buruk... sekarang ane pake provider XL SATU hasil nya masih cukup puas, sales fast respon kalau ada kendala hari ini juga teknisi datang asalkan jangan tengah malam aja gangguan nya. Cheesy

Ryu_Ar1 (OP)
Hero Member
*****
Online Online

Activity: 1596
Merit: 902



View Profile WWW
Today at 09:57:02 AM
 #45

-snip-
Untuk Desa digital di daearah saya cukup membantu si mas terlepas dari ada maen antara sales dan aparatur desanya kita sama-sama tahulah bagaimana tetapi dengan adanya Desa digital yang dikelola Bumdes ini justru membuka beberapa provider yang masuk sekarang termasuk yang republik itu karena sebelumnya yang masuk di wilayah saya hanyalah telkom itupun sinyalnya bener-bener.
Selain itu sejak awal desa digital memang tidak sepenuhnya gratis dan itu sudah menjadi pemberitahuan awal tetapi ya kita tahu desa digital ini sama dengan IRA dimana ini adalah program pemerintah dan kita pasti sadar bahwa skema nya sama mengedepankan harga minim sebagai branding tetapi selalu ada jebakan di dalamnya.
Makin banyak provider baru sih yang amsuk sekarang, malah semua gencar buat iklan dan maksa untuk pasang, termasuk Republik teruatam yang paling gencar.
Kalo IRA masih dikit salesnya, Tapi yang terbaik amsih indihome di daerah saja.
Soal Desa digital emang gak sepenuhnya gratis, dulu saya kira Desa Digital itu bakal ada Internet gratis di Setiap RT, taunya cuman izin untuk provider masuk saja.

Makin banyaj pilihan Internet dengan harga terjangkau, tapi soal kualitas masih belum bisa di pastikan.
Terlihat sangat murah tapi jaringan gak bisa di andalkan ya percuma, bikin emosi dan Mengganggu pekerjaan yang butuh internet 24 jam.

Bagi saya ini keuntungan mas karena sebelumnya di tempat saya yang masih sedikit pelosok provider lebih ke lokal kebanyakan dan harga nya itu jauh melebihi dari yang di kota (karena mungkin aksesnya yang sulit) tetapi ketika ada program desa digital ini mereka jadi memiliki saingan dan perang harga terjadi sekarang. Saya make provider lokal harga nya cukup mahal karena 10mbps bisa nyampe 280k/bulan tetapi karena desa digital mulai operasi dan banyak provider lain termasuk repbulik yang gencar dengan harga yang jauh lebih murah beberapa provider lokal jadi berfikir ulang tentang harga dan saat ini sama rata untuk harga speed/bulan. Meskipun dibandingkan dengan perkotaan harganya masih jauh lebih tinggi di temapt saya tetapi bagi saya itu masih keuntungan.

Desa digital sepenuhnya gratis? negara kita masih belum se dermawan itu mas untuk memberikan akses internet gratis ke warga nya wkwkwk.


Betul, yang penting real nya gimana. Gak peduli itu dari pemerintah atau dari swasta, pilih mana yang cocok dengan kebutuhan kita. IMO gak ada provider yang perfect, adanya provider yang lebih baik.
Emang gak ada provider yang sempurna, pasti pernah mengalami trouble tengah malem dan teknisi nya lambat untuk nanganin, kalau ini jarang berarti bisa di katakan bagus, kalau sering berarti buruk... sekarang ane pake provider XL SATU hasil nya masih cukup puas, sales fast respon kalau ada kendala hari ini juga teknisi datang asalkan jangan tengah malam aja gangguan nya. Cheesy
Sebenarnya ini akan sedikit diluar konteks tetapi karena membahas provider satu ini serta saya bingung nempatinnya dimana saya akan bahas mengenai hal ini disini.

Sekarang MK membuat putusan baru untuk kuota internet karena dengan adanya korupsi internet yang hangus ga kepake yang nominalnya hampir 63 triliun membuat MK memutuskan bahwa untuk saat ini kuota hangus tidak akan ada lagi karena itu sudah hak milik pembeli.
Ini mungkin menjadi angin segar untuk mereka yang masih menggunakan kuota sebagai akses internetan mereka, tetapi tidak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian dari beberapa operator besar nantinya agar mereka tidak rugi.

MK Tegaskan Kuota Internet Tidak Boleh Hangus
Kuota Internet Hangus Sampai Rp 63 Triliun, ATSI Buka Suara

masulum
Legendary
*
Offline

Activity: 2814
Merit: 1920


NO DEPO CODE VEGAR7, NO KYC Casino


View Profile WWW
Today at 10:38:06 AM
 #46

Sekarang MK membuat putusan baru untuk kuota internet karena dengan adanya korupsi internet yang hangus ga kepake yang nominalnya hampir 63 triliun membuat MK memutuskan bahwa untuk saat ini kuota hangus tidak akan ada lagi karena itu sudah hak milik pembeli.
Ini mungkin menjadi angin segar untuk mereka yang masih menggunakan kuota sebagai akses internetan mereka, tetapi tidak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian dari beberapa operator besar nantinya agar mereka tidak rugi.

Maaf mas, untuk saat ini harapan mas masih terlalu lurus jika menganggap bahwa kuota rollover ini akan beneran diberlakukan oleh operator. Karena, kenyataannya adalah mayoritas produk yang sudah ada sebelumnya tetap tidak masuk daftar rollover product. Konsumen diminta untuk beli paket internet yang memiliki fitur rollover yang mana kuota dari paket tersebut sangat kecil. Sedangkan kuota yang hingga ratusan GB tidak include ke paket rollover tersebut. artinya operator masih main akal-akalan untuk menghindari tuntuntan.

salah satu contoh dari busuknya operator mengelabuhi kebijakan Grin

Quote
Berikut daftar harga dan kuota paket Telkomsel dengan fitur akumulasi kuota:

Kuota 3 GB harga Rp30 ribu
Kuota 8 GB harga Rp70 ribu
Kuota 13 GB harga Rp100 ribu
Sementara itu, paket lain seperti Super Seru, Internet Sakti, Combo Sakti, hingga paket harian SIMPATI Serbu tidak menyertakan fitur akumulasi kuota. Paket-paket tersebut tetap tersedia sebagai alternatif bagi pelanggan yang mengutamakan harga lebih murah.

sumur: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260724174106-213-1384625/cara-pakai-kuota-internet-rollover-dari-telkomsel-indosat-hingga-xl.

██████
██
██

████████████████
███████████████
█████████████
█████████████▄▄████▄▄████▄▄███████▌██▄▄████▄██
████████████▄██▀▀▀▀██▄██▄███▀███████▄██▀▀▀▀███
██████████▐██▄▄▄▄▄▄██▌▐██▀███████▌▐███████▐██
████████████▐██▀▀▀▀▀▀▀▀▐██▄███████▌▐██▄████▐██
█████████████▀██▄▄▄▄█████▀███▄▄▄██▀██▀██▄▄▄▄███
██████████████▀▀▀▀▀▀██████▀▀▀▀▀▀▄▌███▀▀▀▀▀▀▀
████████████████████████████▄███▄██
███████████████████████████▀█████▀










██
██
██████
▄▄███████▄▄
▄███████████████▄
▄███████████████████▄
▄█████████████████████▄
▄███████████████████████
████████████████████████
█████████████████████████
████████████████████████
▀███████████████████████▀
█████████████████████▀
▀███████████████████▀
▀███████████████▀
▀▀███████▀▀
 
  150 FS NO DEPOSIT BONUS ..... Subscribe to Our Telegram ( > ) .....   PLAY NOW   
Pages: « 1 2 [3]  All
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.19 | SMF © 2006-2009, Simple Machines Valid XHTML 1.0! Valid CSS!