-snip-
Untuk Desa digital di daearah saya cukup membantu si mas terlepas dari ada maen antara sales dan aparatur desanya kita sama-sama tahulah bagaimana tetapi dengan adanya Desa digital yang dikelola Bumdes ini justru membuka beberapa provider yang masuk sekarang termasuk yang republik itu karena sebelumnya yang masuk di wilayah saya hanyalah telkom itupun sinyalnya bener-bener.
Selain itu sejak awal desa digital memang tidak sepenuhnya gratis dan itu sudah menjadi pemberitahuan awal tetapi ya kita tahu desa digital ini sama dengan IRA dimana ini adalah program pemerintah dan kita pasti sadar bahwa skema nya sama mengedepankan harga minim sebagai branding tetapi selalu ada jebakan di dalamnya.
Makin banyak provider baru sih yang amsuk sekarang, malah semua gencar buat iklan dan maksa untuk pasang, termasuk Republik teruatam yang paling gencar.
Kalo IRA masih dikit salesnya, Tapi yang terbaik amsih indihome di daerah saja.
Soal Desa digital emang gak sepenuhnya gratis, dulu saya kira Desa Digital itu bakal ada Internet gratis di Setiap RT, taunya cuman izin untuk provider masuk saja.
Makin banyaj pilihan Internet dengan harga terjangkau, tapi soal kualitas masih belum bisa di pastikan.
Terlihat sangat murah tapi jaringan gak bisa di andalkan ya percuma, bikin emosi dan Mengganggu pekerjaan yang butuh internet 24 jam.
Ya mungkin beda masyarakatnya, karena ditempat ane kebanyakan yang daftar IRA ini punya ekspektasi tinggi.
Baru daftar aja udah pada berandai2 "pasti lebih baik dari A B C karena 100mbps", "besok kalo udah kepasang, yang A ini bakal distop".
Ane paham kenapa pada berekspektasi tinggi, ya karena masih banyak ditempat ane yang kurang paham dan cuma melihat dari segi Speed dan Harga yang diiklankan.
Wajar punya ekspektasi tinggi. Toh embel-embelnya program pemerintah, plus itu juga terhitung murah. Saya juga mungkin bakal lebih memilih IRA kalau memang real nya sesuai dengan yang dinyatakan. Sayangnya sudah banyak review yang menyatakan kecewa, jadinya saya sendiri sudah tidak tertarik dengan IRA ini. Saya yakin masyarakat daerah lain yang sudah tau review-reviewnya sudah tidak berekspektasi tinggi lagi.
Internet rakyat tapi jaringan busuk ya bakal di tinggalkan dan gak akan banyak yang terarik, Apalagi teknisinya gak gercep bisa cepet gulung tikar.
Sejenis IRA ini dulu juga sudah ada, dan yang lainnya dulu pakek Kartu Provider sendiri ( lupa nama privider inetrnetnya ) tapi sinyalnya pakek telkomsel.
Kali IRA sekarang kan udah nyatur di routernya aja, jadi gak perlu kartu SIM dll lagi.