
Tempo hari saya hampir saja kena modus penipuan segitiga ini.
Saya berencana mau beli motor seken, saya cari-cari lah di facebook marketplace dan ketemu motor honda beat dengan harga sangat miring.
Lalu saya teleponlah sipenjual, dan deal-dealan harga, dari buka harga 6 juta, deal 5,5 juta. Sama penjual di telepon, saya diminta mendatangi rumahnya, tapi karena posisi dia (katanya) di luar kota, jadi yang akan ketemu sama saya itu adalah adiknya. Tapi, kata dia, setelah ketemu adiknya, jangan sesekali bicara harga, cukup ngecek motor, lihat surat-menyurat, dan uangnya ditransfer ke rekening dia.
Saat itu saya belum curiga, dan bergegas langsung cek motor ke rumah yang dimaksud, sesampai di sana, cocok (sudah cek surat dan motor). Namun anehnya, adik dia tersebut sibuk terus nerima telepon, (saat itu saya belum curiga kalau yg nelpon dia itu penjual tersebut).
Saya juga dapat WA dari penjual, jika cocok, segera transfer 5,5 juta ke rekening dia. Nah beruntung saya keceplosan bicara ke adik dia tersebut masalah harga 5,5 juta. Dia malah kaget, loh kok 5,5, kan saya buka harga 12 juta (kata adiknya tsb). Lah, saya kaget juga dong, deal-deal 5,5 tapi harga sebenarnya 12 juta.
Saat itu saya langsung konek kalau ada yg tidak beres, akhirnya saya kasih chat penjual (penipu) tersebut, dari percakapan, deal2 harga dan nomor rekening yg akan ditransfer.
akhirnya transaksi batal. Ternyata, penipu tersebut menscreenshot poto penjual asli, lalu diupload ulang di facebook marketplace dengan harga miring.
Dari sini penipu berlagak sebagai pemilik asli, berkontakan sama saya, dan penjual asli.
Ini memang sulit untuk terdekteksi, apa lagi jika pembeli dan penjual kurang berpengalaman sama jual beli online.
Hati-hati saja kawan, zaman serba sulit, penipu akan bertrasnformasi berbagai cara untuk dapat uang banyak dengan mudah. Jangan mau diiming-imingi dengan harga murah, apa lagi harus pake rahasia-rahasian, tidak boleh ada yang tau, jangan bicara harga, dsb. Kalau mau beli kendaraan, HP, property, dsb harus jelas hitam putihnya. Kalau pun di bawa ke kantor polisi, tidak dapat diselesaikan, karena kasus seperti ini sudah numpuk di meja mereka. palingan kita disuruh berdamai, itu pun pasti akan merugikan kedua belah pihak.