Bitcoin Forum
January 30, 2026, 11:41:53 PM *
News: Community awards 2025
 
   Home   Help Search Login Register More  
Pages: [1]
  Print  
Author Topic: Citra Institusi Polri di Mata Masyarakat  (Read 39 times)
pusaka (OP)
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1694
Merit: 717


View Profile
January 28, 2026, 04:22:34 PM
 #1

Sebagai institusi penegak hukum, seharusnya Polri memiliki tingkat kepercayaan yang sangat tinggi. Namun sebaliknya, saya melihat akhir akhir ini justru masyarakat tidak percaya pada mereka. Di media sosial, ketika ada hal yang berkaitan dengan Polisi isi komentarnya selalu di penuhi oleh kritikan bahkan hujatan dan itu hampir di setiap media sosial.

Menguntip dari Goodstats, "melalui surveinya bertajuk “Penilaian Pengalaman Masyarakat terhadap Pelayanan Polisi Tahun 2025” mengungkap bahwa sekitar 2 dari 3 orang Indonesia mengaku pernah mengalami pengalaman buruk saat berurusan dengan polisi dalam dua tahun terakhir."

Sementara itu, melalui Website Humas Polri, mereka mengatakan bahwa kepercayaan publik naik hingga 76,2% yang berarti kepercayaan publik menguat di mata masyarakat.

Pendiri Haidar Alwi Institute mengatakan bahwa citra buruk Polri hanya ada di medsos, sedangkan di media sosial jauh lebih baik.

sumber

Banyak sekali kasus yang melibatkan Polisi yang akhirnya membuat kepercayaan terhadap mereka menurun menurut saya. Dari kasus Ferdi Sambo, Teddy Minahasa yang mereka memiliki pangkat yang tinggi di Institusi Kepolisian, yang baru sekaraang ada kasus dimana oknum Polisi dan TNI yang di duga main hakim sendiri kepada kakek penjual es gabus yang setelah diperiksa ternyata itu layak untuk di konsumsi 1 dan ada juga suami yang dijadikan tersangka setelah mengejar jembret yang meninggal karena lakalantas2. Sebenarnya masih banyak lagi kasus yang sama. Akhirnya banyak kasus yang viral dan banyak juga yang mengatakan "no viral no justice".

Mirisnya mereka yang melakukan kesalahan hanya meminta maaf atau di selesaikan secara kekeluargaan. Seharusnya ada sanksi atau semacamnya yang diberikan pada oknum oknum tersebut (mungkin ada yang lebih paham dan mungkin mereka mendapatkan sanksi dari  institusi terkait).

Menurut anda, apakah benar citra Polri hanya buruk di media sosial saja atau memang benar terlalu banyak oknum yang membuat citra mereka buruk?
Atau ada yang memiliki pengalaman langsung?
red4slash
Hero Member
*****
Offline Offline

Activity: 1918
Merit: 609



View Profile WWW
January 29, 2026, 12:24:19 PM
 #2


Pendiri Haidar Alwi Institute mengatakan bahwa citra buruk Polri hanya ada di medsos, sedangkan di media sosial jauh lebih baik.

sumber

Saya hanya ingin menjadikan ini sebagai fokus saja sebagai bahasan yang ingin saya lanjutkan karena berbicara tentang penilaian okelah mungkin ada hal positif karena tidak semua polisi atau penegak hukum lain tingkah dan citranya sama dan akan sangat buruk ketika menggeneralisasikan semua kepada golongan yang sama tetapi saya rasa penilaian itu cukup wajar ketika kita berbicara tentang fakta dan data (sesuai dengan apa yang disampaikan dalam kutipan tersebut).

Fakta yang ada di lapangan saat ini bahkan lebih banyak oknum dibanding polisi yang jujur itu poin pertama yang saya rasakan. Kedua kita menjadikan medsos sebagai salah satu soscial justice dan itu jauh lebih efektif dibanding pengaduan langsung.
Saya pikir semua yang pernah berurusan dengan penegak hukum termasuk polisi tentu pasti pernah merasakan hal yang sama dimana poin yang tidak mengenakan nya jauh lebih besar dibanding dengan yang baiknya. Contoh kasus kecil saja seperti ketika tilang ditempat atau mungkin yang pernah mengadukan kehilangan baik itu di rumah atau dijalan maka respon yang akan didapatkan itu jauh dari apa yang diharapkan. Itu menjadi bukti bahwa sekalipun tidak semua polisi memiliki citra buruk tetapi kebanyakan memang sangat buruk dari segi pelayanan dan perlakuan yang membuat ketidak percayaan terhadap institusi ini semakin besar.

 
█▄
R


▀▀██████▄▄
████████████████
▀█████▀▀▀█████
████████▌███▐████
▄█████▄▄▄█████
████████████████
▄▄██████▀▀
LLBIT▀█ 
  TH#1 SOLANA CASINO  
████████████▄
▀▀██████▀▀███
██▄▄▀▀▄▄████
████████████
██████████
███▀████████
▄▄█████████
████████████
████████████
████████████
████████████
█████████████
████████████▀
████████████▄
▀▀▀▀▀▀▀██████
████████████
███████████
██▄█████████
████▄███████
████████████
█░▀▀████████
▀▀██████████
█████▄█████
████▀▄▀████
▄▄▄▄▄▄▄██████
████████████▀
........5,000+........
GAMES
 
......INSTANT......
WITHDRAWALS
..........HUGE..........
REWARDS
 
............VIP............
PROGRAM
 .
   PLAY NOW    
Chikito
Copper Member
Legendary
*
Offline Offline

Activity: 2996
Merit: 2238


♻️ Automatic Exchange


View Profile WWW
Today at 03:09:51 AM
 #3

ada juga suami yang dijadikan tersangka setelah mengejar jembret yang meninggal karena lakalantas2.
Yang begini ini bikin citra polri anjlok. Ada banyak cerita kasus bela diri yang dijadikan tersangka. Ini sebenarnya hal yang sensitif dan krusial yang harus fokus dibenahi. Kalau aturan tersebut tidak transparan, niscya penjahat-penjahat di indonesia akan meraja rela. Mereka seperti "dilindungi" oleh polisi, Korban-korban akan takut dan segan melawan karena takut jadi korban kuadrad (sudah jadi korban, di penjara pulak).

Korban akan pasrah motornya dibegal, hartanya dijabret, rumahnya dicuri dan dirampok (walau punya kesempatan untuk melawan dan mengambil haknya kembali), karena takut di penjara.

Kasus korban jadi tersangka:

1. Muhyani (Peternak Kambing) (2023): Muhyani di Serang, Banten, ditetapkan sebagai tersangka setelah melawan pencuri kambing yang menyasar ternaknya hingga tewas.

2. Fiki Harman (Korban Begal) (2024): Fiki Harman, warga Jambi, sempat ditahan dan ditetapkan tersangka setelah melawan begal yang mengancam dirinya dan adiknya hingga pelaku tewas.

3. Morte De (Korban Begal) (2022): Seorang warga yang menjadi korban pembegalan, Morte De, sempat menjadi tersangka setelah menewaskan dua begal.

4. AS (Korban Begal di NTB) (2022): Kasus ini memicu perdebatan hukum, di mana korban begal menjadi tersangka pembunuhan setelah menewaskan pelaku.

[1]. https://www.youtube.com/watch?v=UjbqVX2Zqx8&t
[2]. https://www.youtube.com/watch?v=kiHh-sWQCaE#
[3]. https://www.youtube.com/watch?v=tq8vaxv_CFc#

░░░░▄▄████████████▄
▄████████████████▀
▄████████████████▀▄█▄
▄██████▀▀░░▄███▀▄████▄
▄██████▀░░░▄███▀▀██████▄
██████▀░░▄████▄░░░▀██████
██████░░▀▀▀▀▄▄▄▄░░██████
██████▄░░░▀████▀░░▄██████
▀██████▄▄███▀░░░▄██████▀
▀████▀▄████░░▄▄███████▀
▀█▀▄████████████████▀
▄████████████████▀
▀████████████▀▀░░░░
 
 CCECASH 
 
    ANN THREAD    
 
      TUTORIAL      
Renampun
Sr. Member
****
Offline Offline

Activity: 2926
Merit: 392


TronZap.com - Reduce USDT transfer fees on TRON


View Profile
Today at 08:48:54 PM
 #4

Menurut anda, apakah benar citra Polri hanya buruk di media sosial saja atau memang benar terlalu banyak oknum yang membuat citra mereka buruk?
Atau ada yang memiliki pengalaman langsung?

Saya pikir survei yg dilakukan Kompas itu tidak bisa dipercaya sepenuhnya karena fakta di lapangan berbicara sebaliknya kalau polri itu adalah intitusi yg busuk dan tidak dipercaya masyarakat, apalagi melihat beberapa kasus yg cukup aneh beberapa waktu belakang, kita bisa simpulkan sendiri betapa bobroknya institusi ini dan orang-orang di dalamnya itu gak lebih dari penjahat berseragam. karena pengalaman saya sendiri juga gak begitu mengenakkan waktu berhadapan sama polisi, ujung-ujungnya pasti minta duit, jadi saya kira cuma polisi tidur dan patung polisi yg bisa dipercaya sekarang.

Pages: [1]
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.19 | SMF © 2006-2009, Simple Machines Valid XHTML 1.0! Valid CSS!