Sebagai institusi penegak hukum, seharusnya Polri memiliki tingkat kepercayaan yang sangat tinggi. Namun sebaliknya, saya melihat akhir akhir ini justru masyarakat tidak percaya pada mereka. Di media sosial, ketika ada hal yang berkaitan dengan Polisi isi komentarnya selalu di penuhi oleh kritikan bahkan hujatan dan itu hampir di setiap media sosial.
Menguntip dari
Goodstats, "melalui surveinya bertajuk “Penilaian Pengalaman Masyarakat terhadap Pelayanan Polisi Tahun 2025” mengungkap bahwa sekitar 2 dari 3 orang Indonesia mengaku pernah mengalami pengalaman buruk saat berurusan dengan polisi dalam dua tahun terakhir."
Sementara itu, melalui
Website Humas Polri, mereka mengatakan bahwa kepercayaan publik naik hingga 76,2% yang berarti kepercayaan publik menguat di mata masyarakat.
Pendiri Haidar Alwi Institute mengatakan bahwa citra buruk Polri hanya ada di medsos, sedangkan di media sosial jauh lebih baik.
sumberBanyak sekali kasus yang melibatkan Polisi yang akhirnya membuat kepercayaan terhadap mereka menurun menurut saya. Dari kasus Ferdi Sambo, Teddy Minahasa yang mereka memiliki pangkat yang tinggi di Institusi Kepolisian, yang baru sekaraang ada kasus dimana oknum Polisi dan TNI yang di duga main hakim sendiri kepada kakek penjual es gabus yang setelah diperiksa ternyata itu layak untuk di konsumsi
1 dan ada juga suami yang dijadikan tersangka setelah mengejar jembret yang meninggal karena lakalantas
2. Sebenarnya masih banyak lagi kasus yang sama. Akhirnya banyak kasus yang viral dan banyak juga yang mengatakan
"no viral no justice".
Mirisnya mereka yang melakukan kesalahan hanya meminta maaf atau di selesaikan secara kekeluargaan. Seharusnya ada sanksi atau semacamnya yang diberikan pada oknum oknum tersebut (mungkin ada yang lebih paham dan mungkin mereka mendapatkan sanksi dari institusi terkait).
Menurut anda, apakah benar citra Polri hanya buruk di media sosial saja atau memang benar terlalu banyak oknum yang membuat citra mereka buruk?
Atau ada yang memiliki pengalaman langsung?