Per hari Senin, IHSG malah makin dalam turunnya di angka 6,423 IDR, Selaras juga dengan pergerakan rupiah yang makin dalam juga turunnya kemarin di angka 17.700. So, pemerintah sepertinya belum ada tindakan apa pun, cuma bisa menyampaikan optimisme ke rakyat kalau perekonomian Indonesia baik-baik saja, ekonomi tumbuh, dan daya beli masih kuat, sehingga presiden pun membela diri kalau orang desa gak pake dolar. Ya padahal orang luar negeri kan melihat angka di saham dan nilai uang sebuah negara, kalau keduanya jelek dan ambruk, mereka pasti malas masuk lagi.
Turunnya IHSG dan rupiah itu akibat gagalnya pemerintah untuk bisa meningkatkan ekonomi dan menjaga kepercayaan investor, khususnya investor asing, yg terus memantau pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gimana investor mau tetap bertahan di pasar Indonesia kalau gak ada kepastian kebijakan ekonomi dan stabilitas fiskal nasional --- apalagi presidennya lebih mementingkan program-program yg mubazir anggaran. Ditambah keputusan MSCI untuk mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks globalnya, makin parah itu IHSG kena sentimen negatif investor.
Tadi siang wakil DPR datang ke BEI untuk memantau kondisi pasar, niat hati buat menstabilkan sentimen, tapi bukannya membaik, kondisi pasar malah makin drop. Mereka kira pasar diisi anak-anak kali ya yg bisa tenang begitu mereka datang. Bukannya konsolidasi untuk menstabilkan pasar, mereka malah main study tour-an ke BEI. Kocak emang.