Belum kelar derita IHSG terkait MSCI, kabar tidak sedap kembali muncul kali ini terkait Moody yang menurunkan outlook peringkat kredit Konoha dari stabil ke negatif.
[1] Kabarnya alasan mereka menurunkan peringkat Konoha itu karena prediktabilitas dan konsistensi kebijakan di Konoha. Ya kita tahu kalau utang Konoha sudah tembus 9.400T,
[2] bahkan konten kreator di Youtube sudah mengeluarkan statement-statement bombastis macam "USD bakal tembus ke 20.000." Meskipun demikian peringkat utang jangka panjang Konoha masih di Baa2, yang adalah rating terendah kedua untuk investment grade.
[1]
ChatGPT generated imageMenko Perekonomian tampaknya masih santai saja dengan kabar ini, beliau menanggapi kalau "
Moody’s investment grade Baa2 cuma dia kasih outlook negatif, itu membutuhkan penjelasan dari tentunya pemerintah dan juga lembaga baru Danantara."
[3] Sumber juga menjelaskan seolah-olah pakar luar negeri ini tidak paham dengan kondisi Konoha sehingga butuh penjelasan komprehensif.

Padahal ya kita saja tahu bahwa MBG bikin bangkrut, Danantara entah bermanfaat atau tidak, pertumbuhan ekonomi stagnan, lapangan kerja sulit. Apa lagi yang mau dijelaskan?
Lalu apa yang bisa dilakukan warga untuk menanggapi berita yang terus-menerus buruk ini?1. Jangan panik, hidup seperti biasa saja. Jangan kebawa pikiran.
2. Dana darurat harus dimiliki, idealnya bisa bertahan hidup 6-12 bulan kalau-kalau perusahaan tempat agan bekerja bangkrut.
3. Simpan dana darurat tersebut di aset yang rendah/minim risiko.
4. Tunda spending besar, apalagi mengambil utang baru. Lunasi utang lama.
5. Lebih menjaga kesehatan. "Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat."
Bonus: Kapan dollar akan tembus 20.000 ?
Sumur:[1]
https://www.reuters.com/world/asia-pacific/moodys-cuts-indonesia-outlook-negative-governance-concerns-2026-02-05[2]
https://www.cnbcindonesia.com/market/20251201050458-17-689826/utang-pemerintah-ri-capai-rp-9408-t-rasio-4030-dari-pdb[3]
https://ekonomi.republika.co.id/berita/t9zpch490/moodys-turunkan-outlook-peringkat-utang-indonesia-jadi-negatif-ini-respons-airlangga