Sering nih yang begini, malah tulisan sendiri dikatakan sebagai hasil AI, hasil mikir cari referensi sana sini malah jadi hasil AI.
Harus muter otak lagi buat cari kalimat yang sekiranya gak di deteksi AI, Tapi ya percuma karena AI juga tahu gimana Pola bahasa yang kita gunakan karen asering digunakan untuk keperluan lain.
Tapi kalo saya yang paling keliatan kalo emangh bukan AI, saya biasnaya sering TYPO dan AI gak bakal lakuin TYPO se-sering yang saya lakukan, Karena emang Huruf di Keyboard udah pada ilang dan kadang lagi ngantuk pas mosting, jadi Aman dari deteksi AI. :v
Nanti hasil 'muter otak' kamu (
eh maaf, ente/mas) tersebut bisa saja diklaim juga kalau sering dan banyak digunakan.
Bahkan Google translate sekarang 'hampir' bisa mengerti arti kata yang notabene bukan bahasa Indonesia asli:
Perihal typo, sebagaimana yang saya sebutkan sebelumnya, saya seringkali menyampaikan koreksinya, bahkan untuk salah satu penulisan nama software PGP yang keliru pun saya informasikan ke CM.
Beberapa contoh koreksi lainnya juga:
...
Tambahkan
pada akhir URL menjadi
Koreksi dari saya, tertulis di quote
wpa2 seharusnya
wap2-snip-Sedikit koreksi dalam penulisan:
Etherium => Ethereum;
-snip-
c. Buka aplikasi ShareX 12.2.0
d. Kemudian pilih menu Aploud == Aploud file
Sedikit koreksi:
Penulisan Aploud, Uploud seharusnya Upload,
Kalau typo-nya seperti contoh diatas ini, jadi berubah artinya.
Hardwallet G-Knkot merujuk pada thread ini -snip-
Sedikit koreksi pada nama hardware yang di Bold, bukan 'G-Knkot' melainkan 'G-Knot'.
-snip-
Btw, untuk input name server yang saya coba masukkan seperti di gambar dibawah itu tidak valid, saya hanya mengedit dari yang asli electrum.blockdtream.info
-snip-Btw, sedikit koreksi pada nama server yang disebutkan di atas, mungkin maksudnya "blockstream" bukan "blockdtream"
I am seeing more discussions about bitcoin core and bitcoin knotz.
By the way, the spelling in the thread might not be ‘Knotz’ but should actually be ‘Knots’ (
https://bitcoinknots.org/).
Beberapa contoh diatas tidak lepas juga dari kebiasaan saya* sebelumnya dalam mengedit naskah desain, dan berusaha agar sedikit mungkin mengurangi typo dalam menulis meskipun terkadang masih ada saja yang terluput.
* kebiasaan memeriksa typo ini bahkan sudah sedari sebelum prototipe chatGPT dirilis (
https://id.wikipedia.org/wiki/ChatGPT).
Agak tidak nyaman saja rasanya kalau saya harus meninggalkan kebiasaan tersebut—memperbaiki typo—pada tulisan sendiri ataupun memberitahukan ke teman-teman lainnya seperti contoh di atas.
Salah satu yang pernah menjadi mentor saya yang seringkali menyelipkan kalimat tambahan setelah tanda '—' dalam tulisannya:
https://bitcointalk.org/index.php?action=profile;u=976210;sa=showPostsDia mau juga belajar bahasa sunda :)Hatur Nuhun, Husna QA, for the opportunity to address the people of your local forum:
-snip- If Indonesians embrace Bitcoin, not only for its market value but also for its freedom, then that is good for the Indonesian people—and good for everybody else, too!