Oh intinya muterin merit di situ2 aja ya. Sering sih saya cek, kepo aja, lihat2 orang dapat merit dari mana saja, dari postingan yang seperti apa. Memang kebetulan yg saya temuin sih orang yang pake english. Mau post cuma common sense juga dapat merit, dari orang yang itu2 aja. Antara dia memang bagian dari farming atau emang nyari bantuan di thread2 yg bagi2 merit. Tapi kalau tujuan akhirnya untuk sig campaign juga, kayaknya yg terlibat lebih jauh lg.
Bukan hanya alasan kasih merit antar akun farming, ada juga kemungkinan lainnya. Kalau dari yang saya lihat selama ini, ada yang namanya seperti timbal balik. Pasti ente bakal malas kasih merit ke akun yang pelit ngasih merit ke yang lain. Atau sama sekali tidak pernah memberikan merit ke ente. Biasanya member-member yang tidak pelit merit, relatif lebih mudah mendapatkan merit dari yang lain.
*
Maaf OP kalau rada OOTNah itu dia masalahnya kan mas, titik temunya disitu kalau sudah setengah-setengah pasti malas pada akhirnya. ah nanti aja, ah males lah lain kali, sampai akhirnya gak jadi bikin. Atau, ah jatah lokal sudah abis untuk cuan
(saya sering gitu juga kok
)Saya juga kurang lebih sama. Padahal sudah punya ide plus konsepnya. Akhirnya tidak jadi bikin thread karena terlalu banyak mikir. Ya karena pertimbangan ini itu, belum lagi kadang ditambah ganguan lain di RL. Makanya memang sebaiknya ditulis saja sedikit demi sedikit kalau ada ide. Walaupun mungkin bakal lama jadinya, tapi ya ada progres. Kalau cuman adanya dipikiran, tentu tidak akan sampai jadi thread sampe kapanpun.

benar topik sebenarnya gak akan habis, tapi bagaimana menggali topik itu yang bisa menghabiskan waktu. kalau ada ide langsung eksekusi sih enak tuh bisa cepet. cuma kadang ide ada namun mau nyusun kalimat ogah karena sudah capek. kembali lagi muter2 ke tidak ada waktu dan malas.
Kalau saya yang malas di nulisnya, bukan di nyari ide nya. Untuk ide itu gampang, bisa lihat isu-isu terkini atau scrol thread-thread di forum untuk nyari yang belum ada. Nah untuk nulisnya ini yang kadang kesulitan. Antara waktunya limit dan mager, ujung-ujungnya ide keburu hilang.

Kenapa harus khawatir soal aturan AI? kalau agan pakai AI untuk hal-hal yg berkaitan dengan topik yg ingin agan bahas, itu sah saja. Yang jadi masalah kalau agan pakai bantuan AI buat thread dan duplikat isinya mentah-mentah.
Yang ditakutkan kemungkinan karena bisa jadi ada yang melaporkan post tersebut. Hukumannya tidak ringan. Kalau berdasarkan yang saya baca di topik global, kemungkinan terburuknya kena permaban.
My question is; is the ban going to be temporary or permanent ban like plagiarized posts.
It depends on the person's intent and history. If the person seems to only care about boosting their post-count, then that should typically be a permaban. Otherwise (eg. if it's just a misunderstanding of moderation policy), a warning or temporary ban would be appropriate.