Harusnya mereka punya expert crypto dulu sebelum mereka investasi di BTC. BTC ini sudah jelas tergolong ke investasi beresiko tinggi, sekelas perusahaan perlu banyak perhitungan untuk mengalokasikan dana ke situ. Setidaknya kalau punya expert, mereka tau kapan timing terbaik untuk entry dan exit. Mereka juga bisa mengukur sampe mana kemungkinan harga BTC bisa drop selama musim bearish. Dari sini, mereka idealnya punya rencana untuk survive selama musim bearish seperti ini.
Expert kripto itu maksudnya dari segi trading gan? Masalahnya kalau soal harga naik turun, ada yang bilang naik, ada juga yang bilang turun.
Jadi ya pas apes aja kalau yang jadi advisor mereka salah tebak harga.
Hanya saja yang saya tidak tau, apa Saylor ini pernah kepikiran untuk TP BTC di jumlah tertentu mengikuti siklus 4 tahunan (misalnya 50% TP mengikut siklus 4 tahunan, 50% hold long term). Kalau ini dilakukan harusnya bisa membantu untuk mengatur stabilitas nilai aset BTC mereka.
Masalahnya MSTR ini kan perusahaan DAT artinya bukan perusahaan yang aktif jual beli macam dana kelolaan (active fund), mereka lebih fokus untuk akumulasi BTC jangka panjang. Jadi ketika pasar baik, mereka lebih mudah ngutang -> beli BTC lebih banyak. Kalau pasar jelek, mereka defensif. Kemungkinan jual bisa jadi hanya ketika market super buruk seperti kasus yang ane sebut di OP.
Ini betul kebanyakan perusahaan DAT tidak punya penghasilan?
Kalau memang benar begitu faktanya, lantas bagaimana investor yakin & memberikan perusahaan-perusahaan itu uang. Model seperti inikan tidak jauh seperti misalnya saya membuat perusahaan 'Rashlyowl Inc' kemudian saya menggalang dana dari siapapun yang percaya sama saya, dividen didapatkan dari keuntungan profit di market. Selama bear market, apa yang didapatkan investor?
Betul tapi ada juga yang ada penghasilan dari usaha yang lain, macam MSTR, tapi kebanyakan tidak signifikan.
Investor dari instrumen yang mana? Kalau saham ya mereka ingin harga saham naik, seperti yang terjadi pada MSTR. Kalau invest dalam hal utang ya dapat bunga. Perusahaan seperti ini tidak pakai sistem dividen, tapi apresiasi harga ketika sentimen BTC naik. Selama bear market, yang pegang utang ya tetap dapat bunga (kalau perusahaan tidak bangkrut), tapi kalau pegang saham ya turun harga.
Kalau agan merasa ada yang aneh, ya memang itulah sistem DAT ini.