Ketika perang besar terjadi di Timur Tengah dan melibatkan negara-negara penghasil minyak utama (seperti Arab dan Iran) dan melibatkan juga jalur distribusi (yaitu selat Hormuz), maka minyak bumi bisa menjadi komoditas yang volatil.
Setelah Emas dan Perak gembos, kemungkinan para spekulan sedang lari ke minyak. Lalu instrumen apa saja yang bisa kita manfaatken?
1. ETF Komoditas Oil (Spekulasi)Ini adalah instrumen yang paling pas ketika terjadi gangguan pada minyak. Artinya harga minyak bisa naik cukup tajam dan memberikan opit yang lumayan.

Ada:
- BNO (United States Brent Oil Fund)
- USO (United States Oil Fund)
- dan masih banyak lagi.
FYI kedua ETF ini sudah (atau baru) naik 10%+ dalam 5 hari terakhir.
2. Instrumen DefensifKalau diperkirakan perang dan gangguan minyak terjadi cukup lama, maka bisa saja akan terjadi inflasi -> resesi -> dan bahkan krisis.
Di sini instrumen berisiko tinggi akan terpukul lebih dalam daripada instrumen yang berisiko rendah.
2.1. EmasIni tentu menjadi pilihan safe haven, tetapi kondisi unik di tahun ini, ketika emas sudah hype cukup lama dan sedang dalam trend koreksi/volatil. Ini menjadi faktor psikologis untuk bertahan dengan aset ini.
2.2. BondBond tertentu yang adalah Treasury Inflation-Protected securities (TIPS), bisa menjadi pilihan defensif yang cukup kuat.

Ada:
- VTIP (Vanguard Short-Term TIPS ETF)
- STIP (iShares 0-5 Year TIPS Bond ETF)
Bisa dilihat dari grafik meskipun ini seperti naik turun, tapi naik turun hanya nol koma sekian persen, alias sebenarnya relatif stabil. Instrumen ini melindungi dari inflasi dan bersifat jangka pendek saja.
Disclaimer: Bukan saran finansial, informasi ini hanya sebagai edukasi. DYOR & DWYOR.