Maaf OOT, tapi saya baru ngeh ternyata QR code itu bagian dari klasifikasi barcode juga.
Saya kira barcode itu cuma untuk penyebutan kode yang direpresentasikan dengan garis2 vertikal saja.
Jadi barcode itu ada 3, Linear (1D), Matrix (2D), dan Advanced Barcode (3).
- Linear Barcodes

Contohnya Universal Product Code (UPC), direpresentasikan dengan garis vertikal tebal-tipis.
Informasi yang bisa disimpan paling terbatas (variatif tergantung contoh).
Biasa digunakan untuk produk2 retail, inventaris, pengiriman [1][2].
- Matrix Barcodes

Contohnya si QR code, direpresentasikan dengan kotak, dot, atau pola.
Informasi yang bisa disimpan jauh lebih banyak (variatif tergantung contoh).
Biasa digunakan untuk payment, kartu id, website, dll [1][2].
- Advanced Barcodes

Contohnya High Capacity Color Barcode (HCCB), direpresentasikan kayak QR code tapi ada segitiga dan warnanya.
Informasi yang bisa disimpan paling banyak, sejauh ini digunakan untuk eksperimental [1][3].
Kemudian, karena penasaran lagi, saya tanya ChatGPT, intinya...
Kalau QR code lebih "powerful" kenapa masih banyak yang pakai linear barcodes?Kalau yang saya tangkap jawabannya, si 1D ini udah ada duluan, infrastrukturnya udah keburu ada banyak dan dimana mana, kalau mau upgrade biayanya akan mahal banget karena semua supply chain global udah sinkron. 1D ini bisa discan pake laser scanner. Kalau 2D dan 3D harus yang camera-based, dan perlu decode data lebih banyak. Terus kalau 2D ini diperkecil, sulit discan. 1D lebih mudah discan walau ukurannya kecil sekalipun. Makanya produk2, terutama kemasan kecil, pakenya 1D.
Sumber:[1]
https://www.business.org/finance/inventory-management/barcode-types/[2]
https://camcode.com/blog/what-is-barcoding/[3]
https://en.wikipedia.org/wiki/High_Capacity_Color_Barcode