Anyway, kalau soal Timur Tengah, memang rudal-rudal itu dibeli untuk menghadang rudal negara tetangga. Dan dalam beberapa dekade terakhir memang ditujukan untuk menghadang Iran karena yang rudalnya paling banyak, dan paling "mengancam." Kompleksnya geopolitik itu singkatnya seperti ini:
- Negara Timur Tengah punya banyak minyak yang harus dilindungi karena aset super berharga
- Untuk melindungi butuh senjata
- Senjata yang punya Mamarika-Isriwil, ada China/Russia tapi tentu tidak sepadan dengan Mamarika
- Konsekuensi logis pilih bobok bersama Mamarika-Isriwil agar dapat senjata
- Mamarika-Isriwil posisinya kuat di Timur Tengah
- Negara lain yang mengembangkan senjata jadi musuh Mamarika-Isriwil karena bisa menjadi ancaman
- Dikasih bumbu-bumbu SARA biar makin runyam
AS akan selalu berupaya negara timur tengah bergantung pada persenjataan mereka. Israel dan Iran merupakan momok utama negara di Arab, sehingga negara di Arab HARUS memiliki persenjataan buatan AS, bukan dari negara Rusia atau China, runyam juga, kalau mereka beli sama Rusia atau China, AS tentu akan merajuk, dan tidak akan menjual ke mereka lagi.
Israel dan China memang AS pelihara supaya "konflik", karena dari konflik lah uang akan terus masuk ke kas negara AS dari hasil upgrade persenjataan demi melindungi negara mereka. Sedangkan di sisi lain, upgrade tersebut utamanya adalah untuk melindungi pangkalan militer AS dari ancaman Iran.
emang PBB masih ada mas? haha
bagi saya PBB sudah mati, kenapa saya bilang begitu, Amerika jelas fokus pada kepentingan pribadi dan israel. seperti yang mas katakan, Amerika mulus nyerang negara,.dan mulus bantu Israel mewipe-out rakyat Palestina. PBB hanya nama, vero Amerika terlalu OP. meskipun ada 1.000.000 negara PBB, 999.999 yang dukung kemerdekaan Palestina dan permintaan penghentian serangan Israel kesana, cukup dengan angkat tangan Amerika untuk menggagalkan 999.999 suara tersebut. Amerika dan Israel memang licik sih, tapi Arab, UAE, Bahrain kayaknya bahagia di bawah tipu muslihat Amerika selama ini.
Mereka bahagia karena kerjasama minyak yang memang saling menguntungkan. Berkat AS minyak mereka tersalurkan, dan laku, yang bikin negara2 teluk yang bekerja sama dengan AS jadi makmur sentosa. Ya memang antara buah simalakama, satu sisi menguntungkan, namun di sisi lain kerjasama tersebut timpang karena lebih condong profit ke AS.
Kalau tidak mau berkerja sama dengan AS, niscaya tidak makmur, banyak contoh seperti Iran, dan venezuela, dimana minyaknya banyak, tapi negara mereka tetap miskin karena tidak mau kerjasama dengan AS.
Makanya negara2 terdahulu teluk seperti irak, libya dsb yg tau kalau dicurangi AS gak mau lagi kerja sama minyak, tapi ya gak bisa, AS terlalu over power dan bisa menjatuhkan rezim yang menolak kerja sama.