Btw kalau portnya diubah secara manual apakah bakal ada masalah? Ane lihat sepertinya acuan portnya adalah settingan di .env project kalau mengacu penjelasan di GitHub.
Keknya ane ga punya saldo yang nyangkut di ED sih. Cuma bisa aja portnya bentrok sama aplikasi lain yang ane jalanin kalau mau nyobain. Walau solusinya bisa aja ganti port yang ane pake di aplikasi lain tersebut.
gak masalah om, bebas ubah di .env tergantung port yang masih kosong
kalo pake 3000 atau port kecil biasanya sudah banyak dipake
btw, etherdelta ini kan ethereum atau erc20, jadi kalau untuk ngecek saldo aja sih cukup kita isi address kita di explorer
https://etherscan.io dan token yang ada di address kita tersebut akan tampil di Token Holdings.
kalau wede, saya akan langsung dari metamask, karena token akan langsung terdeteksi jika kita pilih jaringan erc20 atau eth di wallet tsb.
Beberapa tahun yang lalu ketika awal-awal mendapat token, pernah beberapa kali menggunakan Etherdelta. Seingat saya pernah mengirim token juga, namun 'nyangkut' dan belum pernah coba bagaimana cara withdraw-nya kembali.
Ya, karena dulu kalau pakai wallet kayak metamask agak ribet kalau mau wede atau ngecek token, mesti input kontrak address token tersebut. Tapi kalau sekarang mah sudah enak, wallet-wallet kayak metamask, Phantom, dsb sudah otomatis mendeteksi token yang ada di wallet kita tanpa setting ribet lagi tinggal pilih aja di jaringan apa token tersebut lalu wallet akan menampilkan token kita.
ini buat cek token yang masih nyangkut om di kontrak etherdelta
kalo cek manualnya sih bisa
1. buka kontrak etherdelta di etherscan
2. cek saldo (ke bagian kotrak teruas bagian read >> pilih token balance untuk token >> masukan kontrak dan address kita
3. kalo untuk WD ke bagian write di bagian withdraw token masukan kontrak dan nominal (pastikan metamask terhubung dahulu di etherscan



Kalo di website yang saya buat itu kita bisa cek saldo token yang ada di etherdelta (Paling Kanan) dan Token yang ada di address kita (Tengah)
