Ane menemukan kasus menarik tentang penggunaan AI, bahkan sampai digunakan ke skandal besar perjudian:
Revealed: the vast illegal casino network targeting UK gamblersJaringan terdiri dari brand-brand seperti MyStake, Goldenbet, Rolletto, Velobet, yang memiliki nama-nama mirip dengan kasino populer. Jadi modusnya situs-situs yang nampak berafiliasi dengan brand besar tersebut mengincar target yang sudah self-exclude (fitur berhenti judi terkait responsible gambling). Orang-orang yang sudah kecanduan dan bermasalah inilah yang kemudian menjadi sasaran empuk casino yang menawarkan akses kembali bermain. Tentu ketika situs ini abal-abal, ada kemungkinan masalah dalam pembayaran kemenangan, kualitas RTP, dan sebagainya.

Sumber: The Guardian
Di dalam artikel disebutkan bahwa CEO Andres Markou tersebut adalah AI generated, alias tidak ada. Sosok Andres Markou yang berfoto dengan Ronaldinho dianalisis sebagai hasil generasi AI, dan dikonfirmasi oleh sumber yang dekat dengan Ronaldinho kalau pertemuan itu tidak pernah ada. Selain itu AI digunakan sebagai alat promosi jaringan chatbot besar untuk merekomendasikan kasino-kasino abal-abal ini.
Jaringan ini mampu menarik lebih dari dua juta pengunjung per bulan (dari UK) yang dari global tentu lebih besar. Dan berdampak pada kerugian yang sangat besar dan katanya sampai kasus bundir. Estimasi kerugian akibat jaringan ini adalah sekitar £1 milyar sampai £2 milyar.
Skema ini mirip dengan yang terjadi di Konoha:
- Situsnya offshore: server tidak bisa disentuh aparat.
- Promosi AI bot: promosi gencar dan spammy.
- Payment layering: rekening bank palsu.
- Profitnya untuk pencucian uang: disamarkan ke bisnis-bisnis yang tidak berkaitan.
Penggunaan AI terutama untuk penipuan tertarget ini menjadi semakin marak.
- Untuk love scam
- Pemalsuan identitas dan lingkungan kerja:
Kasus-kasus Penipuan Eksekutif yang Nyata: Ketika CEO Menjadi Target.- Menyamar jadi aparat (misal dirjen Pajak, dsb).
Waspadalah!