Bukan balas budi tapi bagi-bagi jatah. Kalau balas budi itu untuk perilaku baik, bukan perilaku seperti bersekongkol untuk menaikkan seseorang dengan segala cara.

Saya yakin sebenarnya hal-hal seperti ini ada di semua periode kepemimpinan, hanya saja tidak dengan cara "gragas" seperti beberapa periode ini (termasuk yang sekarang). Setidaknya walaupun mau bagi-bagi jatah, jangan mengorbankan kepentingan rakyat. Bagi-bagi lah dengan porsi yang masuk akal, jangan ugal-ugalan.
Ya, yang dikasih jatah ini mainnya gragas. Kayak mau balikin modal secara cepat dan instan (ketika naikin bos nya jadi presiden). Kayak MBG, masak korupsi sampe 1 milyar sehari, sangat terlalu gragas, kayaknya lupa kalau ada KPK di negeri ini. Kalau masalah mengorbankan rakyat mah mana peduli. Rakyat itu hanya dibutuhkan saat pemilu dan bayar pajak doang. Kalau pas pemilu rakyat akan sangat diperhatikan, sampe2 ngedatangi rumah demi dapat suara. Begitu juga bayar pajak, malah sampe didatangin ke rumah-rumah biar gak telat bayar pajak. Malah sekarang, beli bensin di SPBU mesti lunas pajak, kalau enggak gak dapat jatah subsidi.
Makanya bikin rupiah makin anjlok, pemerintah pada sibuk gragas nilep uang rakyat.