Saya juga tertarik pada saham-saham Indonesia belakangan ini semenjak isu smci beberapa waktu lalu. Tidak bisa kita pungkiri, saham-saham Indonesia di tahun ini anjlok parah ke titik nadir paling rendah (IHSG). Bahkan saham-saham blue chip pun ikut ambruk. Jadi, tidak heran kalau GO TO ini ikut imbas juga, karena menurut saya, Go To ini kayak "meme" juga di saham, sama kayak meme di cryptocurrency.

Mari kita tengok gambar di atas, di mana pada awal-awal launching ini saham masih di angka 300–400 IDR. Lalu lambat laun menurun dan anjlok ke angka puluhan di tahun berikutnya. Tidak ada rebound sama sekali yang tentunya sudah bikin rugi investor di awal.
Harga hari ini 50 perak, sedangkan IPO-nya 338 IDR, apakah gak bangkrut tuh.
Kalau saya bandingkan ICO token WLFI-nya Donald Trump sebesar $0.001, sedangkan harga token saat ini berkisar di $0.005+, walau tuh token terus turun, tapi investor masih untung gede. Nah di Go TO ini parah banget, Hype IPO dulu itu hanya sekedar strategy marketing aja buat nambah pundi2 duit masuk ke kantong perusahaan, tapi perusahaan sendiri tidak ngapa2in, tidak ada upaya untuk perbaikan atau setidaknya buyback demi menaikan harga.
Kalau dari sudut pandang ane:
1. Pemerintah belum bisa membuat lapangan pekerjaan (selain dari SPPG) sehingga salah satu solusi warga adalah menjadi driver ojol.
2. Pemerintah terus saja meregulasi (mengganggu) aplikasi ojol sehingga mereka saja masih rugi triliun rupiah.
3. Yang paling bombastis adalah menentukan tarif bagi hasil tsb yang sangat mengganggu bisnis.
4. Implikasinya, aplikasi bisa bangkrut -> pengangguran makin banyak -> investor saham (retail juga banyak nyangkut di situ) bisa kehilangan cuan. Sengsara semuanya intinya.
5. Kemudian ada kabar Danantara beli saham yang sudah murah tsb.
............
6. Nadiem Makarim ....
Ya walau sudah eks, tapi kayaknya ngaruh juga,
Tapi kan danantara sudah masuk, apakah ini fundamental bagus?,
Kalau ibarat pepatah, buy di merah dan sell di hijau, menurut saya sih angka 50 itu merah, jadi ya saya beli aja di aplikasi livin mandiri (Growin).