Ada juga wacana kalau kantin sekolah yg dijadikan dapur MBG, namun saya yakin akan dapat banyak tantangan dari investor lama yang sudah ngabisin milyaran rupiah supaya dapat proyek MBG.
Bisa saja, asalkan semua pejabat lama yang mengurus MBG diganti semua. Pilih pengurus baru yang tidak ada kaitan dengan investor lama. Dengan begini bisa saja wacana untuk kantin sekolah sebagai dapur MBG baru bisa dilaksanakan karena pengurus MBG baru tidak punya beban atau tanggungan dengan investor lama. Tapi ini harus diputuskan presiden sendiri dan harus dengan narasi yang lebih jelas.
Tujuan baik juga harus direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, sayangnya MBG ini tujuan baik tapi dikelola secara asal2an yang penting jalan (asal anggaran turun).
Sudah dikritisi sejak dari awal pelaksanaan atau mungkin bahkan sebelum dilaksanakan tapi yang bertanggung jawab seolah masa bodo dengan kritikan/usulan dari berbagai pihak.
Ya, tujuan yang baik tidak akan tercapai kalau eksekusinya dengan cara yang tidak benar. Seperti yang pernah saya sampaikan, pada kenyataannya apa yang ada di lapangan tidak sesuai dengan nama MBG. BTW masalah kritikan, itu tidak akan berdampak selama pihak yang harusnya menertibkan malah ikut-ikutan nyemplung di dalamnya.

Apakah kejadian ini akan jadi pelajaran? Ane sih ragu, selama yang mengelola itu masih manusia2 berkepentingan khusus (bukan untuk tujuan utama) dan selama sistem pengelolaannya dari atas sampe bawah tidak diperbaiki maka tidak akan terjadi perubahan yang berarti.
Tetap jadi pelajaran kita semua. Setidaknya kita tau kalau program seperti ini cuman ajang untuk cari cuan, bukan prioritasnya untuk kepentingan masyarakat.

Orang-orang yang ditugaskan harusnya ada standar yang jelas. Dan ada transparansi publik, supaya tidak ada kecurangan atau penyimpangan dana. Ini yang diterapkan di negara lain dengan program yang serupa.