-snip-
Kalau ane simak respon agan-agan juga keknya tidak welcome dan besar kecurigaan ane datanya juga tidak valid 100%

memang tidak akan pernah valid mas untuk data di negeri ini, gimana mau valid, lah wong dari pejabat desa saja banyak yang mengalirkan bantuan negara lebih fokus ke saudara terdekat yang diutamakan daripada yang benar-benar butuh bantuan. jadi warga kalau ditanya hal beginian tidak akan berbicara dengan jujur. alasannya pun akan beragam mulai dari:
1. Masalah privasi income yang tidak ingin diketahui oleh orang lain, ini sudah menjadi pilihan mayoritas warga pastinya.
2. Masalah pengen bantuan tidak dicabut. Kita tahu, ada banyak orang yang seharusnya masuk kategori cukup dan tidak perlu bantuan masih bersedia menerima bantuan tersebut. Jika ia berkata jujur atas penghasilannya, maka itu akan berpotensi dicabut, kalau saat ini penghasilannya sudah lebih baik.
3. pengen dapat bantuan, berbeda dengan yang ke-2 tipikal yang satu ini adalah orang yang belum dapat bantuan dan ingin dapat bantuan. sensus ini menjadi waktu yang tepat baginya agar masuk desil dengan potensi mendapatkan bantuan lebih besar karena dianggap sebagai warga berpenghasilan rendah.
4. masalah pajak, ini sudah menjadi kekhawatiran ketika banyak yang mengatakan kalau dikit-dikit pajak. padahal beberapa waktu lalu dijelaskan kalau omset usaha dibawah 500 juta kan ya kalau gak salah itu bebas pajak CMIIW. jadi untuk menghindari itu, yang punya usaha dengan income lebih dari 500jta akan mengakali dengan bilang masih di bawah 500 juta, walaupun bisa saja ada audit karena target pajak harus didapat oleh negara.
jaid, selama hal-hal tersebut masih terjadi, maka data yang dihasilkan tidak akan pernah bisa valid