kalau saya cocoklogikan barengan sama pengunduran diri kepala BGN (Nanik Sudaryati Deyang) tempo hari, apa gak aneh ya?, hehehe. Apa mungkin Perry Warjiyo ini gak cocok sama aturan mainnya Prabowo?, apa lagi ada keponakannya yang jadi deputi gubernur BI, artinya tekanan dari kepala negara cukup kuat ke dia sehingga stress dan mundur teratur. Ya, saat ini cuma Purbaya doang yang cukup strong, itu pun sudah terlihat raut kelelahan di wajahnya, dan saya yakin saat ini cuma pura2 aja kuat, padahal mungkin pengen juga kayak yg lain (mundur).
Mundur itu kan biasanya karena kondisi ga baik, banyak masalah, dsb yang jelas masa-masa sulit. Ini dollar bisa ngacir ke 20rb+ sehingga ya daripada kena hujat dan dipecat, mending mengundurkan diri secara terhormat. Sama juga pejabat yang lain yang mundur atau dipaksa mundur di belakang layar, intinya kalau main bola itu kalah terus sehingga pelatih dipecat. Masalahnya percuma ganti pelatih kalau pemain-pemainnya juga tidak berkualitas.
Lah, pengusaha yang mana bang?, perasaan dia sudah pro pengusaha deh, lihat aja gimana pengusaha ulung seperti Hashim Djojohadikusumo sangat pro dengan dia. hehehe. Ada juga pengusaha erik tohir, Prajogo Pangestu dan Anthony Salim.

Tapi ya kalau pengusaha kecil, retail dan UMKM memang jauh pake bangettt. Semua proyek besar sekarang dikasih ke pengusaha yang bikin dia naik jadi presiden.
Pengusaha yang bukan tambang tentunya, bukan yang cuma tau ngeruk SDA saja. Yang kek gini IQ 78 saja bisa.
Ini masalahnya indeks manufaktur (PMI) turun, artinya aktivitas manufaktur turun -> bisa jadi mereka mengurangi produksi atau malah pengusaha pada tutup dan kabur.
Jadi ane tidak mempermasalahkan mau kecil atau besar, asalkan meningkatkan daya saing (keahlian & SDM) bukan mengandalkan SDA.
Ketika dunia usaha sulit: pengangguran naik, ekonomi melambat, IHSG bearish, cuan yang dipalak dari pajak tipis -> Negara makin agresif cari duit, tentu saja ujung-ujungnya malakin warga.