Ya itu sudah menjadi rahasia umum bahwa Parpol menjadi kendaraan bagi orang yang ingin berada di kursi kekuasaan, dan yang lebih menjijikan adalah bagaimana "penjilat" yang sering kali kita lihat diangkat untuk mengisi posisi posisi yang bahkan itu adalah posisi yang strategis. Belum lagi politik balas budi yang justru itu menggugurkan kesempatan untuk orang yang benar benar kompeten.
Parpol ini mutlak digunakan untuk menentukan komposisi pemerintahan. Sayangnya kongkalikong antar parpol dimanfaatakan untuk mengendalikan kekuasaan di pemerintahan kita. Makanya orang-orang yang tidak kompeten bisa duduk di posisi strategis walaupun tidak punya kemampuan apa-apa. Itu karena cuman dipilih dari relasi dan kontribusi parpol-parpol tersebut untuk mengangkat presiden.
Mengenai oligarki, saya pikir mereka memang menempatkan orang orangnya agar bisa berada di kursi kekuasaan. Pasalnya mereka tahu bahwa ada aturan yang akan menyulitkan mereka, jadi mereka perlu ada orang yang ada di kursi pembuat kebijakan. Dan ini pernah dikatakan oleh presiden sendiri pada saat pilpres, dia mengatakan bisnisnya mandeg karena dia tidak berkuasa.
Kalau tidak seperti itu. Sangat mungkin aturan yang dibuat menyulitkan mereka. Makanya mereka punya orang-orang yang bisa mereka kendalikan di pemerintahan. Ini bukan rahasia umum, sudah dari era-era sebelumnya. Tapi saat ini, jumlahnya jauh lebih parah dari sebelumnya.
Nah ini juga menarik ketika agan mengatakan KDM, saya sendiri bukan suudzon atau bagaimana, namun sebelumnya kita juga pernah dipimpin oleh presiden yang sebelum menjadi presiden dia juga hampir sama seperti KDM, namun ternyata itu hanya pencitraan untuk terpilih.
Tentu saja saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh KDM, namun saya berharap itu benar dan bukan pencitraan semata. Pasalnya kita tahu bahwa dia juga adalah anggota partai, yang mana anggotanya harus manut.
Ada beberapa perbedaan dengan yang sebelumnya. Yang KDM ini, memang terjun kelapangan dan kerja real. Selain itu, sempat beberapa kali beda pandangan dengan pemerintah pusat. Kalau dia mau pencitraan untuk naik ke jabatan lebih tinggi, harusnya tidak dengan memposisikan diri berlawanan dengan pemerintah. Yang seperti ini kerap kali langsung dicopot pemerintah pusat.