Tiga tuduhan di atas apakah memang terkait langsung dengan kasus exploitasi yang sudah dia kembalikan dananya tersebut atau kasusnya terpisah yang mana memang ada bukti dia melakukan semua hal yang dituduhkan tersebut?
Kebetulan berhubungan satu sama lain, karena sebelum melakukan peminjaman aset kripto beliau melakukan manipulasi pasar terlebih dahulu dengan bermodalkan lebih dari 10 Juta USD.
- Melakukan pembelian kontrak berjangka terlebih dahulu (Future Trade)
- Kemudian melakukan kenaikan harga $MNGO di beberapa Exchange
- Keuntungan dari kontrak berjangka yang dia beli sebelumnya digunakan sebagai jaminan peminjaman, dan beliau melakukan penarikan aset kripto dari peminjaman yang dia lakukan.
Menurut opini saya, jika imbas dari niat baik pengembalian dana tersebut (yang memang peretasan awalnya tidak diniatkan untuk 'mencuri') malah berujung di proses hukum, nantinya malah bisa mengundang white hacker lain tidak bakalan mau lagi bekerja sama mengembalikan apapun ketika ada kasus bug serupa yang ditemukan kemudian.
Bukankah malah mestinya diajak kerjasama semisal jadi konsultan keamanan atau semisalnya untuk meminimalisir peretasan dari hacker yang memang murni untuk kejahatan?
Bisa menggunakan cara yang lebih elegan sih om, karena kalau sampai melakukan pemindahan aset ke dompet pribadi si hacker. Aset yang dipindahkan bisa dijadikan sebagai leverage dalam negosiasi seperti yang kata om @mu_enrico bilang. Jadi yah negosiasi pun memang gak ada pilihan lain buat mengikuti dari si-hacker.
Cara elegan yang saya maksud:
- Menghubungi pihak Liquid Network bahwasanya terdapat bug dengan prioritas kritikal
- Tidak perlu menjelaskan bugs secara terbuka, karena bugs masuk dalam kategori kritikal. Ditakutkannya adanya insider.
- Kemudian setelah diskusi, negosiasi dan ketemu kesepakatan bisa dilanjutkan ke penetration testing dengan menggunakan bahan yang telah disediakan
- Jadi walau terjadi pemindahan aset, masih dalam kontrol penuh Liquid Network
Karena kalo merujuk ke definisi "White Hacker" perlu adanya izin dari pihak terkait yaitu (layanan atau organisasi) untuk melakukan penetration testing. Sedangkan ini tidak ada sama sekali.
Niatnya nyolong tapi takut diburu polisi...

Harusnya ya, kalau white hat hacker: notifikasi ke blockstream kalau ada celah keamanan, kalau concern dengan dana yang diambil pihak lain ya bilang di awal kalau dana diamankan ke address x, dan akan dikembalikan ke address yang ditentukan blockstream
Kalau ini: duitnya dikuras dulu, notifikasi belakangan, menjadikan BTC sebagai leverage (istilahnya menyandera).
-snip
Jadinya Gray Hat Hacker ini mah bukan White Hacker

Walau tetep coba diburu, kayaknya masih mending karena address gak bakal di mark sebagai Liquid Network Hacker dan gak bakal dapet berita yang berisik-berisik banget mengenai alur dana yang akan dikirimkan dari hasil bounty nya.
Dan kabarnya mereka telah "mengembalikan sebagian" dari 3998 BTC tersebut, telah dikembalikan 3400 BTC, entah kenapa si grey hacker ini masih nyimpen 598 BTC [1].
Pertanyaan yang mungkin saya tanyakan untuk teman2, karena 598 BTC diambil si-hacker sebagai bounty secara gak langsung jaminan aset terhadap L-BTC berkurang setidaknya 15%.
Apakah L-BTC bakal dapet masalah undercollateralized (kurangnya jaminan) ?
Apakah Liquid Network bakal dapet masalah defisit di kemudian hari ?
Melihat dari kasus KelpDAO walau mereka berhasil mendapatkan sebagian rsETH tokens mereka kembali. Mereka mengalami masalah defisit dan beberapa layanan DeFi bahkan sampai membuat DeFi United untuk membantu KelpDAO untuk meringankan debts/defisit mereka. Walau untuk kasus Liquid Network tidak separah KelpDAO.