Program yang mengusik kewarasan ane ini konon berawal dari ide brilian Hokage setelah rapat terbatas 7 September. Agar semua warga negara memiliki rekening dan katanya berkaitan dengan literasi keuangan dan inklusi keuangan.
Lagi-lagi program dadakan yang gak masuk akal. Saya penasaran ini ide awalnya dari siapa.

- Bukankah sekarang jamannya e-wallet dan bukan rekening bank? Kalau punya HP tentu orang dengan mudah install e-wallet. Seingat ane dulu tidak ada minimum saldo.
- 11 triliun ini duitnya apa ga lebih baik digunakan untuk hal yang lain?
- Rp 50K itu kalau di rekening bisa kena potong biaya administrasi yang afgan karena sudah dibawah minimum saldo.
- Bagaimana cerita bisa meningkatkan literasi keuangan dengan hanya punya rekening? Literasi itu kan bahasa Jermannya "melek" jadi kalau "melek huruf" ya harus belajar baca, mau "melek finansial" ya harus belajar keuangan.
- Berdasarkan survei katanya literasi dan inklusi keuangan sudah bagus, ngapain diurusin lagi, apa urgensinya?
- Apakah Hokage masih sehat?
- Ya, jauh lebih simple dan ekonomis e-wallet.
- Setuju. 11T ini jauh lebih bermanfaat untuk program seperti peningkatan gaji guru, bantuan rakyat miskin, bantuan korban bencana alam, atau hal lain yang lebih bermanfaat.
- Betul. Kalau nyimpannya di bank pasti kena biaya admin.
- Tujuannya keknya memang bukan untuk urusan literasi, Om. Lebih ke kepentingan bank, bank bakal dapat lebih banyak customer karena masyarakat dipaksa pemerintah bikin rekening bank.
- Makanya di atas saya bilang bukan masalah literasinya.
- Kayaknya perlu diperiksa, Om. Makin banyak ide dan kata2 nyeleneh.