Era modern saat ini, ada banyak sekali kemudahan yang diberikan oleh penyedia layanan keuangan untuk mengamankan dan memudahkan transaksi. Salah satu metode keamanan yang juga untuk kemudahan adalah dengan mengaktifkan biometrik.
Apa itu biometrik?Secara sederhana, definisi biometrik adalah pengukuran biologis atau ciri-ciri fisik individu untuk dijadikan bahan identifikasi
[1].
Kita semua sudah sangat sering menemukan perangkat yang dilengkapi biometrik untuk waktu yang lama. Tetapi, baru beberapa tahun terakhir wallet dan exchange menawarkan fingerprint dan/atau Face ID bukan hanya untuk membuka aplikasi, tetapi juga untuk menyetujui transaksi. Metode ini tentu akan terasa sederhana dan praktis bagi pengguna, dibandingkan dengan penggunaan Pola dan PIN/password.
Biometrik tidak mudah untuk ditiru walaupun potensi data rekaman sidikjari atau wajah juga bisa terkespos akibat kesalahan pengguna yang membuka/mengunduh/memasang aplikasi yang terinfeksi program jahat untuk mengambil data tersebut. Namun, untuk saat ini disinyalir masih cukup jarang dan hampir tidak ditemukan. Yang bahaya sebenarnya bukanlah malware tetapi ketika seseorang memberikan akses terhadap perangkat.
Jika aplikasi/penyedia memberikan kewenangan untuk melakukan transaksi hanya berdasarkan
biometric approval, mungkin pengguna lain tidak perlu mengetahui password wallet kita untuk menyetujui transaksi dari wallet tersebut. Hal ini sudah saya praktikkan terhadap beberapa aplikasi yang menggunakan biometrik approval.
EXCHANGEOKX & Binance, saya menggunakan akun A dan B untuk testing, dimana kedua akun ini berada di 2 device berbeda. Saya melakukan transaksi P2P dari akun B dan device B yang bukan punya saya (punya istri), karena di ponsel tersebut saya memiliki akses, hanya dengan biometrik tersebut saya sukses melakukan P2P.
e-Wallet LokalSaya juga mencoba di e-wallet lokal seperti OVO yang diaktifkan biometriknya, seperti kasus pada exchange, saya bisa melakukan transfer uang dari perangkat istri dengan akun OVO istri karena ada akses sidikjari saya di ponsel tersebut.
Jadi, keamanan biometrik memang tidak dapat dengan mudah untuk diretas, namun ketika Anda menggunakan perangkat ini perangkat bersama dengan orang lain (pasangan Anda misalnya), maka pasangan Anda dapat mengambil alih akun Anda dengan mudah. Memang, sekilas akan mustahil bagi Anda sebagai pemilik perangkat untuk berbagi akses, namun banyak sekali pasangan yang berbagi perangkat, jika pada suatu saat terjadi masalah keluarga, akses biometrik ini bisa menjadi senjata bagi mereka yang memiliki niat jahat terhadap akun Anda.
NB: Meskipun mustahil, saya harap ini menjadi satu pelajaran penting bagi kita semua.[1]:
https://id.kaspersky.com/resource-center/definitions/biometrics