Beberapa hari yang lalu, secara tidak sengaja saya lihat di beranda Youtube yang langsung ditanggapi oleh istri bahwa itu sedang viral di Instagram. Dan meluncurlah saya ke Instagram untuk melihat video pendeknya dulu sementara yang di Youtube belum saya liat. Langsung syok saya waktu ngelihat ada demonnya dan pake peti mati gitu dan merinding, kok bisa-bisanya ada karnaval seperti itu.
Langsung aja saya mencari karnaval apa itu dan dalam rangka apa.[1] Dan ketemulah jawabannya, kata media-media, karnavalnya itu sebenarnya untuk acara khitanan dan sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad. Tapi saya bilang ke istri, tapi kok karnavalnya kayak gitu? Entahlah, kata istri mungkin mau niru yang di Malang.[2]
Dan saya pindah ke Youtube, semakin syoklah liat video yang panjang durasinya. Duh Gusti, merinding liatnya. Apalagi sampai ada adegan pemotongan hewan seperti di vidio vidio yang beredar. Dan bahkan, ada dari salah satu peserta tersebut meninggal dunia beberapa jam setelah acara. Polisi menyangka penyebabnya adalah kelelahan exstrem. Tapi terdapat pro kontra nya dari para netizen kalau itu bukan hanya kelelahan saja, tapi menjadi tumbal satanic itu sendiri (Wallahualam).
Tapi yang menjadi herannya, kenapa mereka kok bisa tahu langkah-langkah ritualnya seperti gimana, apa aja yang dilakukan, sampai sedetail itu dan juga ada adegan pemotongan hewan/memotong kepala kambing. Takutnya apa memang mereka sudah menjalani itu dari lama, dan memang ada kelompok untuk melakukan itu. Terlihat dari kostum dan pakaian mereka yang sangat niat dan benar-benar detail secara keseluruhannya, dan itupun pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Dan sampai katanya ada orang yang menonton langsung disana tidak sengaja terkena cipratan darah saat ritual tersebut, dan orang tersebut sering mimpi hal yang berhubungan dengan demon.[3]
Sampai-sampai masuk di berita TVOne selama satu jam lebih dibahas bersama narsum seperti Bang Mongol – Komedian, M. Ihsan Tanjung – Wasekjen MUI, Eross Djarot – Seniman, Ade Armando – Akademisi, Prof. Ciek Julyati Hisyam – Sosiolog Hukum UNJ, AKBP Dies Ferra Ningtias – Kapolres Pekalongan Kota, Ngatawi Al Zastrouw – Budayawan.[4]
Dan masih ada lagi video-video yang bisa ditemukan di Youtube dengan kata kunci "karnaval di Pekalongan" dan lainnya. Yah, kita hanya berharap tidak ada kejadian buruk yang menimpa kota Pekalongan khususnya dan Indonesia umumnya.
Tanggapan kalian bagaimana tentang video viral yang beredar itu?
Sumber:
[1]
https://www.detik.com/jateng/berita/d-8670238/aksi-ritual-setan-di-acara-maulidan-di-pekalongan-berujung-penyesalan#google_vignette[2]
https://www.indonesians.id/nasional/1803028097/penampilan-mirip-ritual-satanic-ternyata-pernah-digelar-di-malang-sebelum-viral-di-pekalongan[3]
https://www.youtube.com/watch?v=O7Y8Wit6XyM[4]
https://www.youtube.com/watch?v=cGz4hsT75Jw