Saat ini dengan semakin berkembangnya AI yang menjurus kepada segala aspek membuat
Data Center sebagai pusat untuk mengatur dan mengelola data menjadi krusial
1 dan dalam beberapa bulan terakhir Indonesia mulai aktif kembali membangun data Center bahkan jika melihat kepada jumlah saat ini Indonesia memiliki sekitar 204
Data Center yang membuat negara kita berada di urutan nomor 4 di Asia setelah China, India dan Jepang.
2Meskipun begitu, saat ini menteri ESDM kita "BAHLIL" masih mencoba untuk mengajak para investor untuk mendorong pembangunan data Center di Indonesia karena menganggap dengan banyaknya pulau di Negara kita ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk membangun data center di banyak tempat agar pemutakhirannya semakin merata
3.
Secara kondisi memang ini bisa menjadi sebuah kondisi yang bagus karena dengan banyaknya data center di sebuah negara maka secara tidak langsung negara tersebut aktif dalam mendorong ekonomi digital karena secara tidak langsung selain dari memperkuat kedaulatan data ini juga akan menjadikan negara kita menjadi poros komputasi di asia tetapi dampak positif ini tentu akan ada dampak besar yang mungkin saja tidak bisa kita tanggung sebagai dampak negatif.
Data center apalagi yang mengarah kepada AI membutuhkan konsumsi listrik yang besar yang memungkinkan ini akan berdampak kepada penurunan konsumsi listrik yang dipakai masyarakat akibat peralihan yang difokuskan ke data center, selain itu ini juga akan membuat efek rumah kaca melonjak dan yang lebih parah ini juga membutuhkan pasokan air yang tinggi karena sampai saat ini data center lebih mengutamakan pendinginan menggunakan air untuk mencegah server menjadi
overheating dan menurut
World Economic Forum data center yang berkapasitas 1 MW bisa menghabiskan 25.5juta liter air/tahun hanya untuk pendinginan yang jika dibandingkan ini setara dengan kebutuhan konsumtif 300k orang
4 bayangkan jika kapasitasnya lebih besar apalagi di Indonesia sekarang sudah memiliki data center terbesar dengan kapasitas daya 45MW
5.
So, dengan adanya Data center serta dampak positif dan negatif ini apakah memang layak untuk diteruskan oleh pemerintah kita?Untuk pertimbangan saya rasa pembangunan data center di negara kita ini akan terasa seperti bunuh diri secara berkala, memang ini akan ada penguatan untuk digital tetapi secara tidak langsung ini juga membuat konsumtif daya dari segi pasokan listrik dan air serta peningkatan emisi karbon dan efek rumah kaca ini tidak sebanding apalagi dengan iklim di beberapa wilayah sekarang yang curah hujannya semakin lama semakin berkurang maka semakin kering juga lah air di negara tersebut.
Negara kita sudah hancur akibat pembalakan hutan, kebakaran yang disengaja hanya untuk penanaman sawit dan sekarang ditambah dengan pembuatan data center ini tentu akan membuat negara kita semakin kelimpungan untuk pasokan air dan listrik.
Negara lain seperti Georgia merasakan hal ini karena pusat data centernya cukup dekat dengan pemukiman yang membuat pasokan airnya menyusut akibat besanya konsumsi air data center untuk pendinginan server membuat warga tidak kebagian air
6&7. dan ini tentu sangat buruk jika di negara kita memaksakan hal ini juga karena sekarang saja pasokan air sangat minim dan ketika semakin bertambahnya data center basis AI ini akan membuat kita semakin kehilangan sumber air karena rebutan konsumsi dengan mesin.
1.
Apa Itu Data Center? Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya2.
Indonesia punya 204 data center terbanyak keempat di asia3.
Bahlil Ajak Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Banyak4.
Data Center AI Haus Air, 1 MW Sedot Air Kebutuhan 1 Kota5.
Data Center Terbesar di Indonesia Dibuka, Kapasitas 45 MW6.
Tinggal dekat data center META, warga Georgia keluhkan air karena sulit didapatkan7.
Warga Ngamuk Data Center Sedot Air Sampai Satu Kota Kekeringan