Sedikit menjadi pertanyaan, mengapa si bahlul ini mengajak investor asing?, padahal pemerintah bisa bangun sendiri, dan data center itu sendiri bukan maksud untuk data lain, tapi data besar rakyat indonesia.
Karena sebagaimana kita ketahui, kalau data besar rakyat indonesia itu semua berada di luar negeri, kayak data kesehatan, kependudukan, transaksi komunikasi, dll). Kenapa pemerintah lebih mementingkan cuan dari pada melindungi kedaulatan data rakyat indonesia?.
Artinya, dengan ide ini, Indonesia itu bisa jadi data center untuk rakyatnya sendiri dong?. Tapi, lebih mementingkan cuan sesaat (yang kemungkinan besar masuk ke kantong pejabat) dari pada melindungi data rakyat indonesia di luar negeri.
Belum lagi dampak setelahnya, kita ini seharusnya sudah kapok dengan explorasi asing (investasi asing) terhadap SDA kita, Emas, Batubara, nikel, dll, semua rusak, hutan habis, lubang, erosi yang menyebabkan bencana di mana-mana. Jadi kalau memang data center ini bisa menghabiskan air, tentunya ide gila ini tidak perlu digubris, apa lagi disetujui karena ujung-ujungnya gak bakal nguntungi bangsa, malah bikin indonesia tambah habis.
Betul. Data Center ini akan jadi krusial peranannya. Akan jauh lebih aman jika dikelola negara sendiri. Ini bukan proyek yang cocok untuk dicarikan investor, terlebih lagi investor asing. Tapi si Bahlul gak bakal mikir ke sana, yang dipikirin Bahlul cuman cara untuk dapat duit dari proyek ini. Makanya dia nyari investor asing yang mau nanam duit di proyek sekrusial ini.
Ide nya mungkin bagus kalau tujuannya untuk menghimpun data kita yang ada di luar sana. Tapi lihat juga nanti kemungkinan berjalannya seperti apa. Kabarnya Data Center ini berpotensi merusak alam, terutama masalah air bersih. Di luar negeri sana, banyak Data Center yang merugikan lingkungan sekitar karena menghasilkan limbah dari opersionalnya. Saya curiga ini cuman akal-akalan untuk nyari duit lagi. Entah itu untuk bayar bunga utang ke China, atau ini lagi-lagi untuk bagi-bagi ladang korupsi ke rekanan Wowo.
Selain itu, coba bayangkan kalau semua data dihimpun jadi satu di Data Center ini. Bukannya itu peluang untuk dengan mudahnya mencuri data semua masyarakat kita?