Gibran akan tetap diposisinya sekarang sebagai wakil, mau diserang dari arah manapun tampaknya tidak membuat posisinya benar benar dapat digantikan. Saya sendiri paham bahwa menyerang Prabowo sudah tidak mempan dan apstinya ada satu posisi yang masih bisa diserang yaitu wakil. Kesempatan ini digunakan oleh beberapa pihak khususnya partai yang merasa Gibran tidak cocok sebagai wakil sejak awal. Mau gak mau Gibran akan menjabat sampai selesai dan priode berikutnya nyapres. Modalnya kuat karena pengalaman jadi wakil presiden, udah dekat dengan para petinggi, mempelajari pola dan gaya berpolitik dari sang ayah dan itu akan Gibran bawa kemana mana sebagai fondasi.
Saat ini Gibran tidak ada partai yng mendukung, sedangkan partai lain akan terus mencoba ambil alih posisi dia. Dan untuk nyapres di 2029 pun sudah sangat musthail menang, apa lagi dia tidak ada ijazah SMA sebagai syarat utama nyampres.
Kalo soal dilengserkan jalur politik sebenernya saya kurang yakin gan. Partai KIM Plus kurang lebih ada 80% lebih di DPR, dan banyak dari mereka yang dulunya satu koalisi sama Jokowi, bapaknya Gibran sendiri seperti Golkar, Gerindra, PAN, PKB dan Nasdem. Klo yang Oposisi pun paling yang besar PDIP dan itu cuman sekitar 20% kurang paling. Dan klo mau dilengserkan butuh 2/3 anggota DPR sebelum naik ke MK dan MPR. Peta politik pun masih nggak begitu berubah drastis, mungkin untuk periode berikutnya masih bisa tapi untuk saat ini kayaknya masih sangat jauh gan. Mungkin menurut saya bukan ke deal2an politik tapi lebih ke nyelesaiin kontrak politik dulu gan.
Kalau mau aman, pemerintah harus menggandeng PDIP. untuk menggandeng PDIP, maka wapres harus mereka. Program MBG, KMDP, sekolah rakyat bakal dirongrong terus kalau di "moncong putih" ini tidak digandeng ke pemerintahan. Dan memang maunya PDIP itu wapres.
Syarat untuk dilengserkan sudah jelas (tidak ada ijazah SMA), sehingga kalau partai lain legowo wapres di isi PDIP, maka ke depan akan ada sidang istimewa MPR untuk melengserkan Gibran.
Saya kira posisi gibran akan tetap kuat, bukan apa, karena ada "king maker" alias bapaknya yg masih back up dia di istana.. Konstitusi aja bisa mereka permainkan, apalagi cuma kasus ijazah kaya gini.. saya kira ini soalan receh sama bapaknya. Ya, meskipun prabowo mulai mainkan catur, ubah posisi orang jokowi di lingkaran dia dan lobi sana sini pakai program MBG dan Kopdes, tapi tetap aja dia masih butuh suara jokowi di pilpres selanjutnya.. jadi dia juga agak hati hati mainkan catur depan si "king maker" soalnya kalau gak bisa runyam suara dia nanti di pilpres 2029.
Orang-orang Jokowi sudah digembosi bro, pada saat hut tni saja si wiwi dicuekin wowo. Yang jelas Jokowi dan Gibran itu tidak ada partai, dukungan mereka itu tidak kuat, hanya segelintir pejabat yang sudah ompong.