Meskipun ini masih sebatas dugaan, namun sepertinya memang tempat tersebut digunakan untuk markas beroperasinya judi online. Dan yang mengejutkan adalah tempat tersebut berada di Komplek Perumahan Angkatan Darat.
Banyak kasus serupa yang melibatkan aparat negara. Pertanyaannya saya adalah jika benar tempat itu digunakan untuk operator judi online, apakah itu milik aparat?
Dan saya juga merasa tidak mungkin aparat berpangkat rendah bisa seberani itu jika tidak ada yang melindungi mereka. Dan menurut beberapa sumber TNI membuka peluang untuk memeriksa Perwira.
Sebenarnya ini sudah terbukti kalau sudah lengkap buktinya. Cuman mungkin karena belum menjalani tahap persidangan, makanya baru dikatakan 'dugaan'.
Walaupun bukan hal baru mengetahui aparat sering kali terlibat kasus seperti ini, tapi ini cukup mengejutkan karena TKP nya di rumah dinas aparat itu sendiri. Nah selain perwira-perwira yang tinggal di situ, yang harusnya diperiksa pertama yaitu aparat yang punya kuasa di rumah dinas tersebut. Atau bisa dibilang yang jadi pengurus di situ. Karena mereka pasti yang paling tau perihal tersebut.
Update terbaru mengenai rumah yang di duga menjadi tempat operator judi online ternyata disewakan ke masyarakat sipil dan disalah gunakan menjadi tempat operator judi online.
Rumah dinas disewakan? apa apaan ini?
Setahu saya sebagai masyarakat awam, rumah dinas tidak boleh disewakan, itu barang milik negara. Apa aparat negara tidak mempelajari tentang ini? Aturan sudah jelas melarang keras hal tersebut.
Ini cukup membingungkan kok bisa disewakan ke masyarakat umum?

Ini untuk menutupi aparat TNI yang terlibat atau memang kejadiannya seperti itu. Khawatirnya ternyata operatornya aparat sendiri, makanya dibuat narasi seperti ini supaya nanti yang ditumbalkan orang lain yang bukan aparat. Setau saya, masyarakt umum pasti segan kalau masuk ke wilayah rumah dinas aparat, apalagi mau menyewanya.