Banyak kasus serupa yang melibatkan aparat negara. Pertanyaannya saya adalah jika benar tempat itu digunakan untuk operator judi online, apakah itu milik aparat?
Dan saya juga merasa tidak mungkin aparat berpangkat rendah bisa seberani itu jika tidak ada yang melindungi mereka. Dan menurut beberapa sumber TNI membuka peluang untuk memeriksa Perwira.
Kalau banyak gitu dan perputaran uang sampai miliaran rupiah, maka tidak mungkin orang sipil itu main sendiri, sudah pasti melibatkan semua yaitu aparat (baik itu pemilik rumah, dan aparat eksternal). Yang model begini tidak mungkin main sendiri gan, sudah pasti berkomplot dan mempunyai bidang masing-masing. Sampeyan tidak perlu heran, kasus yang lain pun demikian, bahkan di negara-negara luar termasuk negara maju pasti ada, karena sebagai konsumen pun yg notabene main sendiri pun ketahuan, apa lagi sebagai produsen atau bandar.
Kalau zaman dulu itu (togel), saya punya pengalaman seorang teman sebagai bandar togel, ketahuan dan digrebek pagi hari, namun malamnya sudah bebas karena beking dia aparat. Jadi ya namanya judi, sudah pasti akan dibekingin orang berpangkat, apa pun jenisnya.