Ya anda benar gan, ini berkaitan dengan sistem. Pasalnya sistemnya memungkinkan untuk mereka melakukan itu, dan menarik juga apa yang agan katakan, "mereka saling menutupi boroknya masing masing". Ini adalah senjata yang berbahaya untuk mereka sendiri, pasalnya mereka memiliki borok yang mana jika mereka menguliti orang lain, maka mereka akan menjadi orang yang selanjutnya akan dikuliti.
Itu terjadi hampir di tiap kasus besar saat ini, Om. Sudah banyak barang bukti yang jelas dan logikanya sangat sederhana untuk pembuktian, tapi menjadi berbelit-belit karena banyak kaitannya ke yang lain. Biasanya yang dijadikan tumbal yaitu mereka yang tidak sepaham dengan penguasa saat ini. Atau mereka yang jabatannya di bawahnya yang kena kasus.
Dan bahkan aparat yang benar benar jujur pun tidak akan bisa berbuat banyak dengan sistem yang berjalan seperti ini. Mereka yang mungkin akan menjadi korban jika berani melawan. Sebab orang orang yang melakukan hal yang menjijikan juga memiliki pangkat yang tinggi.
Aparat yang jujur tidak mau kena masalah. Itu karena banyak aparat yang tidak jujur di posisi tinggi. Mereka ini biasanya yang dijadikan pion yang berkuasa untuk mengekang aparat yang mau bertindak jujur. Makanya hukum di negeri ini susah ditegakkan karena mereka saling dukung dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Dan sekarang mereka berulah lagi di tanggal 29 kemarin, mereka mengadakan acara Deklarasi Sumpah Pemuda pada 29 Oktober dan itu dikuliti netizen habis habisan dan bahkan mereka sampai klarifikasi dan menghapus postingan acara di instagram mereka. Dan bahkan artis yang turut hadir disana juga habis oleh netizen, seperti RA dan WS. Dan mereka juga klarifikasi di media sosial mereka.
Hal ini dipicu oleh kecurigaan tentang masa bayaran (Mahasewa) yang hadir disana. Dan para Mahasewa yang hadir disana juga ikut kena imbasnya, pasalnya mereka menggunakan almamater yang tentu saja membuat kampus pemiliki almamater itu marah. Dan Beberapa diantaranya juga sudah melakukan klarifikasi karena mereka di datangi langsung oleh pihak kampus.
Bayangkan saja, pihak pihak yang seharusnya mereka memberantas hoax, mereka sendiri yang melakukan hoax. Tidak masuk akal juga si masa si sekelas Polda tidak tahu masa yang ada adalah masa bayaran, sebab mereka sendiri yang menjadi penyelenggaara acaranya.
https://megapolitan.kompas.com/read/2026/11/01/07304751/polemik-deklarasi-sumpah-pemuda-mahasewa-dan-permintaan-maaf-polda-metro