Hari ini ada laporan kalau gedung ATR/BPN yang berada di Karawang terbakar, ini membuat saya berpikir apakah ini murni kebakaran atau sengaja di bakar? Mengapa saya berpikir seperti itu, karena kejadiannya terlalu berdekatan ketika KPK tengah dalam proses mendalami dugaan suap di Kementerian ATR/BPN
[1]. tentu saja ini hanya sebatas dugaan saya yang tidak begitu mengikuti kasusnya, namun kemarin membaca beritanya hari ini melihat berita kebakaran di kantor ATR/BPN karawang
[2]. Dengan jarak yang berdekatan ini, kok rasa-rasanya ada usaha untuk menghapus sebuah jejak yang mungkin ada disana.
Mohon koreksi jika saya salah, seingat saya dulu juga ada kejadian serupa ketika instansi dalam proses penyelidikan gedung instansi tersebut mengalami kebakaran. Hal ini jelas bukan "hari naas" tetapi memang ada tindakan yang dilakukan untuk menghapus dokumen atau hal lain yang berpotensi menjadi bukti yang menguatkan posisi KPK dalam proses penyelidikan.
sepertinya koruptor di negara ini memang sudah memiliki rancangan untuk mengondisikan hal seperti ini, karena seingat saya memang bukan hanya kali ini yang terjadi, sukur2 kalau ingatan saya ini salah, namun kalau benar, berarti sebagai warga kita bisa mengatakan bahwa koruptor sedang berusaha menghapus jejak dengan cara membakar gedung. Dikejadian geudng ATR/BPN ini kabarnya 70% gedung terbakar, sudah pasti untuk dokumen yang tidak ada backup arsipnya pasti sudah hilang.
Jadi, apakah ini murni hari naas atau kesengajaan?[1] https://www.hukumonline.com/berita/a/dugaan-korupsi-atr-bpn--kpk-ingatkan-nusron-wahid-soal-komitmen-usut-kasus-lt6ac7705c911e4/
[2] https://news.harianjogja.com/r-1275060/kebakaran-kantor-bpn-karawang-polisi-bakal-selidiki-penyebabnya