Terimakasih udah dijawab gan, ane otw kesana sekarang.
-snip-Hal pertama yang saya ingin untuk dihindari menggunakan Trust Wallet, dompet ini bukan open source. Kenapa open source harus diperhatikan karena pengguna bisa menyarankan ke pengembang. Kalau saya salah, tolong di koreksi.
Namun faktanya, tidak semua penggunanya mengerti perihal source code yang digunakan wallet tersebut sekalipun mereka menggunakan yang open source.
Dulu sempat terjadi kasus pada libbitcoin:
https://milksad.info/disclosure.html, dimana wallet yang terbuat darinya ditemukan tidak aman, padahal open source.
Pada sebagian kodenya, Trust Wallet Core juga open source:
https://github.com/trustwallet/wallet-coreTrust Wallet Core is an open-source, cross-platform, mobile-focused library implementing low-level cryptographic wallet functionality for a high number of blockchains. It is a core part of the popular Trust Wallet, and some other projects. Most of the code is C++ with a set of strict C interfaces, and idiomatic interfaces for supported languages: Swift for iOS and Java (Kotlin) for Android.
You should never have used any closed source wallet-- but being open source is not enough.
Jadi, tidak cukup dengan melihat dari sisi open source-nya saja. Perlu diperhatikan juga peran komunitasnya, terutama yang memahami tentang coding yang bisa memberikan masukan ke developer.
Kenapa harus BlueWallet, BlueWallet open source. Update terbaru BlueWallet versi 7.2.3, bagi pengguna yang menginginkan alamat selain SegWit sudah tersedia seperti Legacy dan Taproot.
Pengguna juga bisa mengatur fee transkasi sesuai dengan besaran di mempool.
Bagi pengguna smartphone, BlueWallet bisa dikatakan cukup intuitif dibandingkan dengan beberapa wallet lain yang mungkin settingannya terlalu banyak sehingga kurang
user-friendly.