Kalau tujuannya mau mencegah stunting ya terlambat dong, krn pencegahannya harus dari masa awal hamil sampai usia 2 tahun. Coba dilihat, apa MBG sekarang ini menyasar ibu hamil dan anak batita? kan enggak.
Kalau dibilang ga menyasar ibu hamil dan batita juga ga tepat om karena pada prakteknya ibu hamil dan batita juga dapet jatah. Setidaknya ditempat saya ada dimana setiap hari ibu hamil dan balita mengambil MBG ini dirumah kepala dukuh.
Ibu hamil dan balita sudah di lakukan juga sejak awal, hanya saja kenapa tidak ternotice oleh media karena lebih banyak kasus yang ramai di perbincangkan di level pelajar yang mana jumlahnya sangat banyak dan rentan dengan masalah dengan jumlah sebanyak itu, hitung saja dari mulai SD hingga SMA, berbeda jauh di banding ibu hamil dengan balita, juga dengan menu yang berbeda.
Jadi dari awal kan masalah stunting atau buat mencerdaskan siswa, itu cuman alasan doang, tujuan sebenarnya ya buat bagi-bagi kue lah. Bodoh rasanya jika kita terima mentah-mentah alasan absurd kaya gitu dgn proses tender, pemilihan yayasan, dan segala macamnya yg ada di program MBG ini yg jauh dari kata 'bersih'.
Kalau untuk yang ini saya setuju dan tidak bisa dipungkiri juga karena dari nominal yg dianggarkan, bisa dibilang cuma 50% yang benar2 didapat oleh penerima manfaat karena potongan ini itu dsb. Tapi karena ini udah jadi janji politik ya mau ga mau tetep harus jalan karena pastinya kalau ga dijalankan maka bisa terjadi sesuatu yg tidak diinginkan oleh si pemilik program. Untuk sekedar moratorium sejenak untuk evaluasi besar saja ga dijalankan apalagi kalau harus dihentikan total. Bahkan bisa dibilang keputusan MK soal MBG ini juga cuma tipu2 seolah masih memberi waktu buat para investors biar balik modal dulu.
Bahasanya memang bagi kue secara kasar, ya kita semua pahamlah dengan situasi seperti ini, kapan si kita menyaksikan program pemerintah yang benar-benar bisa bersih jika kita berbicara jujur dari presiden manapun, bahkan tentang kemanusiaan atau bantuan sosial, mengenai praktiknya memang mekanismenya salah sejak awal, ane rasa tujuannya bagus, tapi ini terlalu buru-buru dan persiapannya tidak sematang yang kita kira, meskipun itu untuk menepati janji setidaknya ada persaiapan yang lebih bagus, tapi percuma memperdebatkan ini semua karena program sudah berjalan dan berbagai kritikan sudah di berikan, namun letak perhatian untuk kita semua kedepannya adalah masyarakat menjadi peninjau secara langsung apa yang terjadi di lapangan, dan pemerintah wajib memiliki badan audit independen agar kelakukan nakal para dapur/SPPG bisa mendapatkan hukuman yang bis amembuat jera.