Sudah mendekati bulan puasa dan dengar2 BGN sudah berstatement bahwa MBG bakal tetap jalan selama bulan puasa.
Khusus buat yang mayoritas berpuasa maka makanan yang akan diberikan berupa makanan2 yang awet lama macam telur rebus, telur asin, abon, buah, susu, dll.
Yang ane pikirkan adalah disekolah2 yang mayoritas tidak berpuasa dan disitu juga tidak sedikit yang berpuasa, karena katanya buat sekolah yang mayoritas tidak puasa maka MBG akan berjalan normal.
Kasian buat anak2 yang berpuasa kalo harus melihat teman2nya makan bareng2 apalagi yang masih tingkat SD-SMP, apakah nantinya yang puasa akan disembunyikan biar ga melihat teman2nya pada makan?
MBG mau tidak mau tetap jalan karena itu sudah jadi proyek bagi-bagi jatah nasional. Jadi mau kiamat sekalipun, dapur-dapur MBG tetap jalan normal seperti biasa bagikan makanan ke siswa-- mau dimakan atau tidak terserah, yg penting sudah dibagikan ke sekolah-sekolah.
Kalau dari yg saya baca, ada 4 skema yg katanya mau dijalankan, bisa dibaca dibawah:
Skema pertama, kata Dadan, adalah SPPG tetap mengirim menu MBG ke sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya beragama Islam. Namun SPPG akan menyediakan menu yang tahan lama sehingga pelajar yang berpuasa dapat membawa pulang makanan tersebut untuk disantap saat berbuka.
Skema kedua, Dadan berujar, adalah untuk sekolah-sekolah yang mayoritas muridnya tidak berpuasa. Di wilayah-wilayah tersebut, kata dia, MBG akan berjalan seperti biasa sehingga murid tetap bisa mengkonsumsi makan gratis di sekolah.
Skema ketiga berlaku untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dalam ajaran Islam, ketiganya termasuk kelompok yang boleh tidak berpuasa. Dadan berujar, pemberian MBG untuk mereka akan berlangsung secara normal.
Sementara itu, skema keempat berlaku untuk penerima manfaat di lingkungan pesantren atau sekolah berasrama. Dalam skema ini, SPPG yang berada di pesantren akan tetap memberikan MBG. Namun menu akan dimasak saat siang sehingga dapat dikonsumsi siswa saat berbuka puasa.