Ane malah sangat setuju dibubarkan Bea Cukai, dan sekalian kementrian-kementrian lain yang bisa pakai perusahaan luar yang punya tatakelola bagus. Biarin orang-orang gak becus kerja dan suka korupsi dirumahkan (potong generasi), nanti perusahan-perusahaan itu diwajibken buka lowongan staff WNI yang nanti dilatih secara professional, punya standar kompetensi, yang bisa menggantikan bapak-bapak yang dirumahken. Tentu bapak-bapak ini boleh ikutan tes juga kalau masih mau kerja di bawah perusahaan-perusahaan tsb. Setelah semuanya jalan dan berfungsi dengan baik (ada transfer ilmu) maka bisa saja perusahaan-perusahaan itu tidak digunakan lagi.
Saya juga sangat setuju. Bea Cukai bubar, harga barang import bisa jadi turun. Harga kendaaran baru bisa lebih masuk akal, plus harga kebutuhan bahan pokok yang import mungkin bisa lebih terjangkau. Ya, bisa saja sewa perusahaan swasta untuk pengelolaan eksport-import, yang penting auditnya jelas dan aturan baru yang lebih berpihak ke masyarakat. Lebih enak kalau yang kelola pihak swasta karena mereka tentu tidak akan berani macam-macam. Kalau macam-macam tinggal ganti dengan yang lain.

TAPI omon-omon kalau Prabowo, tidak mungkin dia berani melakukan itu. Kalau ane jadi presiden, nah itu nanti lain cerita

Ane dukunglah kalau ente maju nyapres. Siapa tau di tangan ente Indonesia benar-benar menuju generasi emas. Asal gak ada kontrak politik dengan pihak tertentu, mungkin bisa lebih leluasa untuk bikin kebijakan yang masuk akal.

Ngutang lagi guys, kali ini dalam Yuan!
Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026Namun masih untung cuma ngutang ~18 Trilyun Rupiah, ya jumlahnya tidak besar-besar amat. Tapi serem juga karena kalau laku kemungkinan akan terbit lebih banyak lagi nantinya, yang artinya makin banyak utang. Yang patut dicermati adalah berapa nanti "bunga" yang diberikan untuk investor, karena kalau premiumnya besar, berarti indikasi kalau risiko investasi di Konoha itu besar.
Nah, sudah diduga gak bakal beda dengan yang lama. Akhirnya jurus yang sama, ngutang lagi.

Gak bisa dibilang untung juga cuman 18T, itu kan belum dihitung bunganya. Gak tau juga berapa nominalnya kalau dihitung plus bunga. Belum lagi kita gak tau apa perjanjiannya untuk bisa goal utang baru ini. Jangan-jangan yang ngasih utang mintak keleluasaan tertentu yang bakal merugikan kita.
Yang patut dicermati kembali adalah tanggal terbitnya utang ini di bulan Juli? Ya karena pembayaran utang terbesar adalah di bulan Juli 2026. Artinya udah ga ada duit lagi, ngutang lagi...
Ya, utang untuk bayar utang, ini sinyal buruk kalau kita ini sudah kejebak permainan utang negara sono.